Penyediaan kebutuhan SDM drafter AutoCAD untuk Perusahaan

menyediakan SDM drafter AutoCAD untuk Perusahaan

menyediakan SDM drafter AutoCAD untuk PerusahaanBagi Perusahaan-perusahanaan atau pihak Personal yang bergerak dibidang konsultan Drafting, kontraktor atau desainer yang membutuhkan SDM Drafter AutoCAD, kini TentangCAD bekerjasama dengan SolusiCAD mulai saat ini telah menyediakan tenaga Drafter AutoCAD 2d dan 3d siap kerja untuk  Perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Kebutuhan SDM dibidang Drafter AutoCAD sangat diperlukan untuk menunjang jalannya suatu proyek yang meliputi proyek dibidang teknik Mesin, Listrik, Civil ataupun Arsitek.
Untuk Informasi lebih lanjut silakan kirim permohonan SDM Drafter ke alamat Email berikut :

Email  : CourseAutocad@gmail.com
Phone : 0822.1440.7617

Silakan isi title atau judul Email dengan mengisikan ” Penyediaan SDM drafter AutoCAD untuk Perusahaan “.
Untuk konten Email Anda bisa mengisikan Alamat/CP Perusahaan, deskripsi job, Pengalaman/Non pengalaman, Rate salary, jenis pekerjaan, Status: Kontrak atau permanen, dll.
Melalui kerjasama ini Kami sangat berharap kebutuhan Anda terhadap SDM Drafter akan segala ter-realisasikan.

 

 

Salam Hangat

Membuat Grading untuk Site

072709_0031_MembuatGrad1.png

1. Buka latihan sebelumnya atau dapat men-Download data konturnya disini: EG-Surface agar dapat mengikuti langkah-langkah membuat grading.

2. Buatlah gambar sederhana dengan polyline pada area gambar, seperti contoh dibawah ini dengan memasukan koordinat berikut:

53859.557 , 384333.318
54165.773 , 384786.702
54892.005 , 384803.753
55139.932 , 384359.733
54919.036 , 383691.947
54047.395 , 383704.026

3. Pada menu grading > Create Feature Lines from Objects.

4. Klik pada gambar polyline yang telah kita buat, lalu tekan Enter. Pada dialog box Create Feature Line klik OK untuk mengubah garis tersebut menjadi Feature Line.

5. Pada dialog box Create Feature Lines, klik pada Assign elevation.

Lalu lepaskan tanda Centang pada Insert intermediate grade break points.

Command ini berfungsi untuk mengatur elevasi yang sesuai dengan Surface EG.

6. Untuk melihat elevasi Feature Line, klik pada Feature Line tersebut lalu klik kanan dan pilih Elevation Editor. Dan klik untuk mengakhiri perintahnya.

7. Pada menu grading > pilig Grading Creation Tools. Akan muncul Toolbar Grading Creation Tools.

8. Klik Icon untuk mengatur Grading Group. Isilah namanya Groupnya, misal Pad 1, dan aktifkan Checkbox Automatic Surface Creation dan Volume Base Surface pilih EG.

Isi nama Surface menjadi Pad-1, lalu klik OK.

9. Lalu klik Icon Select Criteria Set.

Lalu pilih Basic Set

10. Selanjutnya pilih Grade to Elevation.

11. Lakukan proses Grading denan perintah Create Grading > lalu klik garis Pad-1 pada gambar > lalu klik di sisi dalam dari Pad-1 > dan tekan Enter "Yes". Kemudian masukan Elevasinya 75m.

Maka hasilnya dapat dilihat seperti gambar berikut:

12. Ganti Kriteria grading menjadi Distance.

13. Lakukan proses grading lagi dengan Create Grading > lalu klik garis terdalam dari proses Grading yang telah dibuat sebelumnya > dan tekan Enter "Yes" > tekan Enter lagi untuk mengakhiri perintah.

Maka hasilnya dapat dilihat seperti gambar berikut:

14. Lakukan langkah 11-13 lagi sehingga hasilnya seperti contoh dibawah ini:

15. Masih pada Grading Creation Tools, klik dan kemudian pilih Create Infill. Klik pada daerah dalam dari Pad-1 dan tekan enter untuk mengakhiri perintah. Maka hasilnya dapat dilihat seperti gambar berikut:

——————

Profil Penulis:

Kiki Harianto biasa dipanggil Kiki, mengenal CAD sejak tahun 2000 tepatnya pada saat saya sekolah di STM Bangunan. dan lebih mendalami CAD saat mulai kuliah di Jurusan Arsitektur Universitas Swasta yang ada di jakarta. Tepat pada semester 5, kira2 pertengahan tahun 2006 saya mulai bekerja di sebuah perusahaan Kontraktor Telekomunikasi, selama 6 bulan saya bekerja di perusahaan tersebut sebagai Drafter. dan pada akhir tahun 2006 saya pindah kerja ke perusahaan Konsultan Geotechnical Engineering sebagai Draftmen dan disinilah saya mulai mendalami CAD Civil 3D dan Land Desktop Development, Sampai saat ini.

Cara Membuat Kontur dari Autocad Civil 3D

screw_template

Cara Membuat Kontur dari Autocad Civil 3D

1. Download data EG.txt ini agar kita dapat memulai membuat Kontur dengan Autocad Civil 3D

2. Buka aplikasi Autocad Civil 3D > New > Pilih template AutoCAD Civil 3D (Metric) NCS Extended.dwt

template

3. Pilih Toolbar General > Toolspace

toolspace

Nah sekarang saatnya kita mulai membuat Kontur

1. Pada Tab Prospector, pilih Surfaces > klik kanan > Create Surface.

create surface

Klik saja OK

create surface dialog

2. Pilih Point Files pada sub menu Surfaces > klik kanan > Add.

add point files

Setelah itu akan Muncul dialog sperti ini :

add point dialog

3. Plih format NEZ karena data EG.txt kita hanya Northing (N), Easting (E) dan Elevation (Z)

4. Setelah itu Select Source File (data yang sebelumnya telah di download), pilih tanda PLUS seperti gambar dibawah ini:

add

Lalu klik OK.

5. Tekan tanda Cecklist jika muncul dialog seperti ini:

point list

Nah, sampai disini kita sudah selesai sampai tahap meng-import data-data point nya (EG.txt), sekarang hanya tinggal kita munculkan saja Konturnya

1. Pilih EG pada sub menu Surfaces > Edit Surface Style

surface style

2. Pada Tab Display > hidupakn Layer Contour Major & Minor nya

layer selection

3. Setelah itu Double klik saja pada Scroll Mouse, lalu akan muncul Kontur pada display computer anda dan lihat hasil pekerjaan anda

final result

Selesai dan Kontur pun sudah jadi.

Mengenal Dasar Autocad Civil 3D

toolspace

Autocad Civil 3D merupakan perangkat terbaru untuk memberikan suatu solusi yang inovatif, menjadi proses perancangan civil engineering dan site development jauh lebih mudah dan lebih cepat. Sehingga dapat memberikan waktu yang lebih banyak untuk mencari solusi dan mempersingkat waktu proyek secara keseluruhan. Biasanya mereka yang menggunakan Civil 3D bagi mereka yang bekerja di pertambangan, pemipaan, dan lain-lain.

Sebelum mempelajari acutocad civil 3D, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu perintah-perintah atau bagian-bagian dari civil 3D.

Toolspace

Toolspace adalah menu pulldown dibagian atas toolbar yang berfungsi sebagai Master Command dan pusat pengaturan gambar.

toolspace

Tab Prospector

Berfungsi menampilakan berbagai jenis data yang digunakan civil 3D. saat pada bagian tertentu dari gambar atau model dibuat, submenu akan bertambah dibawah folder jenis data yang umum, dan semua data akan diurutkan berdasarkan nama.

Menu dropdown pada bagian atas Tab Prospector menampilkan dua hal, yaitu Active Drawing View dan Master View. Active Drawing View menampilkan gambar yang sedang terbuka sedangkan Master View menampilkan semua gambar yang terbuka dan nama gambar yang sedang aktifmakan tercetak tebal.

tab prospektor

Tab Setting

Menampilkan dan mengatur berbagai style yang telah tersedia untuk masing-masing item data. Pada Tab Setting juga memungkinkan untuk mengatur default gambar, label gambar dan setting fitur.

tab setting

Style

Jumlah Style dalam Civil 3D dapat terlihat banyak sekali, dalam waktu beberapa jam, kreasi, tampilan dan model untuk style dapat distandarkan, jadi paling tidak satu kali style diatur dengan interface. Style Object berisi tab information, Display dan Summary. Tab information memberikan nama style dan description. Tab display mengatur warna dan layer masing-masing object. Pada Tab Summary untuk melihat secara garis besar keseluruhan pengaturan syle. Style Label berisi tab information, General, Layout, Dragged State dan Tab Summary. Mengatur bentuk dan sifat label yang terkait dengan fitur. Tab General berisi pengaturan dasar untuk semua label, Tab layout berisi parameter pendefinisian label khusus. Tab Dragged State mendefinisikan bagaimana label berubah saat dipindah dari lokasi awalnya.

style

Toolbar

Sejumlah fitur dalam Civil 3D menggunakan Toolbar khusus untuk membuat object atau model misalnya Points, Parcels, Grading, Alignment, Profiles, dan Sections.

toolbar

Menu klik kanan

Seperti dalam Autocad, menu klik kanan juga dapat membantu dalam pekerjaan menggunakan Civil 3D.

——————

Profil Penulis:

Kiki Harianto biasa dipanggil Kiki, mengenal CAD sejak tahun 2000 tepatnya pada saat saya sekolah di STM Bangunan. dan lebih mendalami CAD saat mulai kuliah di Jurusan Arsitektur Universitas Swasta yang ada di jakarta. Tepat pada semester 5, kira2 pertengahan tahun 2006 saya mulai bekerja di sebuah perusahaan Kontraktor Telekomunikasi, selama 6 bulan saya bekerja di perusahaan tersebut sebagai Drafter. dan pada akhir tahun 2006 saya pindah kerja ke perusahaan Konsultan Geotechnical Engineering sebagai Draftmen dan disinilah saya mulai mendalami CAD Civil 3D dan Land Desktop Development, Sampai saat ini.

Mencari Luas 3D Polyline

create+surface

Masalah ini sempat hangat di milis Cadclub. Pertanyaan dari mas Sugeng tentang bagaimana caranya menghitung luas area dalam perimeter yang dibentuk oleh 3D polyline. Banyak masukan yang diberikan oleh para member.

Mas Ade membuatkan AutoLISP untuk menghitungnya. Hasilnya adalah luas area yang diproyeksikan pada bidang datar. Bukan luas area mengikuti elevasi lahan. Cara ini yang kemudian dinobatkan sebagai jawara oleh mas Sugeng :) Karena pertimbangan kemudahan, tidak butuh software tambahan selain AutoCAD, dan dapat dilakukan di AutoCAD versi mana saja.Mas Raka menganjurkan menggunakan Civil 3D saja. Mas Burik kemudian mengimel saya, menyumbangkan tutorial cara menghitungnya dengan Civil3D di bawah ini. Terima kasih atas sumbangan artikelnya mas Burik.

Saya sendiri menganjurkan dengan menggunakan loft dan thicken. Sayangnya baru bisa dilakukan dengan AutoCAD 2007 ke atas. Untuk area proyeksi datarnya saya anjurkan di flatten ke format dxb, atau menggunakan fitur flatten dari Express Tools. Setelah jadi polyline 2D tertutup, tentu mudah menghitung areanya.

Jika ingin tahu lebih jauh, mungkin keterangan di bawah ini bisa membantu. Mas Burik, saya edit ya artikelnya. Terima kasih buat masukannya.


Dengan Civil3DPertama yang dilakukan mas Burik adalah membuat surface dengan menggunakan context menu dari browser Civil3D.


Klik OK pada dialog yang muncul. Selanjutnya mas Burik membuat TIN dengan menambahkan polyline tersebut sebagai breaklines.


Isikan deskripsi yang sesuai pada dialog yang muncul, lalu pilihlah polyline tersebut. TIN akan ditampilkan bentuknya. Pada contoh ini, seperti berikut.

Untuk mengetahui luasnya, pilih surface, klik kanan, dan pilih surface properties. Anda bisa melihat data yang dibutuhkan di sana.


Dengan Membuat Loft dan Thicken

Untuk dapat membuat loft, saya harus mempunyai setidaknya dua section. Jadi saya break at a point, lalu saya LOFT dengan memilih kedua section. Surface sudah jadi, namun untuk menghitung area, saya harus menjadikannya solid. Karena itu saya THICKEN untuk mengubahnya jadi solid. Nilai yang saya ambil untuk thicknessnya sekecil mungkin, 0.001 hingga bisa diabaikan. Inquiry area pada solid, akan menghitung luas seluruh permukaan solid. Karena itu sisi-sisinya saya ambil setipis mungkin.Setelah itu saya inquiry dengan AREA. Hasil ini saya bagi dua, karena area itu adalah luas atas dan bawah solid.