Penjelasan mengenai Standard penggunaan LINE / Garis di AutoCAD

Line standard 3

Gambar tehnik adalah kumpulan garis dan arsir yang membentuk suatu objek yang merupakan pengembangan dari suatu ide atau design untuk diimplementasikan dalam suatu pekerjaan.

Agar gambar yang kita buat dapat diterima dan dimengerti maka dalam proses pembuatannya kita harus selalu mematuhi atau mengikuti standard-standard gambar baik standard yang umum atau yang khusus yang telah ditentukan untuk suatu sistem pekerjaan.
Sehingga gambar tersebut mudah dimengerti dan diimplementasikan menjadi karya nyata, atau ide yang kita miliki dapat dilaksanakan baik oleh kita sendiri atau orang lain.

+ Pengenalan garis:

Line standard

+ Penerapan garis :

Line standard 2

Dalam Autocad dua perintah garis yang sering digunakan line atau polyline. Untuk perintah line, garis yang dibuat akan berdiri sendiri persegmen meskipun terlihat satu kesatuan, tetapi bila menggunakan polyline garis yang dibuat menjadi satu kesatuan garis.

Beberapa permasalahan garis yang sering ditemui:
– Tebal garis yang dicetak berbeda dengan yang ada dilayar atau tidak sesuai dengan yang diinginkan:

  • Waktu mencetak gambar ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil cetakan, Untuk ketebalan garis sering kali kita menggunakan nilai default, coba cek nilai default yang diisi pada Lineweight setting apakah telah tepat nilai masing-masing objek.
  • Cek .CTB atau plot style table (pen assignments), CTB atau plot style table akan mengatur hasil pencetakan kita mulai dari warna, ketebalan garis, jenis garis, jenis arsiran dan lainnya. Apakah hasil pencetakan akan sama dengan apa yang ada dilayar atau berdasarkan ketentuan yang telah kita sepati dalam standar gambar.
  • Cek layer objek apakah telah berada pada layer yang tepat. Karena kita sepakat masing-masing layer akan memiliki propertinya sendiri.

– Tebal garis yang tampil hanya Outlinenya saja isinya tidak ada:

  • Cek kondisi variable fill mode
    0 = kosong
    1 = isi
  • Cek display performance pada menu option

Line standard 3

  • Ketik Lwdisplay on atau off
  • Coba ketik perintah plan atau regen

– Untuk editing atau modifikasi garis dapat berupa move atau dipindah, stretch atau geser, trim, extend, fillet atau edit vertex untuk editing vertex ini tekan shift bila kita ingin memilih lebih dari satu vertex.

Mengenal lebih dekat tentang Drafting Setting (DSettings)

Terimakasih kepada Kang Dadang Fauzi dan Mas edo yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut sharing tentangCAD di tentangCad.com ini

Materi pertama kita akan membahas autocad lebih dalam lagi mengenai Drafting Setting /Dsetting.

A. Tentang Drafting Setting (Dsetting) di Autocad 2013

Autocad>Tools>Drafting setting:

1. Snap and Grid

Dsetting

Pada kotak ini kita akan mengatur besaran grid yang akan dipakai pada suatu gambar, aktivasi snap ke grid serta hal mengenai grid. Besar atau jarak X dan Y untuk snap bisa berbeda dengan jarak X dan Y untuk grid ( misalnya: snap spacing X dan Y = 1 dan grid spacing X dan Y = 10, maka grid yang tampil dijendela gambar akan berjarak 10,10 tetapi pergerakan kursor akan 1,1). Nilai X dan Y akan selalu sama.

Grid sendiri adalah suatu kerangka yang dibangun atas beberapa garis vertikal dan garis horizotal dengan jarak tertentu yang akan membantu dalam perencanaan atau proses penggambaran terutama dalam ukuran atau konsistensi jarak.

  • Snap on (F9)
    Bila Snap on (F9) diaktifkan maka kursor akan bergerak sejauh nilai X dan Y yang ditentukan secara vertikal dan horizontal. Bila tidak diaktivkan kursor bergerak bebas.

Polar snap

Snap Type
Ada 2 (dua) tipe snap:
untuk sistem penggambaran yang umum, kita dapat menggunakan tipe ractangular snap dimana kursor akan bergerak secara tegak lurus.
Tetapi bila sistem penggambaran isometris akan lebih mudah bila snap settingnya isometric sehingga kursor gambar akan selalu bergerak isometris tanpa harus mengatur rotasi setiap menarik garis atau menggambar.

Grid on (F7)
Untuk tampilan grid bisa berbentuk garis atau titik, gunakan command GRIDSTYLE untuk merubah tampilan grid: variabel <0> untuk garis dan <1> untuk titik.

Tampilan grid dapat diaplikasikan pada jendela
– 2D model
– Block editor
– Laout

  •  Grid Spacing
    Besaran yang kita inginkan untuk jarak antar grid. Bila kita memerlukan ketelitian yang sangat detil kita dapat

Adaptive Grid
Limits the density of the grid when zoomed out. ( GRIDDISPLAY system variable)
• Allow Subdivision Below Grid Spacing:
Generates additional, more closely spaced grid lines when zoomed in. The frequency of these grid lines is determined by the frequency of the major grid lines. ( GRIDDISPLAY and GRIDMAJOR system variables)
2. Polar Track
3. Object Snap
4. 3D Object Snap
5. Dynamic Input
Pada saat editing garis kita akan memasukan nilai panjang dari garis yang kita edit baik total panjang atau nilai tambahan dari garis yang ada.
Untuk merubah nilai masukan tersebut dapat dilakukan pada menu drafting setting.

6. Quick Properties
7. Selection Cycling

ds
Selection Cycling memungkinkan kita untuk memilih atau mencari objek-objek yang tumpang tindih/double pada file gambar. Pada saat kursor berada diatas objek yang double kursor akan otomatis berubah menjadi biru.

# Allow Selection Cycling
Checklist kolom ini untuk mengaktifkan menu selection cycling.

# Display Selection Cycling List Box
Menampilkan objek-objek yang bertumpuk dalam suatu jendela/kotak daftar tersendiri, berisi daftar semua objek tumpang tindih pada saat dipilih.

  • Cursor-dependent
    Mengatur parameter posisi kotak daftar/jendela selection cycling.
    Quadrant:
    Menentukan di mana kuadran dari kursor ke posisi kotak daftar. Bergerak kotak daftar relatif terhadap kursor.
    Distance in pixels:
    Menentukan jarak antara kursor dan kotak daftar.
  • Static
    Kotak daftar tidak bergerak dengan kursor dan tetap di posisi yang sama. Untuk mengubah posisi kotak daftar, klik dan geser.

# Show title bar
Untuk menampilkan title bar, lebih baik menu ini tidak dicheck list untuk menghemat tampilan pada layar gambar.

Pengaturan Rendering AutoCAD 2016

render 2016

Bagi rekan-rekan yang sering membuat objek modeling 3d di AutoCAD tentu tidak asing lagi dengan istilah RENDER. Melalui proses Rendering ini ditambahkannya efek realistik komputer grafis dengan menambahkan kualitas tiga dimensi seperti variasi warna, pencahayaan dan bayangan yang terjadi.
Sejak mulai munculnya AutoCAD versi 2016 ini pengaturan rendering sedikit berbeda dengan versi-versi sebelumnya; dimana untuk opsi kwualitas Render mengalami penambahan termasuk pengaturan Environment dan Exposure.

render 2016

Tool Render

Tool Render ini berada di menu Ribbon Visualize. Dengan mengakses tanda panah akan memunculkan Render Preset Manager sedangkan untuk memunculkan pengaturan Environment dan Exposure anda dengan mudahnya memilih tanda segitiga terbalik dari tool Render di atas tadi.

Environment dan Exposure

Tool Environment dan Exposure

Penjelasan mengenai Environment dan Exposure sudah cukup jelas dari gambar di atas dimana AutoCAD 2016 memiliki pilihan proses rendering yang bervariasi seperti yang tercantum di bawah ini.

proses render 2016

Selain itu juga AutoCAD versi terbaru ini memanjakan penggunanya dengan adanya pilihan pengaturan kadar tingkat penerangan pencahayaan melalui Render Environment dan Exposure.

setingan pengaturan Environment dan Exposure

setingan pengaturan Environment dan Exposure 2

Anda dapat dengan leluasa menerapkan pengaturan yang baru ditambahkan pada versi autocad 2016 dan lakukanlah metode penerapan kwualitas rendering minimal hingga maksimal jika diperlukan aktifkan pilihan pencahayaan matahari sehingga akan didapat bayangan yang memiliki hasil realistis dari semua perpaduan yang anda terapkan.

Berikut ini contoh hasil rendering dengan tingkat kwalitas paling rendah sampai maksimal :

Low

– Low Quality Render

medium

– Medium Quality Render

high

– High Quality Render

Coffe-break quality

– Coffe-break Quality Render

lunch quality

– Lunch Quality Render

SELAMAT MENCOBA !!!

Membuat Block

022210_0236_MembuatBloc1.png

Tutorial ini khusus untuk para drafter pemula yang baru mengenal Autocad, yang belum banyak mengenal banyak fungsi, fungsi block sangat banyak manfaatnya dan banyak di gunakan di dalam gambar, dan sangat pasti bagi drafter pemula setelah anda bisa merangkai gambar, akan mengarah ke penggunaan block, mudah-mudahan tutorial yang sangat sederhana ini bisa menambah pengetahuan anda.

Langkah pertama siapkan oleh anda sebuah gambar, atau anda bikin gambar dadakan sekehendak anda, arahkan kursor ke menu “Draw -> Block -> Make”, atau ingin lebih singkat pada command prompt ketik “Block”, akan muncul dialog ini.

Gambar 1. Tampilan definisi blok.

Isilah kotak “Name” dengan nama Bolt, di ikuti dengan tekan tombol “Select object” dan pilih gambar anda yang akan di jadikan block, lanjutkan dengan menekan tombol “Pick point” dan pilih sebagai patokan base pointnya, centang tombol “Convert to block”, kotak Description boleh di isi atau kosongkan saja.

Gambar 2. Tampilan berubah setelah langkah di atas di kerjakan.

Setelah selesai tekan tombol “OK”, gambar asli tetap masih ada di tempatnya , sekarang lakukan ketik pada command prompt “Insert” atau “ddinsert”, akan muncul lagi dialog ini

Gambar 3. Dialog insert yang di tampilkan.

Pada kotak “Name” cari nama block yang anda buat tadi, tidak tertutup kemungkinan nama block sudah banyak di data base anda, lanjutkan tekan tombol “OK”.

Begitu tombol ok anda tekan dialog inser langsung menghilang, tapi pada command muncul “Specify insertion point or [Scale/X/Y/Z/Rotate/PScale/PX/PY/PZ/PRotate]:”, disini anda boleh memilih tulisan yang berada dalam “[…..]” dan seting sendiri atau ingin lebih ringkas, di klik aja dimana anda suka.

Tutorial #1: Membuat Dinding

wall_thumb.jpg

wall

Beberapa waktu yang lalu saya sudah memposting mengenai sistem penggambaran di AutoCAD. Kali ini kita akan meneruskan secara detail menyiapkan reusable content berupa dinding. Meski ini mungkin sedikit banyak overlap dengan tutorial dynamic block, tapi tujuan kali ini berbeda.

Bukalah sebuah gambar baru. PASTIKAN ANDA MENGGUNAKAN TEMPLATE ISO.

Persiapkan 2 layer berikut:

  1. A-Wall
  2. A-Wall-Detail

layers

Kenapa kita membuat dua layer untuk dinding? Kita akan menggambarkan secara lengkap dinding tersebut. Namun sebagian kita gambar di layer detail. Tujuannya pada saat kita menampilkan pada gambar dengan skala relatif kecil, kita akan tampilkan semuanya. Namun untuk skala kecil, seperti siteplan, kita tidak akan tampilkan detailnya.

Aktifkan layer A-Wall. Gambarlah rectangle dengan ukuran 500×150.

Aktifkan layer A-Wall-Detail. Buatlah rectangle dengan ukuran 500×110. Isi dengan hatch ANSI32.

dinding bata

Sekarang, buatlah menjadi block. Berikan insert point pada midpoint sisi dinding. Setelah jadi, buka di block editor.

Tambahkan parameter distance seperti berikut.

distance

Bukalah properties palette. Pilih parameter tersebut.

Ubah properties berikut:

  1. Distance name menjadi Length.
  2. Number of Grips menjadi 1.

tambahkan action stretch. Hasilnya akan seperti berikut:

stretch

Jika and tidak terlalu jelas langkah-langkah memberikan parameter dan action, dapat lihat di tutorial dynamic block ini.

Kita akan menambahkan satu lagi parameter. Tambahkan parameter alignment, snap ke insertion point block anda. Ingat, titik acuan alignment harus sama dengan titik acuan insert point. Jika tidak, parameter ini tidak akan bekerja. Klik titik kedua ke arah panjang dinding.

alignment

Save block ini, dan tutup block editor. Ujilah block anda. Coba apakah sudah sesuai fungsi stretchnya, dan apakah jika disnap ke garis vertikal atau miring sudah mengikuti orientasi garis tersebut.

Selanjutnya kita akan membuat kolom, lalu pintu.

Arsiran Keramik Terskala

zrclip_002p3da913e9.png

Ada beberapa catatan ketika penulis mendapat gambar dwg arsitektural dari seseorang. Salah satunya adalah pola keramik pada denah lantai. Kebanyakan masih menggunakan line untuk pola keramiknya.

Memang yang dibutuhkan untuk gambar pola keramik haruslah terskala. Sedangkan hatch pattern AutoCAD tidak menyediakan pola keramik 20×20, 30×30, 20×30, dst.

Untuk itu sebenarnya kita bisa menggunakan user defined-nya hatch. Misal pola keramik 20×20, pada dialog box hatch kita pilih type: user defined, spacing: di isi 20, lalu centang opsi Double. Agar berpola arsir 20×20.

Jangan lupa untuk hatch origin kita pilih yang specified origin lalu centang opsi default to boundary extents:, pilih yang center agar pola lantai terbagi rata kesekelilingnya.

Hal sama juga dilakukan untuk pola lantai 30×30, cukup mengubah Spacing.-nya menjadi 30.

Lalu bagaimana kalau keramik 20×30?

Mudah kok Buat dua arsiran di daerah yang sama. Pertama-tama buat dulu arsiran yang 20-nya hilangkan centang Double. Kemudian buat arsiran 30-nya hilangkan juga centang Double dan ubah Angle: ke 90 derajat.

Bila sakit berlanjut. Hubungi tentangCAD terdekat. :-)

Text menggangu Hatch?

zrclip_002n637a74ed.png

Pernahkah mengedit text di area hatch?

Yang sering terjadi adalah ada bekas lubang yang tidak sesuai dengan text yang telah diperbarui. Ada banyak solusi untuk cara ini, salah satunya dengan menghapus hatch dan buat baru atau membuat hatch yang associative

Tetapi hal ini kurang dapat diandalkan juga karena kadang associative hatch-nya gak jalan.
Solusi yang penulis lakukan adalah dengan hatch terpisah dengan text-nya.

Pertama-tama buat hatch-nya dahulu sesuaikan dengan yang diinginkan. Lalu baru buat text dan diletakkan didalamnya. Masalah yang muncul adalah arsiran hatch dengan text-nya bersilangan.

Untuk mengatasi masalah ini aktifkan background mask pada text.

Secara otomatis arsiran seakan-akan terpotong diarea sekitar text.
Coba pindah text tersebut diarea arsir dan diluar arsir.
Lihat apa yang terjadi :-)

Powered by Zoundry Raven

Latihan 3D: Membuat Pintu

profile

Di beberapa tutorial 3D yang lalu kita sudah mempelajari basic features dari 3D. Sekarang kita akan coba berlatih menggunakannya: membuat pintu. Kita akan menggunakan extrude, UCS, revolve, sweep, dan sebagai tambahan… DUCS dan presspull.

Buatlah dua profil tertutup seperti ini. Gunakan polyline, dan pastikan keduanya adalah polyline tertutup. Warna, lineweight, dan dimensi hanya sebagai panduan, tidak perlu dibuat juga.

profile

Sekarang putar view menjadi SW Isometric. Extrude rectangle dengan ukuran 800×50 setinggi 2150 mm.

Pastikan dynamic UCS aktif. Ada di drafting settings. Bagi anda yang menggunakan AutoCAD 2008 atau sebelumnya, masih berupa teks DUCS.

ducs

Coba aktifkan polyline. Geser pointer anda ke sisi vertikal pintu. Tunggu dan pastikan sampai tampak garis putus-putus. Itu berarti dynamic UCS telah mengenali bidang itu sebagai UCS yang baru.

pl2

Snap ke titik bawah daun pintu, dan buat profil seperti ini.

pl3

Aktifkan sweep. Pilih profil pertama sebagai objek yang akan di sweep. Dan pilih polyline yang baru saja anda buat untuk pathnya.

extrude n sweep

Sekarang kita akan menambahkan sedikit detail di pintu ini.

Klik front pada view cube. Anda akan sering menggunakan view control saat bekerja dengan 3D. Usahakan agar anda terbiasa. Buatlah profil seperti ini di bagian dalam pintu. Ingat, pastikan DUCS aktif sebelum anda mulai menggambar. Ukuran terserah anda.

pl4

Pastikan dynamic input aktif. Aktifkan extrude. Pilih rectangle itu, gerakkan pointer anda sampai extrusion tampak ke arah yang benar. Ketik 20. Dynamic Input memungkinkan kita mengisi nilai 20 saja, tanpa harus memikirkan nilainya + atau -. Tanpa dynamic input, kita harus mempertimbangkan arah sumbu Z waktu objek dibuat. Searah sumbu positif, nilainya positif. Berlawanan, negatif. Masih benci dengan dynamic input? :)

Subtract. Pilih panel pintu sebagai yang pertama, enter, lalu pilih hasil extrusion terakhir sebagai pemotong.

Buat lagi sebuah rectangle di dalamnya, extrude 20. Union daun pintu dan hasil extrusion terakhir.

union

Extrude, subtract, extrude, union. Kita akan sering menggunakannya saat menggambar dengan AutoCAD 3D. Ribet? Memang seperti itu caranya :)

Maaf untuk kali ini saya tidak membahas terlalu detail. Namun jika anda mengikuti tutorial ini berurutan, seharusnya bisa mengikutinya. Jangan lupa, bisa didiskusikan juga di komentar :)

Sekarang coba buat lagi profil seperti ini di atas hasil kerja kita sebelumnya.

p5

Kali ini langsung buat 2 buah rectangle. Aktifkan presspull. Pastikan area yang terpilih seperti berikut.

presspull

Gerakkan kembali pointer anda ke dalam pintu, ketik 20. Voila! Awalnya kita harus menggunakan extrude, subtract dan union… Kali ini cukup sekali presspull!

Sebagai tantangan, buatlah handle pintu untuk melengkapinya.

Hasil pintu kita akan menjadi seperti ini:

result

Bagaimana tutorial 3D ini sampai di sini?