Manajemen Gambar

management gambar

Manajemen Gambar

management gambarSatu hal penting dalam suatu proses pekerjaan adalah mengatur sistem atau pola yang akan dilakukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, mari biasakan diri kita bekerja dengan pola atau mengikuti aturan-aturan baik aturan yang telah dibuat oleh suatu badan atau organisasi atau aturan yang kita buat sendiri, sehingga kita dapat mengukur semua hal yang telah kita kerjakan, atau mengukur tingkat keberhasilan kita pada suatu waktu. Baik pekerjaan tersebut sedang berjalan atau telah selesai dikerjakan.

Semua orang mungkin bisa menggambar atau menggunakan autocad, tetapi tidak semua orang bisa menjadi drafter profesional. Seorang drafter harus dapat mengukur atau membuktikan atau dibuktikan tingkat kemampuan, keahlian dan kecakapannya. Harus memiliki manajemen bekerja yang bagus. Manajemen kerja adalah hal yang sangat penting yang akan mengolah dan menempatkan semua keahlian menjadi efektif dan ekonomis, hal nomor satu sebelum proses berlangsung dan akan menentukan keberhasilan dari pekerjaan tersebut.

Berikut beberapa point tentang manajemen gambar yang mungkin bisa menjadi referensi:

1. Kumpulkan sebanyak dan semampu kita informasi tentang pekerjaan yang akan kita lakukan. Karena kita akan mengolah atau menyusun dari informasi-informasi tersebut mana yang akan melibatkan kita secara langsung dan mana yang tidak. Mana yang seharusnya menjadi prioritas yang harus dikerjakan terlebih dahulu atau belakangan. Data-data apa saja yang kemungkinan akan diperlukan dalam proses pekerjaan. Kita akan tahu kemana kita akan bertanya bila kita mendapatkan masalah dan apa yang harus dilakukan. Jangan malas dan mulailah kreative untuk mengumpulkan informasi, karena kita tidak tau kapan masalah akan datang.

2. Buat dan tentukan satu media penyimpanan untuk seluruh pekerjaan gambar kita, dan jangan pernah menyimpan data lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Biasakan untuk selalu konsisten bekerja pada media penyimpanan tersebut sehingga kita tidak akan sulit mencari data yang kita perlukan baik sekarang atau tahun depan. Bisa jadi gambar ini bisa dijadikan referensi untuk pekerjaan berikutnya.

3. Persiapkan folder-folder utama proyek untuk penyimpan seluruh pekerjaan gambar, berilah nama folder dengan baik dan specifik berikut tanggalnya.

4. Persiapkan sub folder untuk menyimpan semua dokumen yang telah kita kumpulkan, folder pekerjaan yang sedang berlangsung kemudian folder qulity control, folder pengiriman dan folder backup. Persiapkan folder-folder tersebut secara terpisah, selain memudahkan dalam pencarian data kita juga dapat mengetahui status gambar yang sedang dikerjakan. Bila gambar tersimpan dalam sub folder quality control berarti status gambar telah dikerjakan, sedang dalam pengecekan dan semoga segera dapat dikirim. Bila kita membutuhkan data-data specifikasi item dari gambar carilah didalam folder dokumentasi.

5. Buatlah atau tentukan flowchart dari setiap aktivitas kita sehingga kita akan selalu bergerak dinamis. Berilah batas waktu dari setiap aktivitas. Bila hal ini tidak ada bisa jadi dalam aktivitas yang kita lakukan kita hanya berputar-putar dan menghabiskan waktu hanya untuk satu siklus pekerjaan saja tanpa ada kemajuan.

6. Selalu buatkan skala prioritas dalam bekerja, semua proses akan selalu mengalami 3 hal: pendahuluan, isi dan penutup.
Bila kita berpegang pada 3 hal ini maka akan mempermudah kita dalam menentukan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan apa pekerjaan berikutnya. Misalnya persiapkan semua kebutuhan sebelum memulai pekerjaan seperti membuat kopi, persiapan alat tulis, perlengkapan komputer dan printer yang akan diperlukan. Jangan sampai karena salah menempatkan skala prioritas dari kebutuhan tersebut akan menghambat atau merusak jadwal yang telah kita sepakati atau merusak diri kita sendiri. Sadari lah pekerjaan drafter itu dapat menghabiskan waktu berjam-jam dan menyenangkan. Kita bisa seharian tidak minum karena kita lupa menyiapkan minuman sebelum bekerja dan malas untuk mengambilnya. Atau kita tidak menyiapkan tinta printer sehingga gambar yang telah jadi tidak bisa dicetak. Biasakan semua yang kita kerjakan terukur dan dapat dipertanggung jawabkan

7. Biasakan untuk dapat menyelesaikan suatu kasus sendiri apalagi permasalahan tersebut masih dalam koridor pekerjaan kita. Bila kita tidak dapat memutuskan mintalah bantuan atasan untuk memutuskan hal apa yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan kita. Jangan membawa permasalahan kepada atasan, bawalah solusi-solusi yang akan kita lakukan dan atasan yang menentukan jalan keluar yang terbaik yang seharusnya dilakukan.

8. Kerjakanlah hal-hal yang kita anggap mudah terlebih dahulu dan sisakan bagian tersulit berikutnya. Karena kita telah terbiasa mengerjan hal mudah sehingga kita dapat mengukur dengan tingkat kesulitan seperti itu berapa lama waktu yang dibutuhkan. agar kita semakin dapat memastikan kapan kita dapat menyelesaikan pekerjaan ini. Bisa jadi pekerjaan yang kita anggap sulit setelah dikerjakan ternyata mudah atau sebaliknya. Sedangkan estimasi waktu telah ditentukan.
Bila kita dapat menyelesaikan hal-hal mudah terlebih dahulu apalagi dengan kuantiti yang banyak sehingga akan mengurangi tingkat depressi dari pekerjaan kita.

9. Kuasai standart gambar yang ada terlebih dahulu. Apalagi bila kita seorang drafter yang mengerjakan berbagai jenis gambar. Karena masing-masing gambar akan memiliki karakter sendiri-sendiri.

10. Bila ada revisi gambar, simpanlah gambar aslinya sebagai backup cantumkan tanggal dan revisi gambar sehingga kita tau history gambar tersebut, kapan perubahan dilakukan, item apa saja yang dirubah atau siapa yang melakukan perubahan. Dan terkadang bisa terjadi setelah beberapa kali perubahan gambar tetapi dalam praktek pekerjaan dilapangan gambar tersebut tidak dapat diaplikasikan dan desain gambar pertama yang digunakan. Bila kita tidak punya backup gambar pertama maka kita akan menambah waktu untuk hal yang seharusnya tidak diperlukan.
11. Dari batas waktu yang telah ditentukan persiapkan beberapa waktu untuk melakukan pengecekan. Periksa hasil gambar yang telah kita kerjakan dengan teliti hindari melakukan kesalahan, untuk drafter seni maka tingkat yang ingin dicapai adalah kepuasan tetapi untuk drafter tehnik yang dibatasi oleh standart-standart yang telah ditentukan tingkatan yang ingin dicapai adalah batas waktu, kerapihan, dan sesuai dengan standar pekerjaan yang ditentukan.

12. Idealnya seorang drafter harus berdampingan dengan seorang cheker atau quality control, baik checker khusus atau engineer yang memiliki desain. Seorang drafter yang tergabung dalam suatu tim kerja harus terbiasa menerima koreksi dari checker atau quality control, tanamkanlah sikap bahwa kita membutuhkan orang lain untuk mengkoreksi apa yang kita kerjakan, dari pengalaman selama menggambar selalu saja ada kekurangannya walaupun kesalahan tersebut hanya berpengaruh pada asesoris gambar tetapi ini akan mempengaruhi hasil gambar secara keseluruhan. Jangan perpedoman bahwa gambar yang kita kerjakan adalah telah sempurna dan jangan pula bekerja sekedarnya karena dengan anggapan akan dikoreksi oleh cheker atau engineer. Drafter yang baik dapat mendukung kerja teamnya secara keseluruhan dengan sempurna.

13. Buatlah atau cetak gambar yang telah jadi menggunakan pdf sebelum dicetak diatas kertas. Lakukan pengecekan awal, hal ini akan mengurangi konsumsi kertas bila terjadi kesalahan langsung dapat diperbaiki. Kita juga dapat memberikan gambaran awal dari sebuah desain dari engineer. Bila gambar desain tersebut belum sesuai keinginan maka kita dapat segera melakukan perubahan-perubahan.

14. Jika diperbolehkan ceklist atau coret bagian-bagian gambar desain yang telah kita kerjakan kemudian kita akan fokus hanya pada gambar yang belum ditandai.

15. Tip untuk gambar revisi: autocad memang memudahkan kita dalam mempersiapkan sebuah gambar, tetapi kita juga harus selalu teliti bila terjadi perubahan-perubahan gambar.
Misalnya kita membuat gambar denah rumah, untuk pintu karena sudah standar kita akan membuat block pintu. Hal ini mempermudah kita hanya mengcopy – paste tanpa harus membuat satu-satu daun pintunya. Tetapi ternyata ada perubahan untuk pintu kamar mandi ukurannya lebih kecil. Kemudian kita mengedit block daun pintu kita lupa kalau kita mengedit block tersebut akan mempengaruhi gambar pintu keseluruhan.

Salah satu cara untuk mudah mengecek dua gambar yang serupa adalah bandingkan kedua gambar tersebut dengan cara cetak gambar dengan format pdf. Buka kedua gambar menggunakan adobe reader, kemudian pada layar taskbar windows akan muncul kedua file tersebut. Klik gambar yang pertama pada taskbar kemudian gambar kedua bergantian berulang kali. Bila kita melakukan perubahan dengan benar maka masil gambar akan serupa. Baik bentuk dan settingannya. Temukan perubahan-perubahan yang ada pada kedua gambar tersebut pastikan perubahan yang terjadi hanya pada objek yang seharusnya.

Memang akan lebih aman bila kita menggunakan file yang sama dalam satu pekerjaan, tetapi adakalanya hasil akhir yang diperlukan berupa cetak kertas atau pdf untuk dilapangan, mari kita pertimbangan beberapa kemungkinan-kemungkinan yang mungkin dapat menyebabkan kesalahan-kesalahan misalnya memory komputer, memory printer, proses pencetakan, keterbatasan software, proses penyimpanan diserver dan hal lainnya. Sehingga perlu ketelitian pada saat akan mengirimkan gambar yang telah jadi.

Hindari duplikasi data, bila satu gambar harus dikerjakan oleh dua orang drafter gunakanlah dua nama yang berbeda. Bila nanti telah digabungkan segera hapus file yang tidak digunakan. Bila ada perubahan lebih baik membackup file yang berubah pada folder back up dan kita tetap mengerjakan perubahan pada file yang sama. Jadi kita sepakat data yang terakhir adalah data yang ada pada folder operasional. Selalu pastikan dalam folder tersebut hanya menyimpan satu data. Segera hapus file-file yang tidak digunakan. Selain meringankan media penyimpanan kita juga tidak bingung menentukan file yang terakhir.

Penjelasan mengenai Standard penggunaan LINE / Garis di AutoCAD

Line standard 3

Gambar tehnik adalah kumpulan garis dan arsir yang membentuk suatu objek yang merupakan pengembangan dari suatu ide atau design untuk diimplementasikan dalam suatu pekerjaan.

Agar gambar yang kita buat dapat diterima dan dimengerti maka dalam proses pembuatannya kita harus selalu mematuhi atau mengikuti standard-standard gambar baik standard yang umum atau yang khusus yang telah ditentukan untuk suatu sistem pekerjaan.
Sehingga gambar tersebut mudah dimengerti dan diimplementasikan menjadi karya nyata, atau ide yang kita miliki dapat dilaksanakan baik oleh kita sendiri atau orang lain.

+ Pengenalan garis:

Line standard

+ Penerapan garis :

Line standard 2

Dalam Autocad dua perintah garis yang sering digunakan line atau polyline. Untuk perintah line, garis yang dibuat akan berdiri sendiri persegmen meskipun terlihat satu kesatuan, tetapi bila menggunakan polyline garis yang dibuat menjadi satu kesatuan garis.

Beberapa permasalahan garis yang sering ditemui:
– Tebal garis yang dicetak berbeda dengan yang ada dilayar atau tidak sesuai dengan yang diinginkan:

  • Waktu mencetak gambar ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil cetakan, Untuk ketebalan garis sering kali kita menggunakan nilai default, coba cek nilai default yang diisi pada Lineweight setting apakah telah tepat nilai masing-masing objek.
  • Cek .CTB atau plot style table (pen assignments), CTB atau plot style table akan mengatur hasil pencetakan kita mulai dari warna, ketebalan garis, jenis garis, jenis arsiran dan lainnya. Apakah hasil pencetakan akan sama dengan apa yang ada dilayar atau berdasarkan ketentuan yang telah kita sepati dalam standar gambar.
  • Cek layer objek apakah telah berada pada layer yang tepat. Karena kita sepakat masing-masing layer akan memiliki propertinya sendiri.

– Tebal garis yang tampil hanya Outlinenya saja isinya tidak ada:

  • Cek kondisi variable fill mode
    0 = kosong
    1 = isi
  • Cek display performance pada menu option

Line standard 3

  • Ketik Lwdisplay on atau off
  • Coba ketik perintah plan atau regen

– Untuk editing atau modifikasi garis dapat berupa move atau dipindah, stretch atau geser, trim, extend, fillet atau edit vertex untuk editing vertex ini tekan shift bila kita ingin memilih lebih dari satu vertex.

Solusi mengatasi Autocad error tidak bisa diinstal

Solusi mengatasi autocad error tidak bisa diinsta

Banyak sekali diantara pengguna Autocad yang merasa bingung dengan keberadaan AutoCad versi Ribbon (2012 ke atas) yang susah diinstal di PC dan laptop padahal spec. komputer sudah sangat memadai baik itu RAM dan VGA.

Solusi mengatasi autocad error tidak bisa diinsta

Beberapa cara telah dilakukan namun aplikasi CAD masih tetap tidak bisa diinstal dan keputusan yang ditempuh Laptop / PC harus diformat ulang. Ini tentu saja merupakan sesuatu yang tidak sederhana dan menjadi barang yang mahal kalau dihitung dengan waktu karena sebetulnya kesalahan yang sering dijumpai ada di Ms. Framework yang memiliki nilai diatas dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh Software Autocad itu sendiri.

Silakan buka Control Panel dari Komputer kemudian pilih Uninstall a program.

Solusi mengatasi autocad error tidak bisa diinstalakan terbuka jendela software-software yang pernah diinstal sebelumnya pada komputer.

Solusi mengatasi autocad error tidak bisa diinstal 2

Minimal versi Limit Ms .Net Framework yang diperlukan AutoCAD 2012 adalah versi 4.0.
Untuk me-remove / uninstal Frame work ini tidak bisa dilakukan apabila Pc kita telah membuka beberapa apliksi, Restart Komputer kemudian langsung buka Cpanel dan silakan proses uninstall .Net Framework bisa dilakukan. Silakan restart kembali komputer Anda dan lakukan proses instalasi software AutoCAD Anda.

Apabila OS Windows masih menggunkan Windows Xp? its no problemo.
Windows Xp SP3 tentu bisa menjalankan proses instalasi AutoCAD versi 2012 ke atas namun bagaimana jika Windows Xp masih SP1 dan SP2, tentu saja belum bisa instal AutoCAD 2012.
Any solution?
Tentu saja ada, bagi Anda yang menggunakan  Win Xp SP1 atau SP2 silakan untuk menginstal dulu “Windows Imaging Component” yang disediakan oleh Microsoft. Tautannya ada di bawah ini:

http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=32

Windows Imaging Component (WIC) menyediakan aplikasi WIC-enabled untuk menampilkan dan mengedit format gambar yang berbasis CODEC WIC, dan juga untuk membaca dan menulis metadata dalam file gambar.

 Selamat malam, have a nice dream

Spesifikasi Komputer / Laptop untuk AutoCAD 2015

Spesifikasi Komputer Laptop untuk AutoCAD 2015

Spesifikasi Komputer Laptop untuk AutoCAD 2015AutoCAD 2015 dirilis tanggal 27 Maret 2014. Dalam tulisan mendatang kita akan membahas  AutoCAD 2015 melalui Fitur baru dan tips-nya.

Banyak dari teman-teman yang menanyakan spesifikasi PC atau laptop untuk software AutoCAD.
Berikut ini saya cantumkan spesifikasi Pc anda bagi keperluan AutoCAD 2015. Daftar spesifikasi di bawah ini sudah meliputi operating system 32 bit dan 64 bit.

System requirements for AutoCAD 2015
Operating System
  • Microsoft® Windows® 8/8.1
  • Microsoft Windows 8/8.1 Pro
  • Microsoft Windows 8/8.1 Enterprise
  • Microsoft Windows 7 Enterprise
  • Microsoft Windows 7 Ultimate
  • Microsoft Windows 7 Professional
  • Microsoft Windows 7 Home Premium
CPU Type For 32-bit AutoCAD 2015:

  • 32-bit Intel® Pentium® 4 or AMD Athlon™ Dual Core, 3.0 GHz or higher with SSE2 technology

For 64-bit AutoCAD 2015:

  • AMD Athlon 64 with SSE2 technology
  • AMD Opteron™ with SSE2 technology
  • Intel® Xeon® with Intel EM64T support with SSE2 technology
  • Intel Pentium 4 with Intel EM64T support with SSE2 technology
Network
  • Deployment via Deployment Wizard.
  • The license server and all workstations that will run applications dependent on network licensing must run TCP/IP protocol.
  • Either Microsoft® or Novell TCP/IP protocol stacks are acceptable. Primary login on workstations may be Netware or Windows.
  • In addition to operating systems supported for the application, the license server will run on the Windows Server® 2012, Windows Server 2012 R2, Windows Server 2008, Windows 2008 R2 Server editions.
  • Citrix® XenApp™ 6.5 FP1, Citrix® XenDesktop™ 5.6
Memory 2 GB (8 GB recommended)
Display Resolution 1024×768 (1600×1050 or higher recommended) with True Color
Display Card Windows display adapter capable of 1024×768 with True Color capabilities. DirectX® 9 or DirectX 11 compliant card recommended but not required.
Disk Space Installation 6.0 GB
Pointing Device MS-Mouse compliant device
Digitizer WINTAB support
Plotter/Printer Same as AutoCAD 2013-2014 — system printer and HDI support
Media (DVD) Download and installation from DVD
Browser Windows Internet Explorer® 9.0 (or later)
Side-by-side Install Supported
ToolClips Media Player Adobe® Flash® Player v10 or up
.NET Framework .NET Framework Version 4.5
Additional requirements for large datasets, point clouds, and 3D modeling
CPU Type Intel Pentium 4 processor or AMD Athlon, 3.0 GHz or higher with SSE2 technology; Intel or AMD Dual Core processor, 2.0 GHz or higher
Memory 8 GB RAM or greater
Disk Space 6 GB free hard disk available, not including installation requirements
Display Card 1280×1024 True Color video display adapter 128 MB or greater, Pixel Shader 3.0 or greater, Direct3D®-capable workstation class graphics card.

Menambahkah tampilan AutoCAD Classic di AutoCAD 2015 & 2016

CUIIMPORT

Ketika kita menjalankan AutoCAD 2015 atau 2016 untuk pertama kali maka ada sedikit perubahan yang mencolok dimana opsi workspace AutoCAD Classic sudah tidak ada, ini mungkin sangat menggangu bagi para pengguna AutoCAD yang dalam penggunaan kesehariannya menggunakan tampilan classic.
Berikut ini adalah salah satu solusi yang terbukti manjur ketika Anda mengalami putus asa karena sampai saat ini tampilan AutoCAD masih belum bisa dialihkan ke tampilan Classic.

Pertama gunakan perintah CUIIMPORT
CUIIMPORT
Akan muncul kotak dialog Customize User Interface (CUI)

cui

Pilih ikon Open CUI File…

Muncul kotak dialog Open CUI

open cui

Dari kolom address bar tulis %appdata% kemudian Enter

Muncul kotak dialog App data Roaming.

appdata

Double klik folder Autodesk – AutoCAD 2014 – R19.1 – enu – Support, setelah itu buka file Acad.CUIX dengan mengenakan tombol open…

appdata open

Setelah itu kita akan kembali dibawa ke kotak dialog CUI

cui drag

Terlihat fitur AutoCAD classic sudah ditambahkan di kolom sebelah kiri. Berikutnya pilih tulisan AutoCAD classic tadi dan Drag ke kolom sebelah kanan.

Klik Apply – Ok

workspace classic

Fitur tampilan AutoCAD Classic sudah ditambahkan, Selamat mencoba!!!

Apakah kemampuan pengguna CAD di perusahaan anda sudah baik?

using-computer.jpg

using computer

© Danny Hooks | Dreamstime.com

Seperti yang kita ketahui, setiap tahun Autodesk mengeluarkan versi terbaru produk-produknya. Vendor software CAD lain juga tidak kalah agresif. Bentley bahkan bisa mengeluarkan minor update 3-4 kali setahun.

Dalam setiap update terbaru, tentu ada fitur-fitur baru, baik signifikan ataupun tidak. Apakah pengguna CAD di perusahaan anda sudah menguasai fitur-fitur barunya? Atau masih menggunakannya dengan cara yang sama seperti 10 tahun yang lalu?

Fitur baru (tidak) penting!

Mungkin anda berpikir bahwa fitur baru tidak penting. Kostumisasi dan program buatan anda bisa menyelesaikan dengan cepat. Tapi masalahnya tidak hanya menggambar dengan cepat.

Sekarang gambar dituntut semakin ‘cerdas’ dan tidak hanya harus selesai dengan cepat. Tapi bisa menyimpan informasi dan mudah dimodifikasi. Ini memungkinkan anda membuat Bill of Quantity atau Bill of Material dengan otomatis, misalnya. Cepat dan mengurangi kesalahan penghitungan.

Penggunaan block yang optimal juga mengurangi waktu pembuatan dan modifikasi gambar. Karena anda pasti harus mengedit gambar anda dalam proses desain. Tidak ada desain yang tidak mengalami perubahan dalam proses pembuatannya bukan?

Itu baru bicara AutoCAD. Belum aplikasi lain yang mungkin banyak fiturnya belum anda pahami. Seperti iMates, iPart, iLogic di Inventor. Pembuatan families di Revit. Dan sebagainya.

Jujur, memang tidak semua fitur anda butuhkan. Tapi setidaknya anda perlu mereview apakah fitur itu perlu anda implementasikan dalam pekerjaan sehari-hari atau tidak. Anda perlu tahu apa pengaruhnya pada gambar yang anda terima atau kirimkan ke perusahaan rekanan anda.

Kalau pengguna CAD anda belum memahami annotation scale misalnya, bisa jadi kebingungan saat melihat ada dimensi atau text yang hilang di viewport lain. Bisa banyak waktu yang terbuang hanya untuk memecahkan masalah sepele.

Belum lagi kalau si user berinisiatif mengubah gambar ke cara yang dikuasainya saja. Hal ini bisa merusak gambar atau desain secara keseluruhan.

Mengaudit workflow

Anda perlu berpikir untuk mengaudit apakah alur kerja di perusahaan anda sudah benar. Saya menyukai ide Seth Godin ini. Anda bisa melakukan hal yang sama.

Undang reseller anda, atau orang yang anda anggap menguasai software dan industri anda. Ingat, hanya menguasai software saja tidak cukup. Minta ia melihat bagaimana para pengguna CAD di perusahaan anda bekerja. Bisa selama 1/2 hari atau bahkan 1 hari.

Setelah itu minta ia memberikan quotation untuk training atau mungkin membuat sistem agar anda bisa mengurangi waktu yang terbuang dalam proses desain.

Jika anda tidak ingin membayar orang luar untuk melakukan ini, anda bisa mengundang CAD manager dari perusahaan rekanan yang anda anggap punya sistem kerja yang bagus. Atau bahkan membuat tim RnD internal yang bertugas mereview update software setiap tahun. Cukup 1 minggu setiap tahun, tugaskan tim anda mereview software itu (apapun softwarenya) dan minta mereka mencari tahu apakah versi baru itu punya keuntungan yang bisa segera digunakan.

Lebih jauh, anda mungkin bisa mereview software yang digunakan, apakah software yang anda gunakan sudah memadai, atau anda perlu menggunakan software CAD lain yang lebih tepat?

Aktif di komunitas CAD

Sebetulnya saya dulu punya ide untuk mengembangkan komunitas CAD di Indonesia. Syukur kalau bisa jadi organisasi resmi. Semacam PII atau IAI lah. Supaya para pengguna CAD bisa saling membantu, menunjang komunitas ini. Tidak hanya untuk belajar, tapi lebih jauh bisa sertifikasi nasional, rekomendasi dan informasi pekerjaan, dan sebagainya.

Sayangnya, komunitas CAD di Indonesia terlalu pasif. Hanya dalam mode konsumsi tanpa ikut aktif jadi produsen. Kalau anda coba lihat di situs ini, hanya sedikit yang bersedia ikut menyumbangkan artikel. Sebagian besar justru meminta lebih tanpa ikut aktif berbagi.

Saya harap, kelak komunitas CAD di Indonesia bisa lebih aktif agar cepat berkembang. Siapa tahu bisa jadi kiblat CAD Asia Tenggara…

Sejarah AutoCAD

3367641047_74789348af

Di halaman facebook TentangCAD, ada yang menanyakan bagaimana sejarah AutoCAD. Mungkin sekalian menjawab pertanyaan itu, dan buat yang lain yang ingin tau… berikut beberapa resource yang dapat digunakan:

Between the Lines

Blog dari Shaan Hurley, Autodesk Platform Technology Evangelist for the AutoCAD & Platform Products Division. Shaan mengumpulkan release AutoCAD dari awal sampai sekarang di halaman blog ini. Bisa dikatakan ‘unofficial AutoCAD history page’

The Autodesk File

Sumber lain yang bisa diikuti adalah ‘the Autodesk Files’ dari John Walker, salah satu pendiri Autodesk. Report ini sangat lengkap, namun tidak lagi diupdate. Bagi yang ingin tau detail soal berdirinya Autodesk, bisa jadi referensi yang lengkap.

Autodesk_founders

Selamat mengikuti!

Mengenal Autodesk Certification

Certified_Professional_TC.png

Minggu lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti ujian sertifikasi professional di Autodesk Singapura. Saya mengikuti sertifikasi untuk Revit Architecture 2010 (ya, memang sekarang sudah versi 2011, tapi untuk sertifikasi masih 2010 yang ada). Dari pesan yang disampaikan oleh pihak Autodesk, sepertinya mereka ingin mempopulerkan sertifikasi ini. Kalau bisa sebanyak mungkin user aplikasi Autodesk ikut sertifikasi.

Jadi meneruskan pesan untuk ‘encourage users to be certified’ saya ingin menyampaikan kepada teman-teman yang ingin diakui skill CAD-nya terkait sertifikasi ini. Mungkin kelak berminat ikutan, kalau sudah tersedia di Indonesia. Ya, sayangnya saat ini belum tersedia di sini. Namun melihat antusiasnya mereka menggalakkan sertifikasi, mungkin tidak lama lagi dapat diikuti di Indonesia.

Certificate of Completion vs Certificate of Recognition

Mungkin ada teman-teman yang bilang, saya punya kok sertifikat dari Autodesk, waktu ikut training di Autodesk training center. Betul, itu adalah certificate of completion. Yang menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah menyelesaikan training tersebut, dengan materi training dan instruktur profesional yang diakui Autodesk. Sementara sertifikat ini adalah Certificate of Recognition, merupakan ‘pengakuan’ atas skill individu dari Autodesk. Mungkin kalau diibaratkan, certificate of completion itu sudah selesai sekolah, tapi belum lulus UN ;)

Adapun sertifikat professional itu seperti ini. Ada nama, nama sertifikasi, dan no seri. No seri dan nama ini bisa di cross check di website Autodesk. Jadi jangan coba-coba memalsukan :) Bisa ketahuan!

Certified_Professional_TC

Level untuk Professional Certification

Ada dua level sertifikat ini: associate dan professional. Associate adalah basic, professional adalah level advanced. Harus lulus associate dulu baru bisa ikut yang professional. Bagi yang sudah lulus, berhak mencantumkan ‘gelar’ sertifikasi tersebut dan menggunakan logo ini:

certification logo

Logo dan sertifikasi ini bisa dicantumkan di kartu nama, email signature, CV, dan tempat lain yang dianggap perlu.

Dan bagi yang lulus, namanya juga akan tercantum di database Autodesk ini. Bagi perusahaan yang ingin mencari pegawai yang kemampuannya diakui Autodesk, dan untuk memeriksa apakah betul si pelamar ‘certified’ oleh Autodesk. Di halaman tersebut, carilah bagian ‘Autodesk Certified Professionals Search’

 certified_professional_search

Coba anda cari di negara Indonesia, untuk aplikasi tertentu. Anda bisa lihat nama orang yang lulus (kalau anda lulus, nama anda juga akan ada di sini). Untuk Indonesia, ada 2 orang yang certified associate sebagai AutoCAD 2010. 1 orang certified associate untuk Inventor 2010, dan 1 orang certified professional untuk Revit 2010 (yaitu saya ;). Saya belum coba cari yang lain, tapi kalau minat, silahkan coba search sendiri :)

registered_professional

Semoga secepatnya sertifikasi ini bisa diikuti di Indonesia. Bagi yang berkesempatan ke Singapura atau Malaysia, mungkin bisa usahakan luangkan waktu dan biaya untuk mengikutinya.

Ingat, sertifikasi ini diakui secara world wide, termasuk jika anda ingin melamar ke luar negeri!

Mengenal Standar Layer

AIA_layers.png

Beberapa waktu yang lalu, kita sudah membahas mengenai CAD standard, kenapa perlu digunakan. Ada beberapa elemen dari drawing yang dbuat standard. Diantaranya dapat anda baca di halaman Wikipedia ini. Salah satu yang paling merepotkan dalam urusan standar ini adalah layer. Bagaimana sih cara pemberian nama layer yang standard?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak ada penamaan layer yang betul-betul standard. Namun ada beberapa standard penamaan layer yang digunakan cukup luas. Salah satunya dari AIA: AIA Cad Layer Guidelines, 2nd edition (1997).

AIA_layers

Perhatikan bagaimana penamaan layer di AIA. Secara umum, ada tiga kelompok pada nama layer.

  1. Disiplin Ilmu. Di awal nama layer, anda akan melihat disiplin ilmu yang menggunakan layer tersebut. A berarti arsitektur. C berarti civil (umumnya civil infrastructure), dan sebagainya.
  2. Di bagian kedua, menunjukkan jenis objek. Nama objek ini terdiri dari 4 huruf. Kalau lebih, ya diringkas. ANNO berarti annotation, DETL berarti detail, DOOR adalah pintu.
  3. Bagian ketiga, digunakan untuk memberikan detail lebih jauh tentang jenis objek tersebut. TEXT berarti anotasi berupa teks, SYMB berarti anotasi berupa simbol.

Pengelompokan nama layer seperti ini akan mempermudah kita mengetahui objek itu ada di disiplin mana, itu jenis objek apa, dan detail dari tipe objek itu. Bahkan jika anda memberikan gambar anda pada orang yang tidak menggunakan CAD standard, ia akan lebih mudah menebak gambar mana ada di layer mana. Dan karena penamaannya bersifat standar internasional, orang bule pun akan paham.

Layer Filter

Kalau anda membuat semua nama layer pada template, anda akan melihat ada ratusan nama layer yang tersedia! Mungkin akan membingungkan, bagaimana memilih layer-layer untuk diaktifkan. Tapi jangan khawatir. Pemberian nama yang standard akan mempermudah kita juga untuk menggunakan layer filter. Hanya layer yang dibutuhkan yang akan tampak di layer list.

Layer_Filter

Perhatikan contoh di atas. Filter ‘AEC objects’ akan menampilkan hanya layer-layer untuk objek AEC. Karena nama semua layer sama untuk setiap project, divisi, dan mungkin bahkan untuk perusahaan rekanan anda, anda dapat menggunakan layer filter ini berulang-ulang. Jadi waktu anda bekerja dengan object AEC dan tidak perlu menampilkan layer untuk objek lainnya… aktifkan saja filter tersebut.

Contoh lain untuk penamaan layer ini bisa dilihat di sini.

Bagaimana dengan perusahaan anda, apakah sudah menggunakan CAD standard? Apakah anda tertarik untuk menerapkan CAD Standard, dan merasa bisa memperoleh keuntungan dari penggunaan CAD Standard?

Jika tidak, apa kesulitan anda dalam menerapkan CAD standard?

Kita akan lanjutkan untuk penggunaannya pada drawing. Selanjutnya.

Mengenal CAD Standard

cad_standard_thumb.jpg

cad_standard

Apakah anda sudah menggunakan CAD standard di perusahaan anda? Atau setiap pengguna CAD di perusahaan anda masih dibebaskan untuk menggunakan ‘standard sendiri’? Sudah waktunya anda mencoba untuk mengimplementasikan CAD Standard. Pada kesempatan ini kita akan coba diskusikan kenapa CAD Standard itu penting.

Standard Menyamakan Persepsi

Pada masa sekolah dulu pasti masih ingat bahwa kita diajarkan arsiran untuk section, untuk dinding bata, untuk material kayu, dan sebagainya. Kita juga diberikan standard ketebalan pen/garis saat menggambar. Untuk benda yang nyata/tidak terpotong, section, arsiran, dsb. Juga ukuran huruf, yang pada waktu itu masih menggunakan mal.

Kenapa? Karena penyamaan persepsi akan membuat gambar anda mudah dibaca. Kalau tidak ada persamaan persepsi seperti itu, mungkin anda harus menulis ‘ini dinding bata’ sebagai pengganti simbol arsiran. Text anda mungkin akan terlalu kecil sehingga tidak terbaca, atau terlalu besar sehingga mengganggu geometri gambar anda. Dan gambar-gambar yang dikeluarkan perusahaan anda akan tampak konyol karena berbeda satu dengan lainnya. Setiap orang punya simbol sendiri-sendiri, dan cara sendiri-sendiri untuk menunjukkan maksudnya!

Setiap Orang Punya Standard

Di era digital, standard tidak lagi melulu soal hasil cetak. Hal ini yang belum terlalu dipahami oleh decision maker dan pihak management di perusahaan. Banyak yang masih mementingkan ‘yang penting hasil cetaknya bener’.

Sesungguhnya setiap orang punya standard. Sadar atau tidak, anda akan selalu membuat nama layer yang kurang lebih sama. Mungkin ada sedikit variasi, tapi pola pikir anda sudah terbentuk. Anda suka menggunakan thick ketimbang arrow untuk dimension misalnya. Kenapa anda melakukannya?

Setiap orang suka keteraturan. Mungkin juga ingin tampak ciri khas. Dan pastinya membuat standard sendiri seperti itu akan mempermudah hidup yang membuat gambar.

Masalah akan mulai muncul jika anda bekerja dalam tim. Sendiri, mau pakai standard apa saja tidak masalah. Namun saat project semakin besar, anda akan butuh penyesuaian. Sewaktu sudah ada lima orang atau lebih yang bekerja pada project tersebut, anda akan merasakan bahwa tim anda butuh satu standard yang digunakan bersama-sama.

Bagaimana Kalau Bekerja Tanpa Standard yang Sama?

Pernahkah anda menerima gambar CAD dari orang lain, atau bahkan perusahaan lain? Kalau anda ingin menggunakan gambar itu tentu anda harus mengubahnya. Mencari tahu si anu menggambar objek-objek itu di layer mana. Mengubah color, line weight, styles, dsb. Mungkin bahkan mengganti gambar pintu, jendela sampai symbol anotasi yang tidak sesuai dengan gambar anda lainnya.

Proses ini dapat memakan waktu cukup lama. Jika kemudian gambar yang sudah anda ‘sesuaikan’ itu butuh perubahan dan dikirimkan kembali ke partner anda tersebut, dia juga harus mempelajarinya lagi. Jika project ini melibatkan puluhan atau ratusan orang, dan setiap orang menghabiskan beberapa jam setiap menerima gambar, ini akan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Perusahaan akan kehilangan produktifitasnya. Kalau setaun harusnya bisa menyelesaikan 20 project, mungkin karena isu standarisasi ini cuma bisa menyelesaikan 15-18 project. Hal ini bisa dihindari kalau perusahaan sudah mengimplementasikan standar internasional.

Apa saja Standar Internasional Yang Ada?

Ada beberapa institusi yang menerbitkan standard, dalam usahanya menyamakan persepsi ini. Diantaranya untuk bidang AEC (architecture, engineering, and construction) adalah sebagai berikut:

  1. American Institute of Architects Standard (AIA)
  2. ISO Standard 13567 (ISO 13567)
  3. Singapore Standard 83 (CP83)
  4. British Standard 1192 (BS1192)

Selanjutnya kita akan coba belajar lebih jauh mengimplementasikan CAD Standard ini. Stay tuned!