Trim

122409_0830_Trim1.png

Tool Trim dapat digunakan untuk memendekkan/memotong geometri sketch.

Ikon Trim dapat di akses melalui menu Tools > Sketch Tools > Trim

Atau melalui Sketch Toolbar > klik Trim Entities

Ada beberapa pilihan untuk Trimming: Power Trim, Corner Trim, Trim away inside, Trim away outside dan Trim to closest.

PropertyManager dari Trim

Power Trim : membuang bagian dari sketch yang dilalui oleh lintasan diantara batasan (garis potong).

Corner: menjaga geometri yang dipilih untuk menjadi garis potong.

Trim away inside: menjaga bagian “luar” dari geometri yang berhadapan dengan pembatas (Boundaries). Pertama pilih 2 pembatas, lalu tentukan bagian geometri yang akan di potong.

Trim away outside
: menjaga bagian “dalam” dari geometri yang berhadapan dengan pembatas (Boundaries). Pertama pilih 2 pembatas, lalu tentukan bagian geometri yang akan di potong (Trim).

Trim to closest: untuk memotong geometri yang dipilih pada garis potong terdekat atau membuang bagian geometri di antara batasan.

Tool Pattern

120409_0150_ToolPattern1.png

Tool Pattern adalah metoda terbaik untuk membuat objek turunan yang lebih dari satu.

Seed (objek induk) = geometri yang akan di polakan, ini bisa terdiri dari satu atau lebih feature, bodi atau face.

Instance (objek turunan) = salinan dari seed (objek induk) yang dibuat oleh sebuah pola/susunan.

Cara mengakses tool pattern:

  1. Pull down menu, Insert > Pattern/Mirror.

  2. CommandManager, tab Features

    b

  3. Toolbar Features

 

  1. Linear Pattern
    1. Susunan satu arah dengan jarak yang sama.

      Penjelasan contoh gambar di bawah ini adalah untuk arah pattern menggunakan tepi horizontal dari kubus, jarak antar Instance = 10 mm, jumlah Instance = 4 buah.

    Hasil nya sebagai mana gambar di bawah.

    1. Susunan dua arah dengan jarak yang sama

      Penjelasan contoh gambar di bawah ini adalah untuk arah pattern 1 (Direction 1) menggunakan tepi horizontal dari kubus, jarak antar Instance = 10 mm, jumlah Instance = 4 buah, untuk arah pattern 2 (Direction 2) menggunakan tepi vertical dari kubus, jarak antar instance = 15 mm, jumlah Instance = 3 baris. Klik tombol Reverse Direction untuk membalik arah pattern.

      Hasilnya sebagai mana gambar di bawah

    2. Susunan dua arah hanya objek induk (Seed)

      Penjelasan contoh gambar di bawah ini adalah kotak Pattern seed Only di klik.

      Hasilnya sebagai mana gambar di bawah

    3. Susunan satu/dua arah, dengan membuang objek turunan (instance) tertentu

      Penjelasan contoh gambar di bawah ini adalah aktifkan Group Box “Instances to Skip“, klik bulatan pink untuk menghapus Instance yang di kehendaki.

      Hasilnya sebagai mana gambar di bawah

       

       

  2. Circular Pattern

    Untuk Circular Pattern, kita harus menyiapkan sumbu putar (Pattern Axis) terlebih dahulu.

    1. Susunan melingkar dengan jarak yang sama pada sebuah pusat putaran

     

    Penjelasan contoh gambar di bawah ini adalah pada jarak putar 180º terhadap sumbu putar, terdapat 5 instance dengan jarak yang sama.

    1. Susunan melingkar dengan jarak tertentu pada sebuah pusat putaran, dengan membuang objek turunan (instance) tertentu.

     

    Penjelasan contoh gambar di bawah ini adalah terdapat 5 instance dengan jarak masing-masing 30º, dimana Instance ke-4 dihapus.

    Hasil nya sebagai mana gambar di bawah

  3. Table driven Pattern
    1. Menyiapkan Coordinate System, klik Insert > Reference Geometry > Coordinate System

    2. lalu klik ikon toolbar Table Driven Pattern
    3. Klik kotak Coordinate System lalu masukkan Coordinate System1 dan klik kotak Features to copy lalu masukkan Extrude2, untuk memasukkan koordinat system ke titik 1 dan seterusnya, klik ganda pada masing-masing point, lalu masukan koordinat X dan Y, klik OK

    4. Hasilnya sebagai mana gambar di bawah

  4. Sketch Driven Pattern
    1. Buat sketch dengan Point

    2. lalu klik ikon toolbar Sketch Driven Pattern
    3. Untuk Features to Pattern, pilih extrude2, untuk kotak Selections pilih Sketch3 yang baru saja kita buat.

    4. Hasilnya sebagai mana gambar di bawah

  5. Curve Driven Pattern
    1. Susunan dengan jumlah tertentu pada sebuah sketch
      1. Dengan Sketch Straight Slot, buat part seperti dibawah ini, lalu tambahkan Sketch yang akan berfungsi sebagai Pattern Direction (Sketch3).

      2. lalu klik ikon toolbar Curve Driven Pattern
      3. pada kotak Direction, klik Sketch3. pada kotak Features to Pattern, pilih Extrude2, klik kotak Equal Spacing, masukkan Number of Instance = 8 buah.

      4. Hasilnya sebagai mana gambar di bawah (Sketch3 di sembunyikan/Hide).

    2. Susunan dengan jarak tertentu pada lintasan sebuah sketch
      1. Masih sama dengan langkah diatas, tetapi kotak Equal Spacing dikosongkan, Jumlah Instance masih sama = 8 buah, dengan jarak 20mm.

      2. Hasilnya sebagai mana gambar di bawah

  6. Fill Pattern

    Ada 4 pilihan Pattern layout

    Perforation

    Circular

    Square

    Polygon

     

    Penjelasan contoh gambar di bawah ini adalah:

    Di PropertyManager untuk Fill Pattern, terdapat:

    Fill Boundary = Face<1>

    Pattern layout = Polygon

    Loop distance = 15 mm

    Polygon Sides = 10

    Distance Spacing = 10 mm

    Margin = 0 mm

    Group Box Features to pattern kita aktifkan, untuk membuat Seed Cut secara otomatis.

    Seed Cut kita pilih bentuk Diamond.

Hasilnya sebagai mana gambar di bawah.

Hubungan antar Sketch (Sketch Relations)

120409_0138_Hubunganant1.png

Sketch Relations digunakan untuk memaksa keadaan sebuah elemen sketch untuk mencapai maksud disain (design intent). Sketch Relations timbul secara otomatis, beberapa yang lainnya dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.

 

Sketch Relations secara otomatis akan ditambahkan pada geometri saat sketch dibuat. Untuk hubungan sketch yang tidak dapat di tambahkan secara otomatis, terdapat tool “Add Relations” untuk membuat hubungan (relations) pada geometry yang dipilih.

 

Display relations: menunjukkan daftar hubungan antar sketch dan kita dapat memilih untuk menghapus beberapa hubungan antar elemen sketch tersebut.

 

Bagaimana cara menampilkan Display Relations

  1. Klik entitas sketch, simbol yang muncul menunjukkan hubungan yang terdapat pada entitas sketch. Sebagai contoh: garis lengkung di bawah ini mempunyai hubungan (relation) 2 tangent dan 1 equal.

  2. PropertyManager, pilih entitas sketch & propertymanager menunjukkan hubungan (relations) yang terdapat pada entitas tersebut.

  3. klik Display/Delete Relations
    pada toolbar Dimension > Relation. PropertyManager akan kembali menunjukkan semua hubungan pada sketch tersebut.

Menambah hubungan (Add Relations): digunakan untuk membuat hubungan geometrik, seperti Parallel, Perpendicular, atau collinear antar elemen sketch.

 

Beberapa cara untuk Add Relations:

  1. Pilih entitas sketch dan pilih hubungan yang sesuai dari kotak Add Relations di PropertManager

  2. atau, klik kanan entitas sketch, dan pilih Add Relations dari menu shortcut
  3. atau, klik Tools > Relations > Add .
  4. atau, pilih dari toolbar sketch, klik Add relation

     

Untuk memilih beberapa objek, pilih objek dengan tombol mouse kiri, tekan dan tahan tombol Ctrl saat memilih objek berikutnya.

 

Contoh-contoh Sketch Relations

Banyak tipe dari sketch relations, yang mana akan bekerja tergantung pada kombinasi dari geometri yang kita pilih. Pemilihan geometri sendiri dapat berlaku pada entitas sketch itu sendiri, titik ujung (endpoint) atau kombinasinya.

 

  • Parallel antara 2 garis atau lebih

  • Horizontal antara 2 endpoint atau lebih

  • Vertical antara 2 garis atau lebih

  • Perpendicular, tegak lurus antara 2 garis

  • Collinear antar 2 garis

  • Tangent antara 2 garis lengkung

  • Concentric antara 2 lingkaran

  • Equal antara 2 lingkaran

  • Coincident antara 1 garis dan 1 titik ujung

  • Merge antara 2 titik ujung

  • Midpoint antara 1 garis dengan 1 titik ujung

 

Menghapus Relation

Klik Relation, baik di simbol atau di PropertyManager, lalu tekan tombol Delete.

—-

Profil Penulis:

Agus Fikri Rosjadi, mempunyai pengalaman kerja sebagai teknisi dan drafter di berbagai perusahaan international di Cikarang, Batam dan Semarang.

Aktif menulis tutorial tentang mechanical computer aided design di blog nya http://agus-fikri.blogspot.com

User Interface di SolidWorks 2009

111709_0108_UserInterfa1.png

 


Ikon yang tidak dapat di pilih:

Sekali waktu, kita akan melihat pilihan command, ikon dan menu yang berwarna abu-abu dan tidak dapat di pilih. Ini di karenakan kita tidak bekerja di kelompok yang tepat untuk mengakses pilihan (options) ini. Sebagai contoh, saat kita bekerja pada sebuah sketch (mode Edit Sketch), kita akan mempunyai akses penuh ke semua tool sketch. Oleh karena itu, kita tidak dapat mengakses ikon seperti Fillet atau Chamfer di toolbar Features. Sebaliknya, saat kita tidak bekerja pada sebuah sketch, kita dapat mengakses ikon Fillet atau Chamfer tetapi tool sketch akan menjadi abu-abu dan tidak dapat di pilih. Design ini membantu user yang belum berpengalaman dengan cara membatasi pilihan hanya pada perintah-perintah yang sesuai.

Pre-Select

Sebagai sebuah aturan, software SolidWorks tidak meminta kita untuk memilih objek dahulu sebelum membuka menu atau kotak dialog. Sebagai contoh, kita ingin menambah beberapa fillet pada tepi Part, kita mempunyai kebebasan untuk memilih tepi (edge) dahulu lalu klik tool Fillet atau kita dapat klik tool fillet baru kemudian pilih tepi (edge). Pilihan ada pada pengguna.

Head-Up View Toolbar


Heap-Up View Toolbar adalah toolbar transparan yang berisi perintah manipulasi untuk View. Beberapa ikon (seperti Hide/Show Items ikon) adalah tombol Flyout Tool yang berisi pilihan-pilhan perintah yang lain. Flyout ini terdapat tanda panah kebawah kecil untuk mengakses perintah-perintah lainnya.

Pull Down Menu.

Pull Down menu menyediakan akses untuk berbagai macam perintah yang SolidWorks tawarkan.


Menu yang mempunyai panah ke kanan, seperti ini berarti terdapat sub-menu yang berhubungan dengan pilihan tersebut.

Menu yang diikuti oleh titik-titik seperti ini berarti perintah/option tersebut akan membuka kotak dialog dengan pilihan atau informasi tambahan lainnya.

Feature Manager Design Tree


FeatureManager Design Tree adalah salah satu bagian unik dari software SolidWorks yang menunjukkan semua Feature di dalam sebuah part atau assembly. Saat sebuah Feature di buat, feature tersebut akan di tambahkan kedalam FeatureManager design tree. Sehingga FeatureManager Design tree menunjukkan urutan secara kronologis sebuah pembuatan Part/Assembly. Feature Manager design tree juga memberikan akses untuk mengedit feature/objek yang terdapat di dalamnya.

Konvensi yang berlaku di featureManager Design Tree

  • Sebuah simbol di sebelah kiri ikon item menandakan bahwa ikon ini berisi item-item yang berhubungan, klik untuk membuka item dan menampilkan isinya.
  • Sketch yang di dahului oleh

    (+) = over defined

    (-) = under defined

    (?) = sketch tidak dapat dipecahkan

    Tanpa tanda = fully defined

  • Posisi dari komponen assembly

    (+) = over defined

    (-) = under defined

    (?) = tidak dapat dipecahkan

    (f) = fix (terkunci)

    Tanpa tanda = fully defined

     

Reordering Features:

Seperti di jelaskan di depan, FeatureManager Design tree menunjukkan urutan secara kronologis sebuah pembuatan Part/Assembly. Tetapi kita dapat juga mengubah urutan feature di FeatureManager design tree. Feature yang ingin kita pindah posisinya, kita klik kiri lalu drag ke urutan yang dikehendaki. Bila operasi reorder di ijinkan akan keluar tanda , jika tidak diijinkan akan keluar tanda . Operasi reorder di ijinkan sepanjang Parent feature tetap mendahului child feature.

Gambar di bawah adalah urutan feature: Extrude Boss, Shell & terakhir Extrude Cut.


Gambar di bawah adalah urutan feature: Extrude Boss, Extrude Cut & terakhir Shell. Feature Extrude Cut di drag ke atas , sebelum Shell.


PropertyManager

Banyak perintah di SolidWorks yang di eksekusi melalui PropertyManager. PropertyManager menempati posisi layer yang sama dengan FeatureManager Design Tree dan bergantian saat mereka digunakan.


Tombol baris atas terdapat tombol OK, Cancel dan Preview.

Dibawahnya terdapat satu atau lebih Group Boxes yang berisi pilihan/option yang berhubungan. Mereka dapat dibuka dan ditutup untuk mengaktifkannya atau menon aktifkan Group Box tersebut.

CommandManager

Commanmanager adalah sekelompok toolbar yang ditujukan untuk membantu pengguna pemula atau untuk bekerja pada tugas khusus. Sebagai contoh, saat kita bekerja di file Part, toolbar mempunyai beberapa Tab untuk mengakses perintah yang berhubungan dengan Features, Sketch, DimXpert, dan Evaluate. Saat kita bekerja di file Assembly, akan dijumpai Tab Assembly, Layout, Sketch dan Evaluate.

CommandManager dapat ditampilkan dengan atau tanpa text pada tombol-tombolnya.



Context Toolbars

Saat kita memilih item di graphics area atau FeatureManager design tree, context toolbar akan muncul dan menyediakan akses untuk perintah yang sering digunakan untuk item tersebut.

Context Toolbar di graphics area


Context Toolbar di FeatureManager design tree


Kita juga dapat klik kanan saat context toolbar muncul untuk melihat tambahan menu yang berhubungan dengan item yang kita pilih tersebut.

 


 

Status pada Sketch

110409_0255_StatuspadaS1.png

(Screen shot menggunakan SolidWorks 2009).

Sketch pada umumnya berada pada salah satu keadan berikut

  • Under defined
  • Fully defined
  • Over defined

Status sketch akan muncul di Window status bar ( pojok kanan bawah).

Warna pada sketch menandakan status/keadaan masing-masing satuan sketch.

 

Under defined; saat kita memulai sebuah sketch. Kita dapat menarik salah satu entitas sketch untuk merubah bentuk atau posisinya. Pada kotak dibawah ini, garis hitam di bawah dan di kiri menempel pada titik Origin, tetapi kita dapat menarik garis di atas dan di kiri, warna biru menandakan garis tidak fix.

 

 

 

Fully Defined; menambahkan ukuran di garis atas dan kanan akan memberi ukuran yang fix pada kotak, karena kedua ukuran tersebut juga mewakili ukuran ruas garis yang lainnya (kiri dan bawah). Semua satuan sketch akan berubah menjadi hitam yang berarti fully defined.

 

Over Defined; ukuran yang berlebihan akan membuat sebuah sketch over defined. Memberi 2 ukuran pada geometri yang sama adalah tidak sah. Sebuah kotak dialog akan muncul saat kita memberi ukuran berlebihan. Kita di minta memilih ukuran ini sebagai driven(pengikut) atau driving(penentu).

Jika kita memilih driven lalu klik OK, akan nampak seperti gambar di bawah ini.

Driven dimension tidak dapat di ubah, jika kita klik ganda pada ukuran 40 (abu-abu), akan keluar pemberitahuan sebagai berikut.

Sebaliknya, jika dalam kasus seperti gambar di bawah ini, dimana kita ingin memberi sudut antara garis kanan dan garis bawah, dan kita memilih sebagai ukuran driving, klik OK

Akan keluar pemberitahuan Over defined di Window status bar. Ada 2 ruas garis yang konflik (warna kuning), tetapi tidak ada yang Unsolvable (warna merah).

Jika kita klik ganda tulisan merah Over Defined, akan muncul SketchXpert property manager
untuk mengatasi masalah over defined ini.

Untuk melihat semua hubungan (relations) yang salah, klik Manual Repair. Ada 3 entitas yang konflik,

Kita bisa memilih salah satu, kemudian klik delete untuk membuang relation atau dimension yang salah. Klik Ok untuk keluar dari property manager.

Atau bisa juga klik Diagnose, akan muncul urutan solusi yang akan di tawarkan oleh SolidWorks untuk memecahkan masalah Over Difined tersebut. Klik Accept untuk menerima salah satu solusi.

Sekarang Sketch menemukan solusi yang valid. Klik OK untuk keluar.

Dan window status bar akan merubah menjadi Fully Defined

 

Ukuran (Dimension) dan hubungan (relation) adalah 2 macam Pembatas (constraints). Kita dapat menentukan sketch dengan salah satu atau keduanya.

 

Meskipun kita dapat ,membuat feature dengan Sketch yang tidak fully defined, tetapi di sarankan untuk membuat sketch fully defined untuk model produksi. Jika Sketch dalam keadaan fully defined, perubahan akan dapat di perkirakan.Untuk keperluan Manufacture, semua sketch harus Fully defined.

—-

Profil Penulis:

Agus Fikri Rosjadi, mempunyai pengalaman kerja sebagai teknisi dan drafter di berbagai perusahaan international di Cikarang, Batam dan Semarang.

Aktif menulis tutorial tentang mechanical computer aided design di blog nya http://agus-fikri.blogspot.com

Antar muka pada Pro/ENGINEER

action tree

1. Navigasi di Pro/ENGINEER

Setelah kita membuka Pro/ENGINEER, jendela utama akan terbuka di layar monitor. Navigator Panel terbentang di sebelah kiri. Terdapat beberapa tab seperti Model tree; Folder Browser; Favorites dan Connections.

Model tree adalah daftar setiap fitur di file part, termasuk datum dan sistem koordinat. Ketika kita berada di file part, model tree menunjukkan nama file part dan masing masing fitur di bawahnya. Sedang untuk file assembly, model tree menunjukkan nama file assembly dan nama part-part di bawahnya.

tree

Kita dapat mengatur tampilan layar, termasuk tampilan Navigator panel dengan memilih Tools > Customize Screen. Perubahan yang kita pilih di menu akan diterapkan pada semua jendela yang terbuka.

Semua keterangan di model tree akan terhubung secara langsung ke database disain. Saat kita memilih salah satu item, maka fitur akan di tampilkan secara highlight di jendela gambar. Sebagai pemula, kita akan memakai Model Tree sebagai bantuan pemilihan, tetapi saat kita makin mahir, kita akan memakai Layer Tree. Dengan menggunakan layer, kita dapat mengatur/mengelompokkan fitur, datum-datum [plane, axis, surface, point] & part-part (di dalam file assembly), sehingga kita dapat mengerjakan kelompok tersebut secara bersamaan. Hal ini sangat bermanfaat ketika kita bekerja dengan sebuah model atau perakitan yang terdiri dari ribuan objek dan properties yang terpisah.

2. Jendela dan file “In Session”

Meskipun kita dapat membuka jendela lebih dari satu, tetapi kita hanya dapat bekerja dengan 1 jendela pada 1 waktu. Jendela tempat kita bekerja disebut “active window”. Untuk berpindah diantara jendela, pilih daftar jendela yang dibuka di bawah menu Window pada pull down menu. Cara lainnya adalah pilih Window > Activate (Ctrl+A) untuk mengaktifkan jendela.

Pro/ENGINEER membedakan antara file “terbuka” dalam artian terlihat di jendela dengan file “in Session” dimana file ini mungkin terlihat/tidak terlihat di jendela. Sebagai contoh, saat kita membuka file assembly, akan membawa semua file part yang ikut system perakitan tersebut untuk “in session”, meskipun file part tersebut tidak terlihat di layar, referensi assembly file tersebut akan dimuat dalam memory.

Ada 2 tahap untuk menutup file. Klik File > Close Window untuk menutup jendela dari file tersebut tetapi masih dimuat dalam memori/”in session”. Untuk mengeluarkan file dari “in session”, klik File > Erase>Not Displayed, file ini tidak dihapus dari harddisk, tetapi ditutup secara keseluruhan/tidak “in session” lagi.

erase not displayed

3. Pengaturan file

Bagian ini membahas tentang managemen file, default directory, dan fungsi backup otomatis. Memahami file backup dan kaidah iterasi akan membantu kita menjaga direktori database secara berurutan.

Working directory

Direktori/folder dimana file di buat dan di simpan secara default. Merubah working directory dengan klik File > Set Working Directory pada awal masing-masing session, jadi semua file akan disimpan dimana direktori/folder yang kita inginkan.

Membuka file

Ketika kita klik File > Open, Pro/ENGINEER akan membuka working directory. Jika kita punya file lain di “in session” tetapi belum di tampilkan, kita bisa membuka dengan klik In Session dari daftar Look In untuk membukanya. Gunakan tombol Preview di kotak dialog File Open untuk melihat presentasi graphic dari file terpilih.

Menyimpan, Back up dan file iterasi

Klik File > Save untuk menyimpan perubahan. Klik Save a Copy untuk meyimpan file dengan nama lain. Perintah Save a Copy ini akan tetap meninggalkan file asli terbuka dan aktif setelah operasi penyimpanan. Ketika kita menggunakan perintah Save, 1 versi file baru di buat dan ektensi file numerik akan muncul untuk menandai versi file. Sebagai contoh Blend.prt.1, Blend.prt.2 dan seterusnya. Dengan iterasi ini kita selalu mempunyai versi sebelumnya untuk kembali jika terjadi sesuai kesalahan di versi file terbaru. Saat kita klik File > Open, file browse hanya menampilkan versi terbaru tanpa nomer iterasi.

Untuk melihat nomer iterasi di kotak dialog Open, klik ikon Command and Settings lalu klik All Versions dari menu. Kita dapat membuka file iterasi yang kita inginkan.

iterasi

Menghapus file.

Klik File > Delete untuk menghapus file dari harddisk secara permanent. Kita dapat menghapus hanya versi lama, meninggalkan versi terbaru utuh, atau kita dapat menghapus semua versi.

erase

4. Memanipulasi Model.

Saat kita bekerja, kita akan selalu memanipulasi model menggunakan berputar (spin), bergeser (pan) dan memperbesar (zoom). Tombol tengah di mouse / tombol scroll adalah kunci untuk memanipulasi model:

  • Spin = tekan dan geser tombol tengah mouse, lalu putar model.
  • Pan = tekan dan geser tombol tengah mouse + SHIFT.
  • Zoom = tekan dan geser tombol tengah mouse + CTRL + geser ke atas atau bawah atau tekan CTRL + putar tombol scroll di mouse.
  • Untuk mengembalikan orientasi default ke pusat jendela gambar = CTRL + D.

Ikon-ikon di Viewing Control

view control

Konsep pada Pro/ENGINEER

sketch-toolbar

Menjadi pengguna Pro/ENGINEER berarti belajar untuk berpikir bagaimana bagian-bagian disain berinteraksi dan berpikir kedepan bagaimana interaksi ini akan berubah. Pada tingkat paling dasar, bagian yang mempunyai bentuk geometri dengan ciri tertentu, disebut Fitur [feature], yang membangun sebuah part pejal [solid], seperti extrusion, hole atau chamfer. Pada tingkat yang lebih tinggi, bagian tersebut mungkin sebuah part terpisah di dalam sistem perakitan, bergabung bersama-sama dalam hubungan yang mandiri. Pada semua tingkatan, bagian-bagian ini saling berinteraksi menuju tujuan bersama [common purpose] yang di sebut Tujuan Disain [design intent].

[Read more…]

Fitur Rib

rib-result

rib result

Fitur Rib adalah sebuah sirip tipis yang menempel pada permukaan pejal. Pada umumnya rib digunakan untuk memperkuat atau mencegah lengkungan pada design kita. Fitur Rib memerlukan 3 hal: Sketch, arah rib dan ketebalan rib. Sketch untuk rib harus mempunyai 3 syarat: kurva terbuka tunggal (bukan kurva tertutup), sketch tidak saling memotong & tidak bersebelahan, ujung sketch menempel pada permukaan “parent feature” & membentuk daerah tertutup. [Read more…]