Autocad MEP 2010 & gbXML

classspace
Pada tulisan ini kita akan me-review penggunaan Autocad MEP 2010 untuk membuat analisis modeling untuk keperluan penaksiran beban pendinginan dan pemanasan. dalam AutoCAD MEP, spaces merupakan entities model dari ruangan di dalam bangunan. Kemudian kita mengelompokan spaces ke dalam zones. Sebuah zone merepresentasikan suatu zona bangunan yang sesungguhnya yang memerlukan pendinginan atau pemanasan. Kita dapat memanfaatkan fasilitas spaces dan zone ini untuk membantu penaksiran beban pendinginan atau pemanasan di dalam bangunan. Setelah kita memuat object space dan zone, kita dapat memasukan kedalamnya dengan data teknis yang di butuhkan untuk perhitungan beban dan laju aliran udara (air flows). Kemudian kita export data teknis dan informasi bangunan tersebut ke dalam format Green Building XML (gbXML) . Kita dapat memanfaatkan file gbXML dengan mengimportnya ke external analysis tools (misalnya HAP, Green Building Studio dan lain lain). Setelah dianalisa, kita dapat meng-import the hasil perhitungan itu ke dalam aplikasi BIM sehingga
hasilnya akan mucul dalam gambar atau model. Kita dapat melihat beban dan air flow terhitung untuk space dan zone, sebagai bahan acuan untuk mendesain duct system.

Berikut ini adalah tahapan tahapan yang dilakukan dalam aplikasi BIM untuk keperluan penaksiran beban pendingin dan pemanas, aplikasi yang digunakan adalah AutoCAD MEP 2010.

  • Menyiapkan model denah lantai
  • Menambahkan spaces pada denah lantai
  • Mengklasifikasikan space
  • Menambahkan data teknis pada space
  • Menambahkan property sets pada zones
  • mengkaitkan space pada zone
  • Me-review spaces dan zone
  • meng-export zone (file gbXML) untuk Load Analysis

Model denah lantai dapat kita dapatkan dari sumber sebagai berikut:

  1. Coretan tangan arsitek atau engineer
  2. Blue print atau printed drawing
  3. File CAD 2D misalnya dwg, dgn dan lain-lain
  4. File CAD 3D dari Autocad Architecture yang mengandung AEC object
  5. File dari software BIM lainnya misalnya Revit dan lain-lain.

Jika denah yang ada dibuat dengan Autocad Architecture (mengandung AEC object), kita dapat langsung meng-generate object space, space ini tidak hanya sekedar mendeteksi lantai, tapi juga mendeteksi secara otomatis geometris seperti luas dinding, plafon, roof, pintu, jendela dan bukaan, volume ruang dan lain lain.

Jika denah yang ada adalah 2D line dalam autocad format, kita bisa mengextrude space, pintu, jendela dan bukaan, nantinya kita masukan nilainya secara manual atau override.

Jika file dari format CAD atau BIM yang lain harus di-convert terlebih dahulu ke dalam bentuk DWG.

Jika masih berupa sket, kita dapat langsung memodelkannya (re-modeling) secara 2D atau 3D, karena di Autocad 2010 tersedia juga basic tool untuk architectural object. Untuk mengklasifikasikan space kita dapat menggunakan fasilitas space style

Setelah kita meng-generate space, kita selanjutnya harus menambahkan SpaceEngineeringObjects, ThermalProperties, and ZoneEngineeringObjects styles property sets pada semua spaces yang akan dianalisa.

Property set sudah ditambahkan pada space, selanjutkan kita lihat pada tab Extended Data.

Dalam property set, kita dapat men-set nilai (value) seperti di bawah ini:

  • Occupancy : Jumlah penghuni yang ada dalam space, nilai ini untuk menentukan outdoor air yang diperlukan, bisa diisi manual atau berdasarkan kelas dari space menurut Code yang dirujuk.
  • Condition type : Jenis pengkondisian ruangan. Lighting Load : beban penerangan, bisa diisi dengan density (watt/m2) atau diisi manual / override Equipment Load : beban peralatan, bisa diisi dengan density (watt/m2) atau diisi manual / override
  • Outside air flow : bisa di isi manual atau otomatis sesuai dengan klasifikasi space
  • Supply airflow & return airflow : tidak perlu diisi, sebab nilai ini akan dihitung dalam Load Analisys.

Selanjutnya adalah membuat object ZoneEngineering, menambahkan propery set pada zone, yang berisi DesignTemperatureCooling dan DesignTemperatureHeating

.

Selanjutnya kita mengkaitkan Space dengan Zone

Untuk me-review space dan zone yang telah kita buat dan set nilainya kita dapat membuka Space/Zone Manager.

Setelah kita periksa kembali space dan zone, dan dipastikan semua data sudah diisi dengan lengkap. Maka langkah selanjutnya adalah meng-export data geometris dan thermal properties dari space dan zone itu ke dalam format gbXML.

kemudian muncul opsi pada kotak dialog

Setelah selesai, file gbXML yang kita buat sudah siap digunakan oleh berbagai macam aplikasi Load Analisys yang support dengan format gbXML. Pada proses import oleh Load Analisys biasanya terjadi penyesuaian terhadap luas bukaan pintu dan jendela yang besarnya tidak standard. Serta tinggal ditambahkan wheater condition, Load profile, adjustment detil konstruksi & thermal properties seperti Overall U-value pada wall, window door, roof dan lain lainnya. Setelah selesai proses analisa, kemudian hasilnya dapat di import lagi ke drawing atau modeling yang kita buat, dengan syarat menggunakan nama file yang sama.

Itulah sekilas coretan tentang review Autocad MEP 2010 dalam membantu menganalisa Cooling & Heating Load Calculation, yang disadur dari berbagai sumber. Mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya.

Mohon maaf yang sebesar besarnya atas segala kekurangannya.

Salam Dadan