Tutorial Repeat Region

rep01

Bagaimana caranya membuat partlist secara automatis, pada assembling drawing di Pro Engineer ?

Di Pro Engineer ada fasilitas Repeat region, untuk membuat partlist assembly drawing, bahkan lebih lanjut kita akan bisa membuat BOM (Bill Of Material).

Disini kita akan coba membuat partlist yang sederhana beserta BOM Balloon-nya.

1. Pertama buatlah model assembling, kemudain buat drawing-nya. Atau silakan download file berikut ini. Model yang ada disini sudah dibuat Common Name-nya.

rep01

2. Buka file assy.drw. Dalam file ini sudah ada table sbb:

rep02

3. Select row paling atas (yang kosong), ketiga kolom harus di-select. Click kanan> Add repeat region

rep03

4. Double click kolom ke-1 di row pertama (diatas kolom NO), akan muncul dialog box Report Symbol. Select rpt…

rep04

5. Kemudian select index… Diatas kolom NO. sudah terisi report symbol rpt.index. Ini adalah perintah untuk membuat nomor urut.

rep05

6. Double click kolom ke-2 di row pertama (diatas kolom PART NAME), akan muncul dialog box Report Symbol. Select asm… Kemudian select mbr… Kemudian select User Define

7. Pada command prompt ketik Ptc_common_name.

rep06

Ini adalah parameter untuk common name. Di Pro Engineer setiap file yang kita buat mempunyai dua nama

  1. File Name, tidak diperbolehkan menggunakan spasi
  2. Common Name, diperbolehkan menggunakan spasi

8. Double click kolom ke-3 di row pertama (diatas kolom QTY), akan muncul dialog box Report Symbol. Select rpt… Kemudian select qty

Semua report symbol sudah selesai kita definisikan pada tip kolom.

9. Kita akan memulai membuat repeat region-nya. Pada pull down menu. Table> Repeat Region.

Pada dialog Box TBL REGIONS. Click Update Table. Akan terbentuk table dengan kolom NO dan PART NAME sudah terisi. Tetapi pada kolom QTY masih kosong.

rep08

10. Untuk menampilkan isi pada kolom QTY sbb:

  • Pada TBL REGIONS, click Attributes
  • Kemudian Select region (areal table yang berwarna merah).
    Akan muncul dialog Box REGION ATTR
  • Select No Dup/Level, Recursive. Kemudian Done/Return

rep09

11. Pada kolom QTY sudah terisi tetapi pada kolom PART NAME terisi file assy_lock.asm (file assembling) yang tidak kita inginkan masuk ke partlist. Bagamana cara menghilangkan-nya?

rep11

Pada TBL REGION click Filters. Muncul command prompt, ketik sbb: &asm.mbr.type==part.

rep10

Hanya file part saja yang ditampilkan. Disini file assy_lock.asm sudah tidak terlihat lagi. Untuk mengakhiri click Done

12. Kita akan mencoba membuat BOM Balloons. Pada pulldown menu Table> BOM Balloons. Muncul dialog Box BOM BALLOONS.
Select Set Region, Simple.

Select table repeat region yang sudah kita buat (terlihat di gambar table yang berwarna Cyan) Pada dialog BOM BALLOONS, select Create Balloon, By View. Select view yang ada. Akan terbentuk BOM Balloons pada view yang kita pilih. Untuk mengakhiri click Done. Save pekerjaan anda

Tampilan dari hasil pembuatan repeat region dan BOM balloon menjadi seperti ini. Untuk merapikan bisa di edit posisi Balloon sesuai dengan yang di kehendaki.

rep12

Semogo bermanfaat.
Selamat Mencoba !

—————

Profile Penulis:
Muhajir biasa di panggil Hajir…., Mulai mendalami CAD/CAM semenjak kuliah di Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB) jurusan Mechanical Drafting & Design, tahun 1993, awal mengenal CAD menggunakan Autocad release 10, yang tentunya jalan di DOS.
Awal karir tahun 1996 sebagai Mechanical designer di perusahaan Manufacturing, bekerja menggunakan software Autocad release 12, untuk membuat design Mold, Dies dan general mechanic.
Tahun 1998 pindah ke perusahaan Jepang dan mulai menggunakan software Pro Engineer (CAD, CAE), Unigraphic (CAD/CAM), Mastercam (CAM).
Dari tahun 2002 sampai sekarang Sebagai Workshop Department Head di perusahaan Pipa dan Fitting terbesar di Indonesia, mengunakan software Pro Engineer (CAD,CAE), Autocad (CAD), Mastercam (CAM) dan Unigraphic (CAD/CAM).

Tutorial Family Table

image01

Seringkali kita di sibuk-kan dengan part-part standard yang harus di buat modelnya, misalnya baut. Ukuran baut sangat banyak, salah satu contoh Baut Hexagon, misal dari m2 sampai m24. Kalau kita harus membuat gambar dari ukuran tersebut seluruhnya, sangatlah banyak dan merepotkan, belum lagi variasi ukuran panjangnya, misalnya m5x10, m5x15, m5x20 dst. Di Pro Engineer tidak usah kawatir untuk repot-repot membuat seluruhnya, cukup membuat satu model ukuran saja, kemudian bisa di gandakan dengan fasilitas Family Table.

Kita akan mencoba membuat family table baut hexagon

1. Buatlah model baut hexagon seperti gambar berikut:

image01

tabel 01

Atau download file Berikut

2. Ubah dimension symbolic name sesuai dengan nama berikut

image02

tabel02

Caranya click kanan dimensi yang akan dirubah, misalnya click kanan dimensi diameter baut “Ø6”, Properties, Dimension Text, pada kolom Name ubah symbolic name of dimension menjadi diameter_baut.

Ubah dimension symbolic name seperti table diatas. Langkah ini untuk mempermudah dalam identifikasi ukuran.

image03

3. Buat relation untuk menyamakan nilai diameter hexagon dengan diameter chamfer.

Tools> Relations

Isi field relation seperti berikut ini

diameter_chamfer=diameter_hexagon

image04

4. Kita mulai dengan membuat family table. Tools> Family Table. Akan muncul tampilan seperti ini

image05

5. Select Add/delete the table column

Pada dialog box family table

image06

Pilih dimensi yang ada pada table diatas (langkah ke-2) kecuali diameter chamfer (karena sudah di relation kan sama dengan diameter hexagon), setelah semua dimensi masuk, click OK

image07

6. Tampilan akan kembali ke Family table field (seperti pada langkah ke-4).

select Insert a new instance at the selected row.

image08

Dalam family table field akan tambah satu row seperti berikut

image09

7. Disini kita akan membuat baut M6x20

Pada kolom Instance Name, M6X16_INST ubah menjadi M6X20

Pada kolom Common Name ubah BAUT HEXAGON M6X16_INST menjadi BAUT HEXAGON M6X20

Pada kolom diameter_baut, minor_diameter dan seterusnya terdapat tanda * (bintang), itu berarti nilainya sama dengan yang diatas.

Disini kita akan membuat M6x20 sehingga panjang baut harus kita ubah menjadi 20, pada kolom panjang_baut ubah tanda * (bintang) menjadi 20.

Click OK, kemudian File> save

image10

8. Setelah di Save akan terbentuk file baru dengan nama m6x20<m6x16>.prt, ini adalah file model baut m6x20 yang baru saja kita buat menggunakan family table.

Untuk melihat nya, File> Open

image11

9. Kita akan coba membuat lagi baut m5x15

Select Insert a new instance at the selected row, Akan muncul row baru

image08

Row warna biru adalah, row yang baru saja kita buat, kita akan coba mengedit nilai yang ada menggunakan Excel

image12

10. Select, Edit the current table using Excel

image13

Tampilan akan masuk ke Excel

image14

Ubah nilai pada kalom sbb:

tabel03

Save> exit dari excel

Tampilan akan kembali ke family table Pro Engineer, dan hasil edit dari Excel sudah ada dalam row baru. Click OK.

image15

11. Save pekerjaan anda.

Akan terbentuk file baru dengan nama m5x15<m6x16>.prt. Ini adalah file model baut yang baru saja kita buat.

Untuk membuat ukuran baut yang lain-nya lakukan langkah yang sama.

image16

Semoga bermanfaat, Selamat mencoba !

—————

Profile Penulis:
Muhajir biasa di panggil Hajir…., Mulai mendalami CAD/CAM semenjak kuliah di Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB) jurusan Mechanical Drafting & Design, tahun 1993, awal mengenal CAD menggunakan Autocad release 10, yang tentunya jalan di DOS.
Awal karir tahun 1996 sebagai Mechanical designer di perusahaan Manufacturing, bekerja menggunakan software Autocad release 12, untuk membuat design Mold, Dies dan general mechanic.
Tahun 1998 pindah ke perusahaan Jepang dan mulai menggunakan software Pro Engineer (CAD, CAE), Unigraphic (CAD/CAM), Mastercam (CAM).
Dari tahun 2002 sampai sekarang Sebagai Workshop Department Head di perusahaan Pipa dan Fitting terbesar di Indonesia, mengunakan software Pro Engineer (CAD,CAE), Autocad (CAD), Mastercam (CAM) dan Unigraphic (CAD/CAM).

Cara Menggambar Variable Pitch Wire Spring

hasil-akhir

Variable Pitch Wire Spring adalah pegas kawat dengan pitch (jarak kerenggangan) bervariasi.

hasil akhir

Untuk membuat model Spring di Pro Engineer sangatlah mudah, karena di ProE sudah tersedia fasilitas Helical Sweep

1. Membuat Variable Pitch Wire Spring menggunakan perintah Helical Sweep Insert> Helical Sweep> Protrusion>

2. Kemudian muncul dialog box, pada dialog box Attributes pilih, Variable , Thru Axis, Right Handed (untuk arah putaran helical kekanan). Done (done).

attributes

3. Pada dialog box Swp Profile, buat garis sumbu dan garis untuk trajectory seperti gambar (panjang 120, diameter 70), Done.

sweep profile

4. Pada dialog Box Pitch, masuk-kan nilai pitch untuk start trajectory 5 (5mm)

pitch

5. Pada dialog Box Pitch, masuk-kan nilai pitch untuk end trajectory 10 (10mm)

pitchend

6. Akan muncul tampilan seperti ini, kemudian click Done.

profileresult

7. Masuk ke dialog box Section, buat lingkaran dengan center point pada start trajectory, diameter 4, kemudian click Done

section

8. Pada dialog Box, click Preview, akan tampak gambar spring yang sudah jadi, kemudian click OK. Inilah hasil dari proses pembuatan model variable wire spring

preview

9. Kita juga bisa mengedit untuk menambahkan variable pitch di titik yang dikehendaki, dengan cara click kanan pada model tree, Edit Definition

edit def

10. Akan muncul dialog box, click Swp Profile, Define, Modify, Done. Akan masuk ke Sketch view seperti ini.

sketch view

11. Tambahkan titik di tempat yang dikehendaki pada garis trajectory menggunakan perintah Create Points. Kemudian Done.

create points

12. Masuk ke dialog box, click Pitch, Define, Add Points.

add points

13. Click point (titik) yang sudah dibuat, isi pitch value dengan angka 10 (10mm)

define pitch addpoint

14. Untuk merubah Value (angka) pitch, click Change Value, Click titik ujung pada trajectory, ubah value menjadi 5 (5mm).

addpitchvalue

15. Tampilan akan menjadi seperti ini, ujung bawah value nya 5, tengah value nya 10, ujung atas value nya 5, kemudian click Done, OK

hasil akhir

16. Ini hasil dari gambar variable pitch wire spring, di ujung dan pangkal 5mm dan ditengahnya 10mm.

Selamat Mencoba…..

—————

Profile Penulis:
Muhajir biasa di panggil Hajir…., Mulai mendalami CAD/CAM semenjak kuliah di Politeknik Manufaktur Bandung (PMS-ITB) jurusan Mechanical Drafting & Design, tahun 1993, awal mengenal CAD menggunakan Autocad release 10, yang tentunya jalan di DOS.
Awal karir tahun 1996 sebagai Mechanical designer di perusahaan Manufacturing, bekerja menggunakan software Autocad release 12, untuk membuat design Mold, Dies dan general mechanic.
Tahun 1998 pindah ke perusahaan Jepang dan mulai menggunakan software Pro Engineer (CAD, CAE), Unigraphic (CAD/CAM), Mastercam (CAM).
Dari tahun 2002 sampai sekarang Sebagai Workshop Department Head di perusahaan Pipa dan Fitting terbesar di Indonesia, mengunakan software Pro Engineer (CAD,CAE), Autocad (CAD), Mastercam (CAM) dan Unigraphic (CAD/CAM).