Mengenal Standar Layer

Beberapa waktu yang lalu, kita sudah membahas mengenai CAD standard, kenapa perlu digunakan. Ada beberapa elemen dari drawing yang dbuat standard. Diantaranya dapat anda baca di halaman Wikipedia ini. Salah satu yang paling merepotkan dalam urusan standar ini adalah layer. Bagaimana sih cara pemberian nama layer yang standard?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak ada penamaan layer yang betul-betul standard. Namun ada beberapa standard penamaan layer yang digunakan cukup luas. Salah satunya dari AIA: AIA Cad Layer Guidelines, 2nd edition (1997).

AIA_layers

Perhatikan bagaimana penamaan layer di AIA. Secara umum, ada tiga kelompok pada nama layer.

  1. Disiplin Ilmu. Di awal nama layer, anda akan melihat disiplin ilmu yang menggunakan layer tersebut. A berarti arsitektur. C berarti civil (umumnya civil infrastructure), dan sebagainya.
  2. Di bagian kedua, menunjukkan jenis objek. Nama objek ini terdiri dari 4 huruf. Kalau lebih, ya diringkas. ANNO berarti annotation, DETL berarti detail, DOOR adalah pintu.
  3. Bagian ketiga, digunakan untuk memberikan detail lebih jauh tentang jenis objek tersebut. TEXT berarti anotasi berupa teks, SYMB berarti anotasi berupa simbol.

Pengelompokan nama layer seperti ini akan mempermudah kita mengetahui objek itu ada di disiplin mana, itu jenis objek apa, dan detail dari tipe objek itu. Bahkan jika anda memberikan gambar anda pada orang yang tidak menggunakan CAD standard, ia akan lebih mudah menebak gambar mana ada di layer mana. Dan karena penamaannya bersifat standar internasional, orang bule pun akan paham.

Layer Filter

Kalau anda membuat semua nama layer pada template, anda akan melihat ada ratusan nama layer yang tersedia! Mungkin akan membingungkan, bagaimana memilih layer-layer untuk diaktifkan. Tapi jangan khawatir. Pemberian nama yang standard akan mempermudah kita juga untuk menggunakan layer filter. Hanya layer yang dibutuhkan yang akan tampak di layer list.

Layer_Filter

Perhatikan contoh di atas. Filter ‘AEC objects’ akan menampilkan hanya layer-layer untuk objek AEC. Karena nama semua layer sama untuk setiap project, divisi, dan mungkin bahkan untuk perusahaan rekanan anda, anda dapat menggunakan layer filter ini berulang-ulang. Jadi waktu anda bekerja dengan object AEC dan tidak perlu menampilkan layer untuk objek lainnya… aktifkan saja filter tersebut.

Contoh lain untuk penamaan layer ini bisa dilihat di sini.

Bagaimana dengan perusahaan anda, apakah sudah menggunakan CAD standard? Apakah anda tertarik untuk menerapkan CAD Standard, dan merasa bisa memperoleh keuntungan dari penggunaan CAD Standard?

Jika tidak, apa kesulitan anda dalam menerapkan CAD standard?

Kita akan lanjutkan untuk penggunaannya pada drawing. Selanjutnya.

  • Aan

    Buat temen temen pengguna AutoCad…Saya melihat tulisan ini sebagai entry point agar e-file drawing kita menjadi rapi.
    Dengan menggunakan Cad Standard..maka gambar kita akan mudah dipahami orang lain…waloupun orang itu tinggal dikutub…
    Selamat memulai dan menikmati indahnya Cad Standard…
    Salam
    Mr-X

  • dody

    mas.. mau tanya, cara me merge object2 biar jadi satu layer gimana ya?? thanks sebelumnya

  • Ferra

    Salam kenal pak,.
    Boleh tolong jelaskan mengenai standar os 100 dan os 150 saat ploting gambar,.. Karena saya biasanya menggunakan setting manual untuk garis2. (Tidak mengacu pada standar tersebut)
    Tetapi saat dikantor seringkali diminta menggunakan standar tersebut…. Saya ingin tahu banyak mengenail fungsinya dan perbedaannya apa
    Thanks sebelumnya.

  • trijoko

    terima kasih artikelnya.
    dapat juga kita menyimpan layer state yang telah kita buat [*.las], sehingga dapat digunakan lagi pada project yang lain.

    apakah hal ini juga bisa dilakukan pada text style atau dimension style ya?.
    trims atas bantuannya.

  • Stevanus Transylvanio

    bisa mendapatkan layer standarnya dimana? atau ada contoh filenya.