Kenapa ikut sertifikasi profesional untuk CAD?

Bulan lalu, saya mengikuti sertifikasi profesional AutoCAD 2013. Menambahkan satu lagi koleksi saya.

autocad_certified_professional

Banyak yang bertanya-tanya, apakah keuntungan sertifikasi CAD? Kenapa saya harus ikut?

Jenis sertifikasi

Sebetulnya saya dulu sudah pernah menjelaskan bahwa sertifikat itu ada dua jenis: certificate of completion dan certificate of recognition.

Certificate of completion

Certificate of completion adalah sertifikat yang menunjukkan bahwa anda pernah ikut training atau workshop. Beberapa organisasi memberikan nilai untuk sertifikat seperti ini. Namun kenyataannya, setelah ikut training kita tidak tahu apakah memang kita sudah menguasai software tersebut atau belum.

Certificate of recognition

Sertifikat ini merupakan pengakuan. Sertifikasi profesional termasuk yang satu ini. Sertifikat ini kalau mau diambil analoginya seperti SIM (Surat Ijin Mengemudi). Anda diakui bisa menyetir, tapi anda belum tentu pengemudi yang baik.

Kalau anda punya sertifikasi profesional AutoCAD, berarti anda diakui bisa menggunakan AutoCAD. Tapi tidak berarti anda jago AutoCAD.

Jadi sertifikasi ini ‘kasta’ nya lebih tinggi dari pada sertifikasi training.

Sebetulnya ada satu jenis sertifikasi lagi di Autodesk, yaitu certified user. Namun setahu saya tidak terlalu populer di Indonesia.

Kenapa mengikuti sertifikasi?

Lho, kalau tidak bisa meyakinkan orang anda jago menggunakan software itu, buat apa ikut sertifikasi?

Banyak yang menyebutkan bahwa dia bisa menggunakan 3ds Max, Revit, AutoCAD, SketchUp dan sebagainya di CV/resume. Kenyataannya, banyak yang menggunakannya hanya setengah-setengah.

Dulu saya punya rekan kerja yang melakukan 3D modeling di SketchUp. Namun untuk drafting dan detailing dia lakukan di AutoCAD. Rendering di 3ds Max.

Kalau anda minta dia membuat 3D model dan rendering sepenuhnya di 3ds Max, maka dia akan kelabakan. Jadi meski dia jago rendering, dia belum bisa dikatakan menguasai 3ds Max sepenuhnya.

Di beberapa perusahaan, mereka tidak selalu mengijinkan kita punya banyak software hanya untuk menyelesaikan satu tugas saja. Mengingat harga software yang lumayan mahal. Jadi mereka minta semua diselesaikan di software yang diberikan ke anda saja. Nah, kebayang kan… kenapa perlu adanya sertifikasi?

Saya sendiri belum pernah menggunakan sertifikasi itu untuk melamar kerja di perusahaan lain. Apakah ada rekan-rekan yang pernah menggunakan sertifikasi sejenis (tidak perlu Autodesk) untuk melamar kerja? Apakah memang membuat perbedaan dengan yang tidak punya sertifikasi?