Antar muka pada Pro/ENGINEER

action tree

1. Navigasi di Pro/ENGINEER

Setelah kita membuka Pro/ENGINEER, jendela utama akan terbuka di layar monitor. Navigator Panel terbentang di sebelah kiri. Terdapat beberapa tab seperti Model tree; Folder Browser; Favorites dan Connections.

Model tree adalah daftar setiap fitur di file part, termasuk datum dan sistem koordinat. Ketika kita berada di file part, model tree menunjukkan nama file part dan masing masing fitur di bawahnya. Sedang untuk file assembly, model tree menunjukkan nama file assembly dan nama part-part di bawahnya.

tree

Kita dapat mengatur tampilan layar, termasuk tampilan Navigator panel dengan memilih Tools > Customize Screen. Perubahan yang kita pilih di menu akan diterapkan pada semua jendela yang terbuka.

Semua keterangan di model tree akan terhubung secara langsung ke database disain. Saat kita memilih salah satu item, maka fitur akan di tampilkan secara highlight di jendela gambar. Sebagai pemula, kita akan memakai Model Tree sebagai bantuan pemilihan, tetapi saat kita makin mahir, kita akan memakai Layer Tree. Dengan menggunakan layer, kita dapat mengatur/mengelompokkan fitur, datum-datum [plane, axis, surface, point] & part-part (di dalam file assembly), sehingga kita dapat mengerjakan kelompok tersebut secara bersamaan. Hal ini sangat bermanfaat ketika kita bekerja dengan sebuah model atau perakitan yang terdiri dari ribuan objek dan properties yang terpisah.

2. Jendela dan file “In Session”

Meskipun kita dapat membuka jendela lebih dari satu, tetapi kita hanya dapat bekerja dengan 1 jendela pada 1 waktu. Jendela tempat kita bekerja disebut “active window”. Untuk berpindah diantara jendela, pilih daftar jendela yang dibuka di bawah menu Window pada pull down menu. Cara lainnya adalah pilih Window > Activate (Ctrl+A) untuk mengaktifkan jendela.

Pro/ENGINEER membedakan antara file “terbuka” dalam artian terlihat di jendela dengan file “in Session” dimana file ini mungkin terlihat/tidak terlihat di jendela. Sebagai contoh, saat kita membuka file assembly, akan membawa semua file part yang ikut system perakitan tersebut untuk “in session”, meskipun file part tersebut tidak terlihat di layar, referensi assembly file tersebut akan dimuat dalam memory.

Ada 2 tahap untuk menutup file. Klik File > Close Window untuk menutup jendela dari file tersebut tetapi masih dimuat dalam memori/”in session”. Untuk mengeluarkan file dari “in session”, klik File > Erase>Not Displayed, file ini tidak dihapus dari harddisk, tetapi ditutup secara keseluruhan/tidak “in session” lagi.

erase not displayed

3. Pengaturan file

Bagian ini membahas tentang managemen file, default directory, dan fungsi backup otomatis. Memahami file backup dan kaidah iterasi akan membantu kita menjaga direktori database secara berurutan.

Working directory

Direktori/folder dimana file di buat dan di simpan secara default. Merubah working directory dengan klik File > Set Working Directory pada awal masing-masing session, jadi semua file akan disimpan dimana direktori/folder yang kita inginkan.

Membuka file

Ketika kita klik File > Open, Pro/ENGINEER akan membuka working directory. Jika kita punya file lain di “in session” tetapi belum di tampilkan, kita bisa membuka dengan klik In Session dari daftar Look In untuk membukanya. Gunakan tombol Preview di kotak dialog File Open untuk melihat presentasi graphic dari file terpilih.

Menyimpan, Back up dan file iterasi

Klik File > Save untuk menyimpan perubahan. Klik Save a Copy untuk meyimpan file dengan nama lain. Perintah Save a Copy ini akan tetap meninggalkan file asli terbuka dan aktif setelah operasi penyimpanan. Ketika kita menggunakan perintah Save, 1 versi file baru di buat dan ektensi file numerik akan muncul untuk menandai versi file. Sebagai contoh Blend.prt.1, Blend.prt.2 dan seterusnya. Dengan iterasi ini kita selalu mempunyai versi sebelumnya untuk kembali jika terjadi sesuai kesalahan di versi file terbaru. Saat kita klik File > Open, file browse hanya menampilkan versi terbaru tanpa nomer iterasi.

Untuk melihat nomer iterasi di kotak dialog Open, klik ikon Command and Settings lalu klik All Versions dari menu. Kita dapat membuka file iterasi yang kita inginkan.

iterasi

Menghapus file.

Klik File > Delete untuk menghapus file dari harddisk secara permanent. Kita dapat menghapus hanya versi lama, meninggalkan versi terbaru utuh, atau kita dapat menghapus semua versi.

erase

4. Memanipulasi Model.

Saat kita bekerja, kita akan selalu memanipulasi model menggunakan berputar (spin), bergeser (pan) dan memperbesar (zoom). Tombol tengah di mouse / tombol scroll adalah kunci untuk memanipulasi model:

  • Spin = tekan dan geser tombol tengah mouse, lalu putar model.
  • Pan = tekan dan geser tombol tengah mouse + SHIFT.
  • Zoom = tekan dan geser tombol tengah mouse + CTRL + geser ke atas atau bawah atau tekan CTRL + putar tombol scroll di mouse.
  • Untuk mengembalikan orientasi default ke pusat jendela gambar = CTRL + D.

Ikon-ikon di Viewing Control

view control

Konsep pada Pro/ENGINEER

sketch-toolbar

Menjadi pengguna Pro/ENGINEER berarti belajar untuk berpikir bagaimana bagian-bagian disain berinteraksi dan berpikir kedepan bagaimana interaksi ini akan berubah. Pada tingkat paling dasar, bagian yang mempunyai bentuk geometri dengan ciri tertentu, disebut Fitur [feature], yang membangun sebuah part pejal [solid], seperti extrusion, hole atau chamfer. Pada tingkat yang lebih tinggi, bagian tersebut mungkin sebuah part terpisah di dalam sistem perakitan, bergabung bersama-sama dalam hubungan yang mandiri. Pada semua tingkatan, bagian-bagian ini saling berinteraksi menuju tujuan bersama [common purpose] yang di sebut Tujuan Disain [design intent].

[Read more…]

Fitur Rib

rib-result

rib result

Fitur Rib adalah sebuah sirip tipis yang menempel pada permukaan pejal. Pada umumnya rib digunakan untuk memperkuat atau mencegah lengkungan pada design kita. Fitur Rib memerlukan 3 hal: Sketch, arah rib dan ketebalan rib. Sketch untuk rib harus mempunyai 3 syarat: kurva terbuka tunggal (bukan kurva tertutup), sketch tidak saling memotong & tidak bersebelahan, ujung sketch menempel pada permukaan “parent feature” & membentuk daerah tertutup. [Read more…]

Tutorial Repeat Region

rep01

Bagaimana caranya membuat partlist secara automatis, pada assembling drawing di Pro Engineer ?

Di Pro Engineer ada fasilitas Repeat region, untuk membuat partlist assembly drawing, bahkan lebih lanjut kita akan bisa membuat BOM (Bill Of Material).

Disini kita akan coba membuat partlist yang sederhana beserta BOM Balloon-nya.

1. Pertama buatlah model assembling, kemudain buat drawing-nya. Atau silakan download file berikut ini. Model yang ada disini sudah dibuat Common Name-nya.

rep01

2. Buka file assy.drw. Dalam file ini sudah ada table sbb:

rep02

3. Select row paling atas (yang kosong), ketiga kolom harus di-select. Click kanan> Add repeat region

rep03

4. Double click kolom ke-1 di row pertama (diatas kolom NO), akan muncul dialog box Report Symbol. Select rpt…

rep04

5. Kemudian select index… Diatas kolom NO. sudah terisi report symbol rpt.index. Ini adalah perintah untuk membuat nomor urut.

rep05

6. Double click kolom ke-2 di row pertama (diatas kolom PART NAME), akan muncul dialog box Report Symbol. Select asm… Kemudian select mbr… Kemudian select User Define

7. Pada command prompt ketik Ptc_common_name.

rep06

Ini adalah parameter untuk common name. Di Pro Engineer setiap file yang kita buat mempunyai dua nama

  1. File Name, tidak diperbolehkan menggunakan spasi
  2. Common Name, diperbolehkan menggunakan spasi

8. Double click kolom ke-3 di row pertama (diatas kolom QTY), akan muncul dialog box Report Symbol. Select rpt… Kemudian select qty

Semua report symbol sudah selesai kita definisikan pada tip kolom.

9. Kita akan memulai membuat repeat region-nya. Pada pull down menu. Table> Repeat Region.

Pada dialog Box TBL REGIONS. Click Update Table. Akan terbentuk table dengan kolom NO dan PART NAME sudah terisi. Tetapi pada kolom QTY masih kosong.

rep08

10. Untuk menampilkan isi pada kolom QTY sbb:

  • Pada TBL REGIONS, click Attributes
  • Kemudian Select region (areal table yang berwarna merah).
    Akan muncul dialog Box REGION ATTR
  • Select No Dup/Level, Recursive. Kemudian Done/Return

rep09

11. Pada kolom QTY sudah terisi tetapi pada kolom PART NAME terisi file assy_lock.asm (file assembling) yang tidak kita inginkan masuk ke partlist. Bagamana cara menghilangkan-nya?

rep11

Pada TBL REGION click Filters. Muncul command prompt, ketik sbb: &asm.mbr.type==part.

rep10

Hanya file part saja yang ditampilkan. Disini file assy_lock.asm sudah tidak terlihat lagi. Untuk mengakhiri click Done

12. Kita akan mencoba membuat BOM Balloons. Pada pulldown menu Table> BOM Balloons. Muncul dialog Box BOM BALLOONS.
Select Set Region, Simple.

Select table repeat region yang sudah kita buat (terlihat di gambar table yang berwarna Cyan) Pada dialog BOM BALLOONS, select Create Balloon, By View. Select view yang ada. Akan terbentuk BOM Balloons pada view yang kita pilih. Untuk mengakhiri click Done. Save pekerjaan anda

Tampilan dari hasil pembuatan repeat region dan BOM balloon menjadi seperti ini. Untuk merapikan bisa di edit posisi Balloon sesuai dengan yang di kehendaki.

rep12

Semogo bermanfaat.
Selamat Mencoba !

—————

Profile Penulis:
Muhajir biasa di panggil Hajir…., Mulai mendalami CAD/CAM semenjak kuliah di Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB) jurusan Mechanical Drafting & Design, tahun 1993, awal mengenal CAD menggunakan Autocad release 10, yang tentunya jalan di DOS.
Awal karir tahun 1996 sebagai Mechanical designer di perusahaan Manufacturing, bekerja menggunakan software Autocad release 12, untuk membuat design Mold, Dies dan general mechanic.
Tahun 1998 pindah ke perusahaan Jepang dan mulai menggunakan software Pro Engineer (CAD, CAE), Unigraphic (CAD/CAM), Mastercam (CAM).
Dari tahun 2002 sampai sekarang Sebagai Workshop Department Head di perusahaan Pipa dan Fitting terbesar di Indonesia, mengunakan software Pro Engineer (CAD,CAE), Autocad (CAD), Mastercam (CAM) dan Unigraphic (CAD/CAM).

Tutorial Family Table

image01

Seringkali kita di sibuk-kan dengan part-part standard yang harus di buat modelnya, misalnya baut. Ukuran baut sangat banyak, salah satu contoh Baut Hexagon, misal dari m2 sampai m24. Kalau kita harus membuat gambar dari ukuran tersebut seluruhnya, sangatlah banyak dan merepotkan, belum lagi variasi ukuran panjangnya, misalnya m5x10, m5x15, m5x20 dst. Di Pro Engineer tidak usah kawatir untuk repot-repot membuat seluruhnya, cukup membuat satu model ukuran saja, kemudian bisa di gandakan dengan fasilitas Family Table.

Kita akan mencoba membuat family table baut hexagon

1. Buatlah model baut hexagon seperti gambar berikut:

image01

tabel 01

Atau download file Berikut

2. Ubah dimension symbolic name sesuai dengan nama berikut

image02

tabel02

Caranya click kanan dimensi yang akan dirubah, misalnya click kanan dimensi diameter baut “Ø6”, Properties, Dimension Text, pada kolom Name ubah symbolic name of dimension menjadi diameter_baut.

Ubah dimension symbolic name seperti table diatas. Langkah ini untuk mempermudah dalam identifikasi ukuran.

image03

3. Buat relation untuk menyamakan nilai diameter hexagon dengan diameter chamfer.

Tools> Relations

Isi field relation seperti berikut ini

diameter_chamfer=diameter_hexagon

image04

4. Kita mulai dengan membuat family table. Tools> Family Table. Akan muncul tampilan seperti ini

image05

5. Select Add/delete the table column

Pada dialog box family table

image06

Pilih dimensi yang ada pada table diatas (langkah ke-2) kecuali diameter chamfer (karena sudah di relation kan sama dengan diameter hexagon), setelah semua dimensi masuk, click OK

image07

6. Tampilan akan kembali ke Family table field (seperti pada langkah ke-4).

select Insert a new instance at the selected row.

image08

Dalam family table field akan tambah satu row seperti berikut

image09

7. Disini kita akan membuat baut M6x20

Pada kolom Instance Name, M6X16_INST ubah menjadi M6X20

Pada kolom Common Name ubah BAUT HEXAGON M6X16_INST menjadi BAUT HEXAGON M6X20

Pada kolom diameter_baut, minor_diameter dan seterusnya terdapat tanda * (bintang), itu berarti nilainya sama dengan yang diatas.

Disini kita akan membuat M6x20 sehingga panjang baut harus kita ubah menjadi 20, pada kolom panjang_baut ubah tanda * (bintang) menjadi 20.

Click OK, kemudian File> save

image10

8. Setelah di Save akan terbentuk file baru dengan nama m6x20<m6x16>.prt, ini adalah file model baut m6x20 yang baru saja kita buat menggunakan family table.

Untuk melihat nya, File> Open

image11

9. Kita akan coba membuat lagi baut m5x15

Select Insert a new instance at the selected row, Akan muncul row baru

image08

Row warna biru adalah, row yang baru saja kita buat, kita akan coba mengedit nilai yang ada menggunakan Excel

image12

10. Select, Edit the current table using Excel

image13

Tampilan akan masuk ke Excel

image14

Ubah nilai pada kalom sbb:

tabel03

Save> exit dari excel

Tampilan akan kembali ke family table Pro Engineer, dan hasil edit dari Excel sudah ada dalam row baru. Click OK.

image15

11. Save pekerjaan anda.

Akan terbentuk file baru dengan nama m5x15<m6x16>.prt. Ini adalah file model baut yang baru saja kita buat.

Untuk membuat ukuran baut yang lain-nya lakukan langkah yang sama.

image16

Semoga bermanfaat, Selamat mencoba !

—————

Profile Penulis:
Muhajir biasa di panggil Hajir…., Mulai mendalami CAD/CAM semenjak kuliah di Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB) jurusan Mechanical Drafting & Design, tahun 1993, awal mengenal CAD menggunakan Autocad release 10, yang tentunya jalan di DOS.
Awal karir tahun 1996 sebagai Mechanical designer di perusahaan Manufacturing, bekerja menggunakan software Autocad release 12, untuk membuat design Mold, Dies dan general mechanic.
Tahun 1998 pindah ke perusahaan Jepang dan mulai menggunakan software Pro Engineer (CAD, CAE), Unigraphic (CAD/CAM), Mastercam (CAM).
Dari tahun 2002 sampai sekarang Sebagai Workshop Department Head di perusahaan Pipa dan Fitting terbesar di Indonesia, mengunakan software Pro Engineer (CAD,CAE), Autocad (CAD), Mastercam (CAM) dan Unigraphic (CAD/CAM).

Cara Menggambar Variable Pitch Wire Spring

hasil-akhir

Variable Pitch Wire Spring adalah pegas kawat dengan pitch (jarak kerenggangan) bervariasi.

hasil akhir

Untuk membuat model Spring di Pro Engineer sangatlah mudah, karena di ProE sudah tersedia fasilitas Helical Sweep

1. Membuat Variable Pitch Wire Spring menggunakan perintah Helical Sweep Insert> Helical Sweep> Protrusion>

2. Kemudian muncul dialog box, pada dialog box Attributes pilih, Variable , Thru Axis, Right Handed (untuk arah putaran helical kekanan). Done (done).

attributes

3. Pada dialog box Swp Profile, buat garis sumbu dan garis untuk trajectory seperti gambar (panjang 120, diameter 70), Done.

sweep profile

4. Pada dialog Box Pitch, masuk-kan nilai pitch untuk start trajectory 5 (5mm)

pitch

5. Pada dialog Box Pitch, masuk-kan nilai pitch untuk end trajectory 10 (10mm)

pitchend

6. Akan muncul tampilan seperti ini, kemudian click Done.

profileresult

7. Masuk ke dialog box Section, buat lingkaran dengan center point pada start trajectory, diameter 4, kemudian click Done

section

8. Pada dialog Box, click Preview, akan tampak gambar spring yang sudah jadi, kemudian click OK. Inilah hasil dari proses pembuatan model variable wire spring

preview

9. Kita juga bisa mengedit untuk menambahkan variable pitch di titik yang dikehendaki, dengan cara click kanan pada model tree, Edit Definition

edit def

10. Akan muncul dialog box, click Swp Profile, Define, Modify, Done. Akan masuk ke Sketch view seperti ini.

sketch view

11. Tambahkan titik di tempat yang dikehendaki pada garis trajectory menggunakan perintah Create Points. Kemudian Done.

create points

12. Masuk ke dialog box, click Pitch, Define, Add Points.

add points

13. Click point (titik) yang sudah dibuat, isi pitch value dengan angka 10 (10mm)

define pitch addpoint

14. Untuk merubah Value (angka) pitch, click Change Value, Click titik ujung pada trajectory, ubah value menjadi 5 (5mm).

addpitchvalue

15. Tampilan akan menjadi seperti ini, ujung bawah value nya 5, tengah value nya 10, ujung atas value nya 5, kemudian click Done, OK

hasil akhir

16. Ini hasil dari gambar variable pitch wire spring, di ujung dan pangkal 5mm dan ditengahnya 10mm.

Selamat Mencoba…..

—————

Profile Penulis:
Muhajir biasa di panggil Hajir…., Mulai mendalami CAD/CAM semenjak kuliah di Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB) jurusan Mechanical Drafting & Design, tahun 1993, awal mengenal CAD menggunakan Autocad release 10, yang tentunya jalan di DOS.
Awal karir tahun 1996 sebagai Mechanical designer di perusahaan Manufacturing, bekerja menggunakan software Autocad release 12, untuk membuat design Mold, Dies dan general mechanic.
Tahun 1998 pindah ke perusahaan Jepang dan mulai menggunakan software Pro Engineer (CAD, CAE), Unigraphic (CAD/CAM), Mastercam (CAM).
Dari tahun 2002 sampai sekarang Sebagai Workshop Department Head di perusahaan Pipa dan Fitting terbesar di Indonesia, mengunakan software Pro Engineer (CAD,CAE), Autocad (CAD), Mastercam (CAM) dan Unigraphic (CAD/CAM).

Sheet Metal di ProEngineer (bag 1)

sheet-metal.jpg

Salah satu kelebihan Pro Engineer di modeling sheet metal adalah kemampuannya untuk mengkalkulasi elastisiti pada sebuah model untuk dijadikan sebuah bentangan/blank.
Pada kesempatan ini saya ingin membahas sebuah model part sederhana yang seringkali ditemukan. Perhatikan gambar model dibawah ini :

sheet metal.jpg

Dibeberapa software MCAD middle range saya belum temukan yang mampu untuk membuat bentangannya. Berikut cara untuk membuat bentangan dari model diatas :
1. Klik icon berikut atau klik Insert > Bend Operation > unbend > Xsec Driven > Done

unbend.jpg

2. Pilih sisi yang tetap yang tidak akan dibentangkan fixed edge. Pilih Tangent Chain. Perhatikan gambar dibawah ini.

fixed edge.jpg

3. Lakukan hal yang sama pada Xsec Curve pada tempat yang sama seperti pemilihan fixed edge. Pilih Select Curve > Tangent Chain

select curve.jpg

4. Pilih sisi yang tidak akan dibentangkan

5. Untuk membuat bentangan pada sisi sebelahnya ikuti petuntuk No. 1 – 4

6. Kemudian klik icon berikut dan pilih permukaan yang tidak akan dibentangkan

create flat pattern.jpg

Berikut hasil dari modeling tersebut diatas.

flat pattern result.jpg

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat.

Berikut contoh model yang sedikit rumit dan hasil bentangannya.

Membuat Bentuk Gelombang di ProEngineer

contour_sweep

Salah satu keunggulan Pro Engineer adalah kemampuan fungsi parameter yang bisa digunakan secara maksimal. Salah satunya adalah membuat bentuk gelombong pada sebuah model. Berikut cara pembuatannya :

  1. Buatlah sebuah sketch lingkaran dengan dia 75 mm
  2. Kemudian gunakan variable sweep dengan mengklik ikon sweep.jpg atau pilih pada menu bar insert > variable section sweep tools
  3. Pilih sketch awal yang kita buat kemudian klik ikon create or edit sweep section create edit sweep.jpg
  4. Pada menu bar klik tools > relations. Dan masukan persamaan seperti gambar dibawah ini
    relations.jpg
    Angka 7 melambangkan ketinggian awal sketch
    Angka 3 melambangkan turunnya gelombang
    Angka 360 melambangkan satu putaran
    Angka 4 melambangkan jumlah gelombang naik turun
  5. Klik ikon finish.jpg untuk mengakhiri perintah

Berikut hasilnya.

Sweep

sweep-menu.jpg

Ada 3 macam feature yang terdapat pada sweep yaitu

  1. Protrusion (Bentuk solid)
  2. Thin Protrusion (Bentuk solid dengan ketebalan tertentu)
  3. Surface

Pada kesempatan ini kita hanya membahas Sweep Protrusion. Bagaimana cara menggunakannya. Mari kita hamparkan satu persatu.

  1. Klik Sweep > Protrusion. Maka akan muncul 2 pilihan yaitu Sketch Traj atau Select Sketch. Pilih Sketch Traj (Trajectory). Maka kita akan di beri pilihan untuk menentukan bidang gambar (plane).
    Pilih Plane > datum Right > Okay.
    Pilih datum top dantop pada Menu. Lakukanlah beberapa kali percobaan dengan menentukan setup plane dan sketch view yang berbeda-beda. Catat perubahan yang terjadi.
    sweep menu.jpg
  2. Buatlah sketch sesuai dengan keinginan atau ikuti contoh dibawah ini.
    sweep sketch.jpg
  3. Klik icon finish icon.jpg. Maka plane akan berubah mengikuti contour trajectory yang telah kita buat tadi. Kemdian buatlah sebuah lingkaran berdiameter 20. Klik icon finish icon.jpg untuk mengakhiri perintah. Klik Preview untuk melihat hasil sementara atau OK untuk mengakhiri perintah.
    protrusion.jpg

Perhatikan hasil gambar dibawah ini.

sweep result.jpg

Mudah bukan :). Selamat mencoba. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Udahan dulu nulisnya. Mata dah rada sepet besok mo kerja lagi. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

Revolve

define-placement.jpg

Pada kesempatan ini akan kita bahas mengenai revolve. Cara pembuatan part dengan metoda ini hampir sama dengan software modeling 3D lainnya. Bagaimana cara penggunaannya Mari kita kupas satu persatu.

  1. Klik insert> revolve. Perhatikan bagian kiri bawah.klik Placement> Define.
  2. define placement.jpg

  3. Kemudian akan muncul menu placement. Bagaimana cara menggunakannya sudah kita bahas pada bab terdahulu.
  4. Buatlah garis centerline. Klik Sketch> Line> Centerline atau klik icon berikut.
  5. centerline tool.jpg

  6. Letakan centerline pada garis sumbu (datum). Buatlah sketch sesuai dengan bentuk part yang dinginkan. Pada kesempatan ini kita hanya menampilkan model sederhana. Perhatikan gambar dibawah ini.
  7. sketch.jpg

  8. Klik icon finish icon.jpg untuk mengakhiri perintah.Perhatikan gambar dibawah ini.
  9. revolve angle.jpg
    Atur property. Besar sudut dapat diatur sesuai dengan keinginan. Kita tinggal mengganti besarannya. Klik icon accept icon.jpg atau middle mouse button (MMB) untuk mengakhiri.

Perhatikan hasil part dibawah ini. Part dapat ditambahkan feature radius atau chamfer.

part result.jpg

Mudah bukan :). Selamat mencoba. Semoga yang sedikit ini bisa membuka pengetahuan baru buat rekan-rekan yang ingin memperdalaminya.