Tutorial #2: Membuat Pintu

open_door__3_thumb.jpg

open_door__3 

Sesudah membuat dinding, objek yang akan kita buat selanjutnya adalah pintu. Bukalah file yang anda gunakan untuk membuat dinding. Kita akan menggunakan file itu untuk menyimpan library block arsitektur kita.

Sebelum mulai, buatlah sebuah layer: A-Door, dengan warna biru, lineweight: 0.09mm. Jadikan layer ini aktif. Sekarang kita akan mulai membuat pintu.

Buatlah sebuah rectangle dengan ukuran 50×150 sebagai frame/kusen. Copy rectangle itu 700mm ke kanan. Ini lebar pintu kita. Sekarang buat rectangle lagi dengan ukuran 30×650 sebagai panel pintu. Dan terakhir lengkapi dengan arc sebagai simbol bukaan pintu.

Hal terakhir yang akan kita buat adalah wipeout. aktifkan WIPEOUT dan buat rectangle yang menutup seluruh lebar pintu. Idenya adalah wipeout itu akan menutupi dinding di lokasi pintu diletakkan.

Anda akan melihat frame pintu tertutup seluruhnya. Ini karena kita meletakkan WIPEOUT setelah door frame, jadi posisinya di atas frame. Pilih wipeout itu, klik kanan, pilih draw order>send to back.

Dengan demikian, kita tidak perlu lagi mengedit dinding dengan trim atau lainnya. Dan dinding kita akan tetap memiliki panjang yang sesuai untuk keperluan reporting.

sekarang buatlah block dari objek-objek tersebut. Kemudian bukalah di block editor.

Menambahkan Parameter dan Action

Tambahkan linear parameter seperti gambar berikut.

Hapus panah parameter di sebelah kiri, atau atur parameter ‘number of grips value’ menjadi 1 di properties palette.

Menambahkan action

Kita akan menambahkan 3 action:

1. Tambahkan stretch action untuk menstretch pintu kita. Mirip dengan apa yang kita lakukan saat membuat dinding. Kali ini kita hanya butuh untuk menstretch frame pintu dan wipeout.

2. Tambahkan action: scale untuk mengubah ukuran arc. Pilih parameter yang sama dan tambahkan arc sebagai objek yang di scale.

3. Tambahkan action stretch lain untuk mengubah ukuran panel pintu. Pilih hanya panel pintu untuk di stretch.

Properti Parameter dan Action

Sekarang kita akan mengutak-atik lagi parameter dan action ini. Pilih parameter (garis dimensi) dan ganti nama parameter menjadi ‘lebar’ atau ‘width’.

Ganti Dist Type menjadi list dan klik ‘…’ untuk memasukkan nilainya.

Tambahkan beberapa nilai yang sering anda gunakan sebagai lebar pintu.

Terakhir, kita akan mengubah properti action. Kita sudah menambahkan action untuk menstretch panel pintu. Tapi mungkin anda sudah bisa menebak bahwa panel pintu ini akan distretch ke arah horizontal, searah parameter kita. Kita harus mengubah properti untuk mengganti perilaku ini. Pilih action stretch ke atas tersebut. Di kategori overrides, ganti sudutnya menjadi 90 derajat.

Sekarang simpan block tersebut dan tutup block editor.

Terakhir, kita perlu mematikan frame wipeout. aktifkan WIPEOUT, ketik F [enter], lalu ketik OFF [enter].

Command: WIPEOUT
Specify first point or [Frames/Polyline] <Polyline>: F
Enter mode [ON/OFF] <ON>: OFF
Regenerating model.

Ujilah block pintu anda!

door

Dynamic Block Visibility

block-pintu

Dynamic Block memiliki banyak parameter dan action. Kebanyakan berupa action yang biasa anda lakukan dengan command AutoCAD. Stretch, rotate, move, dan sebagainya. Tiap action terkait dengan parameter. Jika anda belum memahami hubungan keduanya dapat mempelajarinya di sini dan di sini. Di bagian ini saya akan membahas parameter visibility. Parameter ini bekerja dengan cara yang sedikit berbeda. Intinya, anda dapat menentukan elemen block mana yang ditampilkan, dan mana yang tidak pada setiap visibility states.

[Read more…]

Membuat Dynamic Block (bagian 2 – selesai)

meja-1
Di bagian pertama, saya sudah membahas bagaimana memberikan perilaku ‘dynamic’ pada block. Yaitu dengan memanfaatkan parameter dan action.
Di bagian ini, saya akan coba membahas lebih jauh tentang parameter dan action. Yang ingin saya perkenalkan adalah bagaimana beberapa action dapat menggunakan satu parameter yang sama. Lalu properties dari parameter dan action, untuk mengoptimalkan dynamic block kita.

Dynamic block ini dibuat persis sama dengan tutorial di bagian satu. Yaitu hanya menggunakan parameter linear dan action stretch. Namun hanya meja dan kursi yang paling ujung yang dipilih untuk dipengaruhi action stretch. Perhatikan juga bahwa tanda panah dikiri saya hapus, karena memang tidak akan saya gunakan.

Perhatikan image berikut (klik gambar untuk melihat animasi):

Ada yang kurang ya? Seharusnya kalau mejanya bertambah panjang, tentunya kursi-kursinya juga akan bertambah banyak.

Jika ingin mencobanya, anda bisa download file latihan di sini. Kita akan menambahkan action array untuk menambah jumlah kursi saat meja ditambah lebarnya.

Bukalah block editor, dan lakukan hal-hal berikut:

  • Aktifkan array action dari block authoring pallete.
  • Pilihlah parameter yang ada, yaitu linear parameter.
  • Pilihlah hanya kursi yang di bawah dan di atas sebagai objek yang di array, lalu tekan [ENTER]
  • Ketik 1000 sebagai jarak antar kolom, lalu [ENTER].
  • Letakkan simbol action array di lokasi yang sesuai.
Simpanlah block ini dengan menekan tombol ‘save block defenition’ di kiri atas AutoCAD. Lalu klik ‘close block editor’.

Ujilah block ini dengan mengklik dan drag panahnya. (klik gambar untuk melihat animasi)
Ada yang masih kurang? Ya… ukuran mejanya masih bisa dibuat asal-asalan. Cobalah masuk kembali ke block editor. Pilihlah parameter linear yang ada. Aktifkan pallete properties.


Pada kategori value set, ubahlah

1. Dist Type menjadi increment.
2. Dist Increment menjadi 1000
3. Dist Minimum menjadi 1000
4. Dist Maximum menjadi 8000

Sekarang perhatikan bagaimana dynamic blok ini bekerja… Kali ini kita akan melihat thick mark yang membatasi stretch kita. Kita tidak akan pernah menstretch di luar kelipatan 1000, dan tidak akan melebihi 8000. (klik gambar untuk melihat animasi)


Membuat Dynamic Block (bagian 1)

dynamicblock_intro

Dynamic block mulai diperkenalkan sejak AutoCAD 2006. Konsep dynamic block adalah memiliki satu block, namun kita bisa memperoleh beberapa bentuk yang tipikal dari satu block itu. Misalnya meja yang sama, yang satu ukurannya lebih besar. Tanpa harus membuat block baru, kita bisa mendrag block yang ada untuk mengubah ukurannya. Tanpa dynamic block, kita harus mengexplode dan mengeditnya, atau memasukkan block dengan nama yang berbeda. (klik image untuk melihat animasi)


Mungkin banyak juga yang sudah merasakan manfaatnya, dan menggunakan dynamic block yang ada pada library. Bagi yang ingin membuat dynamic block sendiri, saya akan coba membahas dasar-dasar cara membuatnya.

Pada bagian ini, saya akan memperkenalkan dasar menggunakan parameter dan action yang menjadi tulang punggung dynamic block. Di bagian lain, saya akan coba membahasnya lebih lanjut.

Saya akan membuat satu block dinding bata. Bagi yang tidak ingin membuatnya, bisa download di sini.
Daripada harus menggambar beberapa lines, dan menambahkan hatch setiap kali membuat dinding, tentunya membuat block dinding akan lebih berguna. Kita tinggal membuat satu kali, lalu meng-insert block tersebut. Tapi tanpa dynamic block, hal ini tentu tidak berguna, karena panjang dinding berbeda-beda.

Buatlah block dari elemen-elemen drawing yang ada. Berikan nama yang sesuai. Setelah block jadi, klik ganda block tersebut untuk membuka block editor. Atau bisa juga dengan mengklik kanan saat memilih block tersebut, dan memilih ‘block editor’. Kita akan masuk ke mode ‘block editor’.

Kita akan melihat satu pallete ‘block authoring’ dengan tiga TAB. Kita akan pakai dua saja, yaitu parameters dan action.

Action pada dasarnya sama dengan apa yang kita lakukan dengan manual editing. Kalau kita ingin menambahkan sifat ‘move’ pada dynamic block, kita tambahkan action ‘move’. Kalau kita ingin tambahkan sifat ‘scale’, maka actionnya juga scale.

Untuk latihan ini, kita akan tambahkan sifat ‘stretch’ untuk mengubah panjang block.

Sebelum menambahkan action, kita harus mendefenisikan parameter. Parameter mendefenisikan perubahan yang dilakukan action. Parameter harus sesuai dengan action yang ingin dilakukan.

Untuk move, kita butuh ‘base point’. Kita dapat gunakan parameter ‘point’.
Untuk rotation, kita butuh parameter yang bisa mendefenisikan besar sudut putaran, yaitu parameter ‘rotation’
Untuk stretch, kita butuh parameter yang mendefenisikan panjang objek setelah stretch, yaitu ‘linear parameter’.

Kita coba tambahkan linear parameter pada objek. Letakkan seperti ini:


Setelah parameter didefenisikan, kita bisa defenisikan action yang diinginkan. Aktifkan action stretch.

1. Action meminta parameter yang digunakan. Pilih parameter yang diletakkan sebelumnya.

2. Pilih bagian kiri atau kanan yang ingin di stretch.

3. Letakkan dua titik yang mendefenisikan window untuk stretch.
4. Pilihlah objek yang ingin distretch. Karena disini kita akan menstretch semua objek, pilihlah seluruh objek yang ada. Tekan [ENTER] setelah anda selesai memilih objek.

5. Letakkan simbol action di sebelah window untuk stretch. Kita bisa meletakkannya di mana saja. Tapi sebaiknya diletakkan di dekat area yang terpengaruh, untuk mempermudah editingnya kelak.

Sampai disini dynamic block kita sudah selesai Kita akan mengetes dynamic block ini. Klik ‘close block editor’. Saat AutoCAD menanyakan apakah anda ingin menyimpannya, klik YES.

Saat anda kembali ke model drawing, pilihlah block yang baru diedit. Perhatikan bahwa sekarang terdapat panah pada kedua sisinya. Klik dan tarik panah di sebelah kanan. (Jika anda tidak melihat animasi, klik image di bawah)