Revit bukan software BIM!

plan-view.jpg

Apakah anda pernah mendengar istilah BIM? Banyak sekali defenisi yang dibuat orang tentang BIM. Padahal sebetulnya kepanjangannya sederhana saja: Building Information Modeling.

Kita tahu apa itu building, dan kita tahu apa itu modeling. Yang menjadikannya misterius adalah kata-kata information. Apa itu ‘I’ di BIM?

Green apartment mockup on blueprints

Sudahkah anda membaca artikel dari Brian Benton ini? 6 CAD tips you weren’t taught in school. Bacalah point no. 1.

Pada saat anda mendesain, anda sebetulnya membuat informasi mengenai desain anda. Bagaimana desain anda dapat dibangun, berapa lama, berapa biayanya, dan berbagai macam informasi lainnya. Salah satu bentuk informasi tersebut adalah gambar. Itu adalah ‘I’ di BIM.

Anda sudah mengimplementasikan BIM!

Anda mungkin sudah mengimplementasikan BIM bahkan jika anda masih menggunakan meja gambar dan komputer jadul.

  1. Anda membuat gambar desain untuk menunjukkan bentuk dan detail desain anda. Jadi ya, AutoCAD termasuk software untuk mengimplementasikan BIM.
  2. Anda membuat 3D visual dan rendering untuk menunjukkan desain anda secara visual. Ya, 3ds Max bisa disebut software untuk mengimplementasikan BIM.
  3. Anda membuat RAB, BQ, dokumen spesifikasi dengan Excel dan Word. Ya, Microsoft Office juga software untuk mengimplementasikan BIM.
  4. Jika anda juga menyusun jadwal proyek dengan Microsoft Project atau Primavera, itu juga bisa disebut sebagai software untuk mengimplementasikan BIM.
  5. Anda bisa teruskan sendiri membuat daftar software yang anda gunakan untuk membuat dokumen proyek. Entah gambar atau dokumen lain. Semua adalah software untuk mengimplementasikan BIM.

Jadi tentu saja, Revit juga termasuk software untuk mengimplementasikan BIM. Tapi bukan software BIM. Bukan satu-satunya dan bukan solusi untuk semua informasi yang harus dibuat.

BIM adalah konsep, bukan software

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa BIM bukanlah jenis software. Bukan ras baru dan menyaingi software CAD, CAM, CAE, Word Processor, Spreadsheet, dll. Tapi BIM adalah konsep dalam membuat dan mengumpulkan informasi untuk diberikan kepada kontraktor dan owner agar bangunan anda dapat dibangun.

Tidak ada satu software yang dapat digunakan untuk memberikan semua informasi tersebut. Anda akan perlu software lain untuk membuat informasi yang lengkap.

Beberapa software seperti Revit, disebut-sebut sebagai software BIM. Hal ini cukup beralasan karena di sana anda dapat mendapatkan banyak informasi mengenai model desain. Seperti 3D view, plan, elevation, schedule, section dan sebagainya.

Tapi tentu informasi tersebut tidak cukup untuk disebut BIM. Karena itulah Autodesk sekarang membuat bundle Building Design Suite. Di dalamnya ada beberapa software lain untuk melengkapi kekurangan Revit.

Sebagai arsitek dan desainer lainnya, anda sudah menggunakan BIM bahkan sebelum kata-kata itu didefenisikan. Sekarang tantangan anda untuk dapat terus bertahan di industri ini adalah dapat bekerja lebih efisien dengan peralatan yang lebih sesuai. Itulah sebetulnya yang ditawarkan oleh Revit dan software pendatang baru lainnya.

Tapi tentu saja, keputusan tersebut ada di anda sendiri. Dan setiap perusahaan memiliki pertimbangan yang berbeda-beda.

Menggunakan Autodesk Vasari: desain konsep yang lebih dari sekedar visual

wind_tunnel_analysis.png

Membuat konsep massa bangunan adalah pekerjaan yang umum dalam pekerjaan seorang arsitek. Tujuannya adalah memberikan bentuk awal pada owner. Software yang cukup populer untuk melakukan pekerjaan ini adalah Trimble SketchUp.

Namun SketchUp terbatas untuk keperluan visual saja. Padahal banyak hal yang ingin diketahui owner pada tahap ini.

Ada satu software dari Autodesk yang dapat anda gunakan untuk tahap awal konseptual ini, yaitu Autodesk Vasari. Software ini masih dalam tahap beta 2, dan masih dapat digunakan secara gratis sampai tanggal 31 Mei 2013.

Mass Floor

Salah satu fitur yang mungkin telah anda telah ketahui, jika anda menggunakan Revit adalah mass floor. Mass floor memungkinkan anda menghitung berapa luas lantai, keliling, dan volume gedung meskipun baru berupa massa bangunan.

mass_floors

Kenapa owner membutuhkan informasi ini? Anda dapat menunjukkan selain bentuk gedung yang disukai owner, juga luas area yang dapat disewakan. Jadi owner dapat menghitung berapa potensi income dari penyewaan gedung.

Berikut laporan dari mass floor yang saya coba.

mass_floor_report

Location settings

Vasari sudah memiliki fasilitas untuk mendefenisikan lokasi. Pada contoh berikut, saya mendefenisikan project saya ada di jalan Gatot Subroto, Jakarta.

vasari_location

Memangnya kenapa lokasi diperlukan? Lokasi menentukan data dari banyak hal yang ingin anda analisa. Seperti suhu, arah angin, dan sebagainya.

Wind rose data

Begitu saya defenisikan lokasi, saya bisa segera memeriksa wind rose di lokasi tersebut.

vasari_wind_rose

Wind tunnel analysis

Karena saya sudah punya data arah angin di lokasi, saya bisa memeriksa bagaimana gedung tersebut jika diuji di virtual wind tunnel. Anda pernah melihat bagaimana pesawat terbang atau mobil F1 diuji di terowongan angin? Kira-kira ini sama seperti itu, namun secara virtual.

wind_tunnel_analysis

Solar radiation analysis

Saya juga dapat melakukan analisis radiasi matahari. Sekali lagi, ini menggunakan data real dari lokasi project saya.

solar_study

Laporan Analisis Lengkap

Jika anda ingin menampilkan hasil analisis secara lengkap, anda dapat mengeksportnya ke format pdf. Anda bisa menghitung berapa banyak energi karbon yang dihasilkan gedung, kebutuhan energi gedung rata-rata, dan sebagainya.

Data yang sangat lengkap hanya dari bentuk bangunan saja!

analisis_gedung

Integrasi dengan Revit

File yang dihasilkan oleh Vasari adalah RVT, yaitu file yang sama dengan Revit. Jadi setelah anda selesai dengan konsep bangunan dan disetujui owner, anda dapat memberikan file tersebut ke arsitek yang kemudian melanjutkannya di Revit. Jadi tidak harus dibuat lagi dari awal untuk membentuk desain lengkapnya.

Apakah anda melakukan hal-hal di atas?

Jika ya, anda mungkin tertarik untuk mencobanya. Kenapa tidak, software ini gratis. Meski hanya sampai 31 Mei 2013.

Apa software yang selama ini anda gunakan untuk melakukan hal-hal di atas?

Ikuti survey komunitas CAD online

Kami sedang mengadakan survey untuk pengguna CAD Indonesia. Kami harap anda dapat menyisihkan 5 menit untuk mengisinya. Tujuannya adalah untuk mengetahui karakteristik pengguna CAD di dunia maya. Agar kami dapat membentuk komunitas CAD online yang lebih solid.

Silahkan isi form surveynya di sini.

Project Vasari: Aplikasi Konseptual Desain dan Energy Analysis

vasari_splash_screen.png

vasari_splash_screen

Kalau anda sering membuat model konseptual bangunan, anda pasti akan suka aplikasi ini. Aplikasi ini sepertinya menunjukkan bahwa Autodesk cukup serius di industri ini. Dengan aplikasi ini, anda dapat membuat massa bangunan sebagai konseptual desain dengan cukup mudah.

file_9231

Project Vasari tampak dan terasa seperti Revit. Anda akan memiliki hampir semua perlengkapan Revit untuk konseptual design.

Vasari_ribbon

Tapi tentu saja, anda tidak akan menemukan tools untuk membuat objek arsitektural seperti dinding, pintu, dsb. Anda hanya memiliki conceptual tools. Bayangkan seperti ini: anda menggunakan Vasari untuk membuat konseptual desain. Setelah anda selesai, anda memberikannya ke rekan anda yang menggunakan Revit untuk meneruskannya. Ya, Vasari dapat menyimpan dan membuka file RVT.

Yang paling menarik adalah Vasari terintegrasi dengan analisa karbon dan energi. Seperti yang kita tahu, isu ini sangat hangat di desain arsitektur akhir-akhir ini. Analisis ini tersedia sebagai aplikasi cloud (internet service) jadi anda butuh koneksi internet untuk menggunakannya.

Vasari_energy_analysis

Bagaimana dengan analisa secara desktop (internal)? Vasari punya sun path analysis, seperti di Revit 2011 dan Ecotect.

sun_path_analysis

Aplikasi ini juga punya solar radiation tool. Cukup mengejutkan bahwa solar radiation sangat mudah digunakan, bahkan dibandingkan dengan Ecotect.

solar_radiation

Jadi anda sekarang dapat membuat konsep bangunan secara cepat, termasuk menganalisa solar radiation, sun path, energi dan karbon pada tahap desain yang sangat awal!

Belum tertarik? Mungkin anda akan tertarik jika tahu bahwa aplikasi ini tersedia secara free. Bahkan anda tidak perlu menginstallnya. Cukup download, copy ke flash disk, dan jalankan aplikasinya! Sudah tertarik sekarang? Aplikasi ini dapat anda download di Autodesk Labs page.

Keyboard Shortcut di Revit

Salah satu hal yang penting untuk efisiensi dalam autocad adalah keyboard shortcut. Begitu juga halnya di Revit.

Ada perbedaan yang penulis rasakan bila menggunakan revit versus autocad. Kalau di Autocad karena banyak drafting-nya, maka penulis lebih membiasakan shortcut-shortcut untuk Draw dan Modify.

Sedangkan untuk Revit berbeda. Karena Revit teknologi BIM, maka penulis lebih banyak menggunakan design bar, toolbar, dll yang ada di user interface-nya. Tetapi tetap saja ada beberapa shortcut-shortcut yang sangat membantu. Seperti;

Modelling:
VV – Visibility/Graphic Override.
VP – View Properties

Drafting:
MV – Move
CC – Copy
RO – Rotate
MM – Mirror
AL – Align
SL – Split
TR – Trim
OF – Offset

Design Bar:
DI – Dimension

Karena tiap orang style-nya berbeda. Mungkin shortcut diatas kurang efektif. Untuk menyesuaikan dengan style-nya sendiri dan ingin memodifikasinya, lihat daftar shortcut lengkapnya di KeyboardShortcuts.txt dalam salah satu folder Revit. Ini fungsinya hampir sama dengan acad.pgp dalam autocad.

Bila pusing berlanjut, hubungi tentangcad terdekat…

Powered by Zoundry Raven

Mengganti area drawing revit seperti AutoCAD

zrclip_001p5f19473f.png

Pertama kali menggunakan revit serasa agak aneh. Mengubah pola kerja dari autocad ke revit lumayan susah, apalagi kalau sudah puluhan tahun bergelut dengan autocad. Jadi menurutku wajar kalau ada yang bertanya: “command line-nya mana?”

Penulis mengalami pengalaman yang sama. Tak terbayangkan juga kalau pengguna autocad senior yang terbiasa pakai keyboard…:-)

Karena merasa tidak nyaman menggunakan revit, yang area drawingnya putih seperti kertas hvs (padahal ini yang benar, kalau ngeprint pakai kertas putih …), tidak seperti autocad, hitam. dibuat hitam saja…

Masuk ke revit, buka ^menu settingoptions, masuk ke tab graphic, centang Invert Background Color^ lalu OK.

Hasilnya lumayanlah…

Bila pusing berlanjut, hubungi tentangcad terdekat…

Powered by Zoundry Raven