Keyboard Shortcut di Revit

Salah satu hal yang penting untuk efisiensi dalam autocad adalah keyboard shortcut. Begitu juga halnya di Revit.

Ada perbedaan yang penulis rasakan bila menggunakan revit versus autocad. Kalau di Autocad karena banyak drafting-nya, maka penulis lebih membiasakan shortcut-shortcut untuk Draw dan Modify.

Sedangkan untuk Revit berbeda. Karena Revit teknologi BIM, maka penulis lebih banyak menggunakan design bar, toolbar, dll yang ada di user interface-nya. Tetapi tetap saja ada beberapa shortcut-shortcut yang sangat membantu. Seperti;

Modelling:
VV – Visibility/Graphic Override.
VP – View Properties

Drafting:
MV – Move
CC – Copy
RO – Rotate
MM – Mirror
AL – Align
SL – Split
TR – Trim
OF – Offset

Design Bar:
DI – Dimension

Karena tiap orang style-nya berbeda. Mungkin shortcut diatas kurang efektif. Untuk menyesuaikan dengan style-nya sendiri dan ingin memodifikasinya, lihat daftar shortcut lengkapnya di KeyboardShortcuts.txt dalam salah satu folder Revit. Ini fungsinya hampir sama dengan acad.pgp dalam autocad.

Bila pusing berlanjut, hubungi tentangcad terdekat…

Powered by Zoundry Raven

Mengganti area drawing revit seperti AutoCAD

zrclip_001p5f19473f.png

Pertama kali menggunakan revit serasa agak aneh. Mengubah pola kerja dari autocad ke revit lumayan susah, apalagi kalau sudah puluhan tahun bergelut dengan autocad. Jadi menurutku wajar kalau ada yang bertanya: “command line-nya mana?”

Penulis mengalami pengalaman yang sama. Tak terbayangkan juga kalau pengguna autocad senior yang terbiasa pakai keyboard…:-)

Karena merasa tidak nyaman menggunakan revit, yang area drawingnya putih seperti kertas hvs (padahal ini yang benar, kalau ngeprint pakai kertas putih …), tidak seperti autocad, hitam. dibuat hitam saja…

Masuk ke revit, buka ^menu settingoptions, masuk ke tab graphic, centang Invert Background Color^ lalu OK.

Hasilnya lumayanlah…

Bila pusing berlanjut, hubungi tentangcad terdekat…

Powered by Zoundry Raven

Mencetak Gambar

shadow-settings

Ini merupakan tulisan terakhir dalam seri tutorial Revit untuk Pemula. Mudah-mudahan dapat berguna, dan cukup mudah diikuti. Jika anda ingin mengikuti tutorial ini dari awal sampai akhir, dapat mengikutinya di daftar isi ini. Jika ada pertanyaan lebih detail soal Revit, dapat dibahas bersama di forum Tentang CAD.

Sama seperti menggunakan aplikasi Windows lainnya, mencetak di Revit dapat anda lakukan dengan mengakses menu file>print atau menekan [ctrl]+[P].

[Read more…]

Meletakkan View pada Sheet

new-sheet.jpg

Ini adalah bagian yang paling menyenangkan. Anda dapat melihat bagaimana mudahnya mengatur view pada sheet di Revit. Kalau model bangunan sudah jadi, kita tinggal bersenang-senang saja :)

Aktifkan tab view pada design bar. Aktifkan tool sheet. Pada dialog yang muncul, anda diminta memilih jenis sheet yang ingin anda gunakan. Secara default, anda akan melihat satu sheet saja. Yaitu ‘A1 Metric’. Klik OK.

[Read more…]

Mempersiapkan View

view-symbol.jpg

Tiba saatnya bagi anda untuk mempublikasikan desain anda. Di bagian ini, anda akan menyiapkan model desain anda dalam format siap cetak.

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memeriksa view yang akan kita letakkan pada sheet. Meskipun anda dapat melakukannya belakangan, akan lebih mudah jika anda mempersiapkannya lebih dahulu. Jika tidak, anda akan butuh banyak mengklik dan menarik grip-grip objek.

[Read more…]

Membuat Door dan Window Schedule

schedule-properties.jpg

Pada dasarnya, schedule apapun di Revit dibuat dengan cara yang sama. Anda dapat membuat laporan jumlah pintu dan jendela, luas permukaan dinding, luas lantai, dan berbagai data arsitektur lain yang anda butuhkan. Kali ini kita akan membuat laporan schedule pintu.

Aktifkan tab view pada design bar.
Aktifkan tool schedule/quantities.
Pada dialog yang terbuka, pilih ‘doors’. Klik OK.

Pada dialog berikutnya, tambahkan parameter berikut pada scheduled field.

  • Level
  • Family and Type
  • Count
  • Cost

schedule properties.jpg

Klik OK.

Sekarang kita akan mengisi field cost. Klik pada sel yang kosong, ketikkan biaya pintu tersebut. Tekan [enter] setelah selesai. Saat Revit mengkonfirmasikan untuk mengubah harga jenis pintu yang sama, pilih OK.

schedule.jpg

Perhatikan pada gambar di atas bahwa setiap objek dilaporkan sendiri-sendiri. Di contoh ini terdapat beberapa pintu M_Single-Flush: 0762x2134mm, namun tidak dihitung secara total. Kita akan mengatur sedikit tabel ini. Klik kanan di area gambar, pilih view properties. Pada dialog yang terbuka, cari kategori other. Klik tombol ‘edit…’ di sebelah sorting/grouping.

group.jpg

Pada kotak drop down pertama, pilih level. Aktifkan blank line di sebelahnya. Di kotak drop down kedua (then by:), pilih family and type. Kemudian pastikan grand totals di bagian bawah aktif, dan itemize every instance non aktif.

sort.jpg

Klik tab formatting. Pilih count pada field yang ada, dan aktifkan calculate totals.
Kemudian pilih cost, dan aktifkan pula calculate totals.

formatting.jpg

Klik OK.

Kali ini schedule pintu tampak lebih rapi. Dikelompokkan berdasarkan level, dan jenis pintu yang sama digabungkan dan dihitung.

formatted.jpg

Masih ada satu hal yang kurang. Perhatikan bahwa cost yang ditampilkan adalah biaya total, bukan biaya satuan. Revit memang menghitungnya demikian.

Kita akan mendefenisikan satu field yang menunjukkan biaya satuan dari masing-masing pintu. Sekali lagi, klik kanan pada area gambar, pilih view properties. Pada kategori others, klik ‘edit…’ di sebelah field.

Pada dialog yang terbuka, klik calculated value di tengah bawah dialog. Di dialog berikutnya, isi ‘Unit Cost‘ untuk nama parameter. Lalu ‘Cost‘ pada formula. Anda harus menuliskan formula dengan diawali huruf besar. Parameter pada formula bersifat case sensitive.

calc value.jpg

Klik OK.

Anda akan kembali ke dialog view properties.

parameters.jpg

Atur urutan parameter baru ini dengan mengklik move up beberapa kali sampai posisinya ada di antara family and type dan count.

Klik OK.

final BQ.jpg

Lakukan hal yang sama untuk schedule jendela.

Mendefenisikan Ruang dan Schedule Ruang

room-defenitions.jpg

Jika anda mengikuti seri tutorial ini dari awal, anda mungkin menyadari bahwa seri ini sudah hampir selesai. Ya, kita sudah selesai membuat model bangunan kita. Sekarang yang kita lakukan adalah mendefenisikan informasi (arti Building Information Modeling mestinya semakin jelas sekarang) dan merepresentasikan design. Di bagian ini kita akan meneruskan mendefenisikan informasi, yaitu ruang.

Salah satu data arsitektur yang sering digunakan adalah ruang. Kali ini anda akan mendefenisikan area ruang, dan nama ruang tersebut.

[Read more…]

Representasi yang Berbeda pada Revit Views

set-view.jpg

Setiap view, hanya dapat satu kali ditampilkan dalam sheet. Jika anda ingin punya beberapa gambar representasi yang berbeda, anda harus membuat view lagi. Kali ini kita akan membuat satu view untuk menampilkan denah pintu dan jendela anda. Kita masih melanjutkan file yang dibuat sebelumnya.

Klik kanan view floor plans:lantai dasar pada project browser. Dari context menu yang muncul, pilih duplicate view>duplicate.
Anda akan melihat satu view lagi pada browser dengan nama copy of lantai dasar.

Klik kanan view tersebut, dan pilih rename dari context menu. Berikan nama ‘schedule pintu lantai dasar’.

[Read more…]

Melengkapi Anotasi

dimension-reference.jpg

Pada dasarnya anda telah menyelesaikan model anda. Waktunya bersenang-senang sedikit. Anda dapat mencoba sendiri menggunakan component untuk melengkapi design. Component dapat berupa entourage (mobil, orang, pohon), furniture, lighting, dan sebagainya. Tidak sulit melakukannya. Dan setelah selesai, kita akan mulai melengkapinya lagi dengan anotasi.

Anotasi merupakan komponen penting dalam representasi desain. Meskipun anda telah merepresentasikan desain dengan menggunakan skala, anda tetap butuh untuk mencantumkan dimensi. Dan anda harus menambahkan anotasi lain seperti teks dan tag untuk mempertegas informasi anda. [Read more…]