Tugas 2: Menambahkan layer pada template

plan-view.jpg

Pada tugas pertama anda diminta untuk mempelajari gambar yang telah pernah anda buat. Walaupun tampak sepele, itu justru tugas paling penting.

Setelah anda mempelajari gambar-gambar anda, sekarang anda telah bisa menentukan standard mana yang akan anda gunakan. Yang pertama akan kita terapkan adalah layer.

Green apartment mockup on blueprints

Kenapa kita menggunakan layer?

Jika anda masih menggunakan Layer 0 untuk semua objek anda, maka tanpa anda sadari anda punya banyak musuh. Semua orang yang pernah anda kirimi gambar dengan satu layer itu membenci anda.

Banyak keuntungan layer yang bisa kita peroleh, misalnya:

  1. Jika anda mendefenisikan objek berbeda pada layer tertentu, anda dapat dengan cepat menyembunyikan/menampilkan objek tersebut.
  2. Anda dapat melakukan modifikasi pada semua objek di suatu layer dengan cepat.
  3. Kita dapat menetapkan properti untuk semua objek sejenis pada layer, tanpa harus mengubah properti setiap objek. Linetype, lineweight, color, dan sebagainya.
  4. dan sebagainya.

Menambahkan layer untuk setiap gambar baru jelas membosankan. Dan jika kita melakukannya untuk setiap gambar baru, nama layer bisa berbeda-beda. Misalkan hari ini anda memberi layer WALL untuk dinding. Besok DINDING. Sorenya DDG. Hal ini bisa membingungkan orang yang membaca gambar anda. Jaman sekarang, jika anda tidak bisa berkolaborasi dengan orang lain, anda akan jauh tertinggal.

Standard Layer

Sebetulnya tidak ada standard layer yang betul-betul baku. Mungkin hanya di bidang manufakturing yang punya. Di AEC (Architecture, Engineering, and Construction) hal ini masih ada beberapa perbedaan. AIA punya standard sendiri di Amerika. ISO punya sendiri di Eropa Utara. Inggris punya AEC. Dan sebagainya. Anda bisa lihat daftar standard layer yang umum digunakan di sini.

Jika anda ingin mencoba standard AIA bisa coba baca artikel ini.

Membuat template baru

Buatlah sebuah file baru. Ingat, gunakan template yang tepat!

JANGAN MENGGUNAKAN FILE YANG SUDAH JADI LALU DI SAVE AS MENJADI TEMPLATE

Menambahkan layer

Jika anda telah memilih satu file untuk dijadikan standard, maka anda bisa mengimport layer dari file itu ke template dengan design center.

Jika tidak, anda mau tidak mau harus mengetikkan nama setiap layer di template baru. Dan sejujurnya, anda mungkin tidak tahu layer mana saja yang perlu anda tambahkan atau tidak.

Layer Filter dan Layer States

Karena kita sedang bekerja dengan layer, mungkin anda bisa sekaligus menambahkan layer filter dan layer states.

Layer filter memungkinkan anda melihat layer yang anda butuhkan saja pada layer manager. Jika anda sedang bekerja dengan gambar plan, anda tidak perlu melihat puluhan nama layer lain. Hanya yang berkaitan dengan plan. Jika anda ingin menggunakan layer filter, anda bisa mencoba mempelajarinya di sini.

Layer states adalah status layer. Apakah layer itu freeze/thawed. Apakah color atau lineweightnya berbeda. Dsb. Misalkan anda punya satu gambar master yang tampil di beberapa gambar dengan skala berbeda. Untuk skala yang kecil anda ingin hatch disembunyikan dan lineweight lebih tipis. Anda bisa mengubahnya dengan cepat dengan memilih layer state yang berbeda. Pelajari lebih jauh tentang layer state di sini.

KISS

Pertimbangkan dengan baik banyaknya layer yang anda masukkan ke template anda. Jangan berlebihan dan memasukkan ratusan layer, padahal anda hanya menggunakan beberapa. Jika perusahaan anda adalah multi discipline engineering company, maka pisahkan template sesuai industrinya. Jangan gambar arsitektur, sipil, ME, struktur semua jadi satu.

Usahakan template tetap sederhana namun memuat yang anda butuhkan. Kalau kata orang sono, KISS: Keep It Simple Stupid. Usahakan sesederhana mungkin.

Diskusi

  1. Apakah anda sudah menggunakan template yang tepat? Baik ukuran (mm/inch) ataupun plot style (ctb/stb)? Jika tidak, apakah anda mengalami kesulitan saat menggunakannya?
  2. Standard layer apa yang anda gunakan? Kenapa anda memutuskan menggunakan standard tersebut?
  3. Apakah anda menggunakan layer filter dan layer states? Jika ya, anda gunakan untuk apa?

Layer AutoCAD pada PDF

layerpdf

Sebelumnya pernah dibahas pada tulisan Menggunakan DWF dan PDF Underlay bagaimana kemampuan AutoCAD dalam memanfaatkan dokumen dengan format DWF dan PDF. Saya ingin menambahkan bahwa pada AutoCAD 2010, pada saat kita export gambar kita ke bentuk PDF maka informasi layer pada gambar dapat ditampilkan pada PDF viewer. Kita bisa atur layer tersebut on atau off.

layerpdf

[Read more…]