Menggunakan Autodesk Vasari: desain konsep yang lebih dari sekedar visual

wind_tunnel_analysis.png

Membuat konsep massa bangunan adalah pekerjaan yang umum dalam pekerjaan seorang arsitek. Tujuannya adalah memberikan bentuk awal pada owner. Software yang cukup populer untuk melakukan pekerjaan ini adalah Trimble SketchUp.

Namun SketchUp terbatas untuk keperluan visual saja. Padahal banyak hal yang ingin diketahui owner pada tahap ini.

Ada satu software dari Autodesk yang dapat anda gunakan untuk tahap awal konseptual ini, yaitu Autodesk Vasari. Software ini masih dalam tahap beta 2, dan masih dapat digunakan secara gratis sampai tanggal 31 Mei 2013.

Mass Floor

Salah satu fitur yang mungkin telah anda telah ketahui, jika anda menggunakan Revit adalah mass floor. Mass floor memungkinkan anda menghitung berapa luas lantai, keliling, dan volume gedung meskipun baru berupa massa bangunan.

mass_floors

Kenapa owner membutuhkan informasi ini? Anda dapat menunjukkan selain bentuk gedung yang disukai owner, juga luas area yang dapat disewakan. Jadi owner dapat menghitung berapa potensi income dari penyewaan gedung.

Berikut laporan dari mass floor yang saya coba.

mass_floor_report

Location settings

Vasari sudah memiliki fasilitas untuk mendefenisikan lokasi. Pada contoh berikut, saya mendefenisikan project saya ada di jalan Gatot Subroto, Jakarta.

vasari_location

Memangnya kenapa lokasi diperlukan? Lokasi menentukan data dari banyak hal yang ingin anda analisa. Seperti suhu, arah angin, dan sebagainya.

Wind rose data

Begitu saya defenisikan lokasi, saya bisa segera memeriksa wind rose di lokasi tersebut.

vasari_wind_rose

Wind tunnel analysis

Karena saya sudah punya data arah angin di lokasi, saya bisa memeriksa bagaimana gedung tersebut jika diuji di virtual wind tunnel. Anda pernah melihat bagaimana pesawat terbang atau mobil F1 diuji di terowongan angin? Kira-kira ini sama seperti itu, namun secara virtual.

wind_tunnel_analysis

Solar radiation analysis

Saya juga dapat melakukan analisis radiasi matahari. Sekali lagi, ini menggunakan data real dari lokasi project saya.

solar_study

Laporan Analisis Lengkap

Jika anda ingin menampilkan hasil analisis secara lengkap, anda dapat mengeksportnya ke format pdf. Anda bisa menghitung berapa banyak energi karbon yang dihasilkan gedung, kebutuhan energi gedung rata-rata, dan sebagainya.

Data yang sangat lengkap hanya dari bentuk bangunan saja!

analisis_gedung

Integrasi dengan Revit

File yang dihasilkan oleh Vasari adalah RVT, yaitu file yang sama dengan Revit. Jadi setelah anda selesai dengan konsep bangunan dan disetujui owner, anda dapat memberikan file tersebut ke arsitek yang kemudian melanjutkannya di Revit. Jadi tidak harus dibuat lagi dari awal untuk membentuk desain lengkapnya.

Apakah anda melakukan hal-hal di atas?

Jika ya, anda mungkin tertarik untuk mencobanya. Kenapa tidak, software ini gratis. Meski hanya sampai 31 Mei 2013.

Apa software yang selama ini anda gunakan untuk melakukan hal-hal di atas?

Ikuti survey komunitas CAD online

Kami sedang mengadakan survey untuk pengguna CAD Indonesia. Kami harap anda dapat menyisihkan 5 menit untuk mengisinya. Tujuannya adalah untuk mengetahui karakteristik pengguna CAD di dunia maya. Agar kami dapat membentuk komunitas CAD online yang lebih solid.

Silahkan isi form surveynya di sini.

Apakah kemampuan pengguna CAD di perusahaan anda sudah baik?

using-computer.jpg

using computer

© Danny Hooks | Dreamstime.com

Seperti yang kita ketahui, setiap tahun Autodesk mengeluarkan versi terbaru produk-produknya. Vendor software CAD lain juga tidak kalah agresif. Bentley bahkan bisa mengeluarkan minor update 3-4 kali setahun.

Dalam setiap update terbaru, tentu ada fitur-fitur baru, baik signifikan ataupun tidak. Apakah pengguna CAD di perusahaan anda sudah menguasai fitur-fitur barunya? Atau masih menggunakannya dengan cara yang sama seperti 10 tahun yang lalu?

Fitur baru (tidak) penting!

Mungkin anda berpikir bahwa fitur baru tidak penting. Kostumisasi dan program buatan anda bisa menyelesaikan dengan cepat. Tapi masalahnya tidak hanya menggambar dengan cepat.

Sekarang gambar dituntut semakin ‘cerdas’ dan tidak hanya harus selesai dengan cepat. Tapi bisa menyimpan informasi dan mudah dimodifikasi. Ini memungkinkan anda membuat Bill of Quantity atau Bill of Material dengan otomatis, misalnya. Cepat dan mengurangi kesalahan penghitungan.

Penggunaan block yang optimal juga mengurangi waktu pembuatan dan modifikasi gambar. Karena anda pasti harus mengedit gambar anda dalam proses desain. Tidak ada desain yang tidak mengalami perubahan dalam proses pembuatannya bukan?

Itu baru bicara AutoCAD. Belum aplikasi lain yang mungkin banyak fiturnya belum anda pahami. Seperti iMates, iPart, iLogic di Inventor. Pembuatan families di Revit. Dan sebagainya.

Jujur, memang tidak semua fitur anda butuhkan. Tapi setidaknya anda perlu mereview apakah fitur itu perlu anda implementasikan dalam pekerjaan sehari-hari atau tidak. Anda perlu tahu apa pengaruhnya pada gambar yang anda terima atau kirimkan ke perusahaan rekanan anda.

Kalau pengguna CAD anda belum memahami annotation scale misalnya, bisa jadi kebingungan saat melihat ada dimensi atau text yang hilang di viewport lain. Bisa banyak waktu yang terbuang hanya untuk memecahkan masalah sepele.

Belum lagi kalau si user berinisiatif mengubah gambar ke cara yang dikuasainya saja. Hal ini bisa merusak gambar atau desain secara keseluruhan.

Mengaudit workflow

Anda perlu berpikir untuk mengaudit apakah alur kerja di perusahaan anda sudah benar. Saya menyukai ide Seth Godin ini. Anda bisa melakukan hal yang sama.

Undang reseller anda, atau orang yang anda anggap menguasai software dan industri anda. Ingat, hanya menguasai software saja tidak cukup. Minta ia melihat bagaimana para pengguna CAD di perusahaan anda bekerja. Bisa selama 1/2 hari atau bahkan 1 hari.

Setelah itu minta ia memberikan quotation untuk training atau mungkin membuat sistem agar anda bisa mengurangi waktu yang terbuang dalam proses desain.

Jika anda tidak ingin membayar orang luar untuk melakukan ini, anda bisa mengundang CAD manager dari perusahaan rekanan yang anda anggap punya sistem kerja yang bagus. Atau bahkan membuat tim RnD internal yang bertugas mereview update software setiap tahun. Cukup 1 minggu setiap tahun, tugaskan tim anda mereview software itu (apapun softwarenya) dan minta mereka mencari tahu apakah versi baru itu punya keuntungan yang bisa segera digunakan.

Lebih jauh, anda mungkin bisa mereview software yang digunakan, apakah software yang anda gunakan sudah memadai, atau anda perlu menggunakan software CAD lain yang lebih tepat?

Aktif di komunitas CAD

Sebetulnya saya dulu punya ide untuk mengembangkan komunitas CAD di Indonesia. Syukur kalau bisa jadi organisasi resmi. Semacam PII atau IAI lah. Supaya para pengguna CAD bisa saling membantu, menunjang komunitas ini. Tidak hanya untuk belajar, tapi lebih jauh bisa sertifikasi nasional, rekomendasi dan informasi pekerjaan, dan sebagainya.

Sayangnya, komunitas CAD di Indonesia terlalu pasif. Hanya dalam mode konsumsi tanpa ikut aktif jadi produsen. Kalau anda coba lihat di situs ini, hanya sedikit yang bersedia ikut menyumbangkan artikel. Sebagian besar justru meminta lebih tanpa ikut aktif berbagi.

Saya harap, kelak komunitas CAD di Indonesia bisa lebih aktif agar cepat berkembang. Siapa tahu bisa jadi kiblat CAD Asia Tenggara…

Apakah anda sudah menggunakan hardware yang optimal untuk CAD?

dell_precision_m2400.jpg

Melanjutkan diskusi soal optimalisasi penggunaan CAD di perusahaan anda. Sesudah membahas aplikasi CAD yang digunakan, kali ini kita akan membahas mengenai hardware.

dell_precision_m2400

Image: Dell Precision M2400. Mobile workstation untuk entry level.

Perkembangan hardware dan harganya

Saya ingat dulu saya sering makan nasi pecel di Hayam Wuruk, Semarang. Waktu itu hanya Rp. 1200 termasuk telor ceplok dan es teh manis. Harga komputer waktu itu sekitar 4-5 jutaan. Masih Pentium I yang paling canggih.

Hari ini harga nasi pecel seperti itu setidaknya Rp. 12.000. Dan dengan 4-5 jutaan sudah bisa mendapatkan komputer dual core.

Artinya apa? Dengan harga 10 kali lebih murah, kita bisa mendapatkan komputer dengan performa ratusan kali lebih cepat.

Untuk perusahaan, nilai ini bisa dihitung lagi dengan menghitung hardware + software. Harga komputer + AutoCAD mungkin sekitar Rp.30-40 jutaan. Mungkin harganya hampir 10 kali lipat dari meja gambar manual. Tapi produktifitas yang anda peroleh tentunya lebih dari 10 kali lipat daripada menggunakan meja gambar manual. Karena itulah orang beralih ke aplikasi CAD, dan mulai meninggalkan meja gambar.

Pengaruh hardware pada pekerjaan

Seberapa penting kah hardware? Kalau di perusahaan anda aplikasi CAD adalah tulang punggung, maka sangat penting.

Coba kita lihat:

  1. Jika anda menggunakan hardware yang kurang spesifikasinya, maka anda butuh waktu lebih untuk hanya sekedar membuka aplikasi dan membuka file. Mungkin anda menganggap remeh. Tapi kalau anda kehilangan waktu sehari sampai 30 menit karena proses ini berjalan lambat, maka anda kehilangan waktu 1/2 x250 hari kerja = 125 jam. 15 hari kerja!
  2. Graphic card yang tidak baik akan membuat sulit pekerjaan 3D yang kompleks, seringkali butuh kesabaran sendiri hanya untuk memutar view. Yang paling parah yang pernah saya lihat adalah tidak munculnya snap di Inventor. Meski tidak bisa terlalu diukur, anda berpotensi kehilangan beberapa hari kerja produktif setahun karena masalah ini. Masalah ini juga bisa muncul kalau anda menggambar 2D dengan low entry graphic card.
  3. Kurangnya kemampuan hardware untuk simulasi dan rendering lebih parah lagi. Anda mungkin butuh waktu 4 jam atau lebih (kalau komputer tidak hang).
  4. Masih ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi pekerjaan anda. Kalau anda bergabung dengan forum CAD, anda pasti sering melihat banyak sekali masalah yang timbul karena hardware yang tidak memadai.

Artinya apa? Anda punya potensi kehilangan waktu cukup signifikan karena hardware yang tidak optimal. Belum lagi potensi project yang tidak bisa anda ambil karena hardware yang tidak mendukung.

Bagaimana memilih hardware untuk CAD?

Penting untuk disadari bahwa aplikasi CAD sangat tergantung pada grafis. Pilih kartu grafis yang mampu anda beli, dan buatlah komputer yang mendukungnya. GPU adalah segalanya di CAD. Kalau anda coba lihat-lihat di beberapa vendor CAD, maka anda akan lihat daftar kartu grafis yang disertifikasi. Tapi umumnya hanya spesifikasi seadanya untuk prosesor dan lainnya.

ati firepro

Image: ATI FirePro V8800, salah satu kartu grafis terbaik yang disertifikasi Autodesk.

Kalau anda memilih hardware dengan prosesor setinggi-tingginya, namun kartu grafis seadanya, maka anda salah kaprah. Untuk rendering dan simulasi mungkin ya. Tapi untuk CAD tidak. Utamakan kartu grafis.

Sesuaikan kebutuhan dengan hardware

Namun tentu saja anda perlu mempertimbangkan harga dan kebutuhan. Untuk 2D seperti AutoCAD, desain 3D yang sederhana, anda dapat memilih entry level. Makin tinggi kebutuhannya, tentu anda butuh hardware yang lebih sakti.

Bagaimana dengan hardware di perusahaan anda? Apakah sudah optimal?

Apakah perusahaan anda telah menggunakan aplikasi CAD yang tepat?

break-time.jpg

Di bagian yang lalu, kita mendiskusikan beberapa hal yang harus diperhatikan, untuk mengevaluasi penggunaan CAD di perusahaan anda. Apakah telah optimal?

Kali ini kita akan mereview secara detail setiap rinciannya, dimulai dari review, apakah anda telah menggunakan aplikasi yang tepat?

break time

© Vladimir Kirienko | Dreamstime.com

Tepat tidak berarti lebih canggih

Penggunaan aplikasi CAD yang tepat, tidak berarti aplikasi itu harus aplikasi yang paling canggih di industri anda. Anda harus melihat seberapa jauh pekerjaan anda, dan apakah bisa ditunjang oleh aplikasi anda dengan baik.

Jika anda butuh banyak pekerjaan drafting dan detailing, maka AutoCAD bisa dikatakan paling tepat. Jika anda butuh pekerjaan drafting, tapi anda memilih Revit atau Inventor, maka pekerjaan anda justru akan terbengkalai.

Jika anda menggunakannya untuk desain manufaktur, anda bisa mencoba beberapa alternatif. Mulai dari SolidWorks, CATIA, Inventor, UG dan sebagainya.

Di infrastruktur, ada Civil 3D, 12D, Geopak, dan lain-lain.

Ada ratusan software di pasaran. Anda bisa minta trial dan melakukan evaluasi, apakah benar software itu yang anda butuhkan.

Tepat tidak berarti lebih mahal

Tidak selalu software yang lebih tepat untuk kebutuhan anda merupakan software yang lebih mahal. Bisa saja, software yang anda butuhkan malah tersedia dengan gratis. Mungkin salah satu dari 16 aplikasi ini?

Jika anda sudah lihat daftar dari aplikasi gratisan tersebut, maka anda bisa lihat bahwa:

  1. Membuat konsep bangunan dengan project vasari (gratis) lebih efektif daripada menggunakan AutoCAD.
  2. Membuat 3D model dengan 123D lebih baik daripada menggunakan AutoCAD.
  3. Dan seterusnya.

Namun jika kebutuhan perusahaan anda memang AutoCAD, anda harus pertimbangkan dengan matang jika ingin menggantinya dengan alternatif yang lebih murah. Misalnya ‘AutoCAD tiruan’ atau AutoCAD LT.

Tepat berarti efektif dan efisien

Intinya, software yang tepat, berarti efektif dan efisien.

Efisien berarti anda bisa bekerja dengan lebih baik. Dapat mengatasi pekerjaan anda, mulai dari setiap tahap desain, sampai manajemen revisi desain.

Efektif berarti mengurangi banyak pengeluaran yang tidak perlu. Sekarang harga software semakin murah. Jika anda menambahkan 1000-2000 US$, anda mungkin bisa menghemat lebih dari itu dalam waktu singkat.

Salah satu efek buruk dari software bajakan, membuat kita enggan berpikir untuk memilih software dengan teliti. Kita cenderung hanya memilih software yang paling populer. Sebaliknya jika perusahaan dipaksa untuk membeli software dengan harga ribuan dollar, pasti akan lebih teliti dalam memilih software. Setidaknya menghitung return of invesment-nya.

Ada baiknya anda kembali merevisi apakah pilihan anda memang sudah tepat. Di jaman sekarang, semua orang menuntut semua serba cepat, murah, dan berkualitas tinggi. Apakah itu sudah bisa dipenuhi software anda?

Jika belum, anda bisa berpikir untuk mencari alternatif software.

Project Neon: Network Rendering Service

neon.png

Kalau anda pernah berkunjung ke forum TentangCAD, di bagian galery 3D, mungkin anda bisa lihat teman-teman di sana menyebutkan lamanya waktu rendering. Sering semalaman. Nah, bagi yang punya masalah serupa, mungkin berpikir untuk membeli hardware baru multi-core. Dual core serasa tidak lagi cukup. Quad-core mungkin mulai dilirik. Kalau ada 20 core.

Tidak perlu! Autodesk baru-baru ini meliris sebuah rendering service bernama project Neon.

neon

Project Neon adalah salah satu perkembangan cloud computing yang sedang heboh di dunia maya. Autodesk sendiri tidak terlalu baru dengan ‘layanan awan’ ini. Autodesk Butterfly dan Homestyler contohnya. Nah, project Neon ini memungkinkan kita mengupload file DWG (sayangnya saat ini baru untuk DWG) dan merendernya secara online. Berbeda dengan rendering manual dengan satu komputer saja, project Neon memungkinkan anda merender dengan beberapa komputer yang terhubung melalui jaringan internet sekaligus! Diharapkan untuk merender image yang biasanya berjam-jam, bisa dilakukan jauh lebih cepat. Dan kita tetap dapat menggunakan komputer kita untuk pekerjaan lain.

Untuk bisa menggunakan project Neon, anda harus memiliki login komunitas Autodesk. Kalau belum punya, jangan khawatir, bisa register secara free.

Yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan file DWG lengkap dengan material dan lightingnya, setidaknya satu camera view. Setelah itu bisa upload dan mulai merender. File DWG yang disupport adalah AutoCAD 2010 dan 2011. Jika anda punya custom material yang harus menyertakan image untuk material tersebut, bisa disimpan sebagai paket e-transmit dan diupload dalam format zip. Lebih detail bisa baca di help online-nya.

Berdasarkan diskusi yang muncul, ini adalah teknologi preview. Jika sukses, bukan tidak mungkin akan mensupport Revit, 3ds Max, Inventor, dsb. Mungkin malah ada plugin yang memungkinkan langsung mengupload dari aplikasi seperti Green Building Studio. Saat ini masih free, tidak jelas apa nantinya akan dipungut bayaran atau terbatas untuk pemilik account subscription saja.

Jadi tunggu apa lagi? Coba sekarang juga! Klik di sini untuk mengakses project Neon.