Mengenal Autodesk Certification

Certified_Professional_TC.png

Minggu lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti ujian sertifikasi professional di Autodesk Singapura. Saya mengikuti sertifikasi untuk Revit Architecture 2010 (ya, memang sekarang sudah versi 2011, tapi untuk sertifikasi masih 2010 yang ada). Dari pesan yang disampaikan oleh pihak Autodesk, sepertinya mereka ingin mempopulerkan sertifikasi ini. Kalau bisa sebanyak mungkin user aplikasi Autodesk ikut sertifikasi.

Jadi meneruskan pesan untuk ‘encourage users to be certified’ saya ingin menyampaikan kepada teman-teman yang ingin diakui skill CAD-nya terkait sertifikasi ini. Mungkin kelak berminat ikutan, kalau sudah tersedia di Indonesia. Ya, sayangnya saat ini belum tersedia di sini. Namun melihat antusiasnya mereka menggalakkan sertifikasi, mungkin tidak lama lagi dapat diikuti di Indonesia.

Certificate of Completion vs Certificate of Recognition

Mungkin ada teman-teman yang bilang, saya punya kok sertifikat dari Autodesk, waktu ikut training di Autodesk training center. Betul, itu adalah certificate of completion. Yang menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah menyelesaikan training tersebut, dengan materi training dan instruktur profesional yang diakui Autodesk. Sementara sertifikat ini adalah Certificate of Recognition, merupakan ‘pengakuan’ atas skill individu dari Autodesk. Mungkin kalau diibaratkan, certificate of completion itu sudah selesai sekolah, tapi belum lulus UN ;)

Adapun sertifikat professional itu seperti ini. Ada nama, nama sertifikasi, dan no seri. No seri dan nama ini bisa di cross check di website Autodesk. Jadi jangan coba-coba memalsukan :) Bisa ketahuan!

Certified_Professional_TC

Level untuk Professional Certification

Ada dua level sertifikat ini: associate dan professional. Associate adalah basic, professional adalah level advanced. Harus lulus associate dulu baru bisa ikut yang professional. Bagi yang sudah lulus, berhak mencantumkan ‘gelar’ sertifikasi tersebut dan menggunakan logo ini:

certification logo

Logo dan sertifikasi ini bisa dicantumkan di kartu nama, email signature, CV, dan tempat lain yang dianggap perlu.

Dan bagi yang lulus, namanya juga akan tercantum di database Autodesk ini. Bagi perusahaan yang ingin mencari pegawai yang kemampuannya diakui Autodesk, dan untuk memeriksa apakah betul si pelamar ‘certified’ oleh Autodesk. Di halaman tersebut, carilah bagian ‘Autodesk Certified Professionals Search’

 certified_professional_search

Coba anda cari di negara Indonesia, untuk aplikasi tertentu. Anda bisa lihat nama orang yang lulus (kalau anda lulus, nama anda juga akan ada di sini). Untuk Indonesia, ada 2 orang yang certified associate sebagai AutoCAD 2010. 1 orang certified associate untuk Inventor 2010, dan 1 orang certified professional untuk Revit 2010 (yaitu saya ;). Saya belum coba cari yang lain, tapi kalau minat, silahkan coba search sendiri :)

registered_professional

Semoga secepatnya sertifikasi ini bisa diikuti di Indonesia. Bagi yang berkesempatan ke Singapura atau Malaysia, mungkin bisa usahakan luangkan waktu dan biaya untuk mengikutinya.

Ingat, sertifikasi ini diakui secara world wide, termasuk jika anda ingin melamar ke luar negeri!

Perubahan Forum Diskusi

Dari_Member_Grup.png

Dari_Member_Grup

Rekan-rekan member CAD Notes. Kami melakukan sedikit perubahan pada struktur menu forum TentangCAD dan menambahkan beberapa item. Grup ini diberi nama ‘Dari Member’, dan seperti namanya diberikan seluas-luasnya bagi member untuk memanfaatkannya.

  1. Anda dapat memposting image drawing, atau hasil render design anda pada room galeri.
  2. Anda dapat menuliskan tips dan tutorial ringkas yang dapat dimanfaatkan oleh member lain. Room ini diberi nama Tutorial dan Tips.
  3. Anda dapat memasang tautan/link yang anda temukan dan anda rasa menarik untuk dibagi. Termasuk bagi yang baru mulai membuat blog CAD, dapat memasang link ke blognya di ‘Tautan yang Dianjurkan’
  4. Anda dapat memberikan kritik dan saran untuk pengembangan TentangCAD di ‘kritik dan saran’.

Tujuannya agar para member tidak lagi segan berinteraksi di forum, karena mungkin forum yang tersedia selama ini terlalu fokus di aplikasi. Jadi harap dimanfaatkan sebaik-baiknya ya!

Selamat berdiskusi!

Mengenal Fungsi WHILE Pada Autolisp

041210_0331_MengenalFun1.png

Fungsi “while” hampir menyerupai fungsi “repeat”, tapi beda, kalau repeat fungsinya sudah jelas mengulang dengan sekian kali , tapi kalau while sangat beda dan lebih luas cara penggunaannya, fungsi while bisa di gabung pengunaanya dengan fungsi lain sehingga menjadi lebih efektif, para programer propesional sangat sering menggunakan fungsi while ini.

Gambar 1. Format utama dari fungsi while.

Kelebihannya bisa di pakai untuk mengulang, dari yang di batasai sampai yang tidak terbatas

Contoh pengulangan dengan batasan tertentu

Gambar 2. While untuk membuat daftar kordinat atau mengumpulkan.

Gambar 3. While ketika mencetak.

Gambar 4. Sama seperti gambar 3.

Contoh pengulangan yang tidak terbatas

Gambar 5. Pengulangan yang memakai while tak terbatas.

Contoh lain penggunaan while yang lebih luas

Gambar 6. Fungsi while di gabung dengan fungsi cond dan getstring.

Gambar 7. Fungsi while di gabung dengan cond, nul dan getdist.

Gambar 8. Fungsi while dengan progn, getdist, getpoint dll.

Mencari Kekeliruaan di Program DCL

041010_0331_MencariKeke1.png

“Saya coba memodifikasi program tersebut menjadi lebih detail namun gak bisa proses. Gambar tidak muncul di previewnya dan bila di OK programnya tidak membuat gambar…”

Anda bisa buka topik yang dibicarakan dan bisa mengunduh kode lisp, dcl maupun slide, pada kalimat di bawah ini

[url]http://forum.tentangcad.com/viewtopic.php?f=6&t=503[/url]

Kalimat paling atas sering di temui, ketika programer pemula membuat program Autolisp maupun DCL nya, keluhan tersebut adalah saya sunting dari sebuah topik yang di sampaikan oleh rekan kita, yaitu Bung “Pither”, saya bukan untuk mengekspos Bung Pither, tapi saya akan mempersembahkan buat semua pembaca tutorial ini, “cara mencari di mana letak kekeliruan” kode Autolisp maupun pada dclnya, hal ini paling sering di temui oleh programer pemula, sangat beruntung Bung Pither punya masalah “tidak” di telan sendiri, tetapi di lempar ke forum yang tepat sehingga saya bisa ikut memecahkan permasalahan yang di hadapinya. Kesulitan yang di hadapi oleh Bung Pither merupakan inspirasi buat saya lebih korektif melihat dan mencari kekeliruan pada setiap kode.

Pertama kita akan bahas dulu kode dclnya, mengapa kode dcl ini tidak bisa tampil ketika kode lisp sudah di panggil

Gambar 1. Sebuah kode dcl yang akan di cari kekeliruannya.

Langkah pertama buka editor Autolisp anda, lantas buka file dcl yang bernama “pondt.dcl” , arahkan kursor anda ke “Tools -> Interface Tools -> Preview DCL in Editor”, setelah itu akan tampil sebuah dialog box, lihat gambar di bawah ini dan coba perhatikan pada kotak editnya tidak tampil kode panggil dari kode dcl itu.

Gambar 2. Dialog box yang akan menampilkan kode panggil dcl.

Seharusnya kode panggil yang bernama “pondt” harus muncul di kotak edit, ini artinya ada ketidak beresan dengan kode panggil, atau memang pada kode nya sendiri ada yang tidak beres, maka kita coba lagi “Tools -> Interface Tools -> Preview DCL in Editor”, setelah muncul ketik “pondt”.

Gambar 4. Kata “pondt” sudah di ketik pada kotak edit.

Sekarang anda lakukan tekan tombol “OK” untuk melihat kejadian yang akan datang

Gambar 5. Dialog box yang menampilkan kekeliruan.

Ini artinya ada ketidak beresan pada akhir kode, mungkin tanda tutup “kurung kurawalnya” kurang atau keliru, kita lanjutkan dengan tekan tombol “OK”, maka akan muncul lagi dialog berikutnya.

Gambar 6. Dialog box lanjutan menampilkan kekeliruan.

Pada dialog box ini masih terjadi kekeliruan pada syntaxnya, mari kita koreksi kodenya.

Gambar 7. Kode dcl yang terdapat kekeliruan lihat tanda kotak merah bandingkan dengan gambar 1.

Mari kita kode pada gambar 7 kita eksekusi gimana hasilnya

Gambar 8. Kode panggil dcl langsung muncul dengan sendirinya.

Ternyata setelah di revisi kode pada gambar 1 diatas, ketika di eksekusi kode panggilnya langsung muncul tanpa kita melakukan pengetikan, ini artinya kode tersebut sudah bisa tampil.

Gambar 9. Tampilan dialog box dari kode gambar 7

Kita sekarang beralih ke kode lispnya

Gambar 10. Kode lisp yang di potong karena terlalu panjang

Gambar 11. Kode sambungan dari gambar 10

Gambar 12. Kode sambungan dari gambar 11.

Dari kode yang di tampilkan oleh gambar 10 s/d 12, kita eksekusi lihat hasilnya

Gambar 13. Hasil eksekusi dari kode lisp

Ternyata dialog sudah bisa tampil, tapi kenapa gambar “image” tidak muncul, ini artinya kode dcl maupun kode lispnya masih ada kekeliruan, mari kita koreksi

Pada kode dcl kita tambahkan kalimat ini, agar gambar image bisa tampil

“: radio_button {label = “Tampilkan”;key = “gbr”;}”

Lihat pada gambar 14 setelah kode di tambah kode tambahan.

Gambar 14. Lihat tanda kotak merah adalah kode tambahan.

Alihkan perhatian kita pada kode lispnya, lihat atau bandingkan gambar 10 dengan gambar 15 yang telah di revisi

Gambar 15 . Gambar 10 yang di revisi, lihat tanda kotak merah.

 

Gambar 16. Gambar image sudah muncul.

Ketik “pondt” pada command prompt maka akan muncul dialog gambar 16,di klik radio button “tampilkan” dan isi setiap kotak dengan data ini

Panjang = T1 = 1000

Lebar = T2″ = 800

Tebal = T3″ = 250

Panjang = K1 = 400

Lebar = K2 = 350

Pedestal Kolom = K4 =1500

Kedalaman Kolom = K3 = 600

Lapisan Pasir = L1 = 100

Lapisan Pemadatan = L2 = 200

Kemudian tekan tombol “Ok” dan lihat hasilnya

 

Gambar 17. Terjadi error saat eksekusi lisp di atas

 

Jalan satunya kita harus melakukan eksekusi baris perbaris atau manual, agar di ketahui letak kesalahan tiap barisnya, di blok lah gambar 10 mulai kalimat ini “(setq dcl_id (load_dialog “Pondt Revisi.DCL”))”, kemudian tekan “tombol selection”.

Di blok lagi pada di gambar di bawah in

Gambar 18.Contoh kode yang di blok

Gambar 19, Hasil kode yang di blok

Nah sekarang dengan cara manual sudah di ketahui letak kekeliruannya, ternyata terletak pada baris ke 7, coba anda perhatikan disana ada variable “T4″, yang tidak di ketahui asal usulnya sehingga kekeliruan program yang di buat oleh rekan kita sudah ketahuan.

Mengenal Fungsi OPERATORS Pada Autolisp

040810_0211_MengenalFun1.png

Apa sih “Operators”, yang pasti anda akan berpikiran lain, karena kata itu konotasinya lebih ke objek manusia, seperti operator mesin, radio atau yang lainnya. Tapi di program Autolisp kata “operator s” lebih menitik beratkan pada sejumlah fungsi matematis, diantaranya perkalian, penjumlahan, pembagian dan pengurangan serta yang lainnya.

Gambar 1. Sejumlah fungsi operators pada program Autolisp.

Yang biasa menjalankan atau menggunakan program VBA, kalau melihat fungsi operators di program Autolisp, selalu bilang bikin pusing ketika menjalankan perhitungan matematisnya, memang betul karena fungsi matematis di program VBA dengan di program Autolisp sangat beda, di program VBA kalau kita ingin membuat perkalian sebagai contoh sangat mudah, tapi kalau di program Autolisp bentuknya akan di balik, hal inilah yang kurang di sukai oleh programer yang biasa menjalankan VBA.

Gambar 2. Perbedaan bentuk perkalian antara VBA dan Autolisp.

Pada program Autolisp semua fungsi operators (tambah, bagi, perkalian dll) selalu di tempatkan di depan variablenya (angka), tapi kalau anda sudah biasa menjalankan program Autolisp, menemui hal itu bukan suatu masalah jadi prinsipnya tergantung kebiasaan anda program apa yang anda jalankan.

Contoh fungsi operator yang di gunakan.

Gambar 3. Fungsi tambah, kurang, kali dan bagi.

Gambar 4. Bentuk fungsi persamaan atau lebih besar, kecil dan lainnya.

Gambar 5. Bentuk bitwise serta penabahn/ pengurangan.

Mengenal Fungsi CAR, CADR, CADDR dan CDR Pada Autolisp

040710_1311_MengenalFun1.png

Salah satu fungsi untuk mengurai data atau daftar (list) adalah dengan fungsi “Car”, car adalah singkatan untuk “Contents of the Address Register”, selain car masih ada fungsi lain yaitu “cadr”,”caddr” serta masih banyak anakan dari ketiga kode tersebut .

Gambar 1. Fungsi car,cadr,caddr dan cdr serta hasilnya.

Car bila di fungsikan pada sebuah daftar (list) akan di dapat daftar pertama dari daftar tersebut.

Cadr bila di fungsikan pada sebuah daftar (list) akan di dapat daftar kedua dari daftar tersebut.

Caddr bila di fungsikan pada sebuah daftar (list) akan di dapat daftar ketiga dari daftar tersebut.

Cdr bila di fungsikan pada sebuah daftar (list) akan di dapat daftar kedua dan seterusnya dari daftar tersebut, atau daftar pertama tidak di tampilkan.

Contoh lain yang di dapat dari sumber lain.

Gambar 2. Contoh car dan turunannya serta hasilnya.

Pemahaman terhadap car,cadr,caddr maupun cdr masih mudah di pahami (lihat gambar 1), tapi kalau sudah mengarah kepada turunannya akan lebih ngejelimet, lihat gambar 3 sebelah kiri namun untuk memudahkan arti lebih luas anda bisa lihat sebelah kanannya.

Gambar 3. Equivalent antara car dan uraiannya.

Fungsi car dan cdr bisa membuat turunannya sampai 4 level

Gambar 4. Car dengan turunannya.

 

Mengenal Fungsi GETKWORD Pada Autolisp

040710_0124_MengenalFun1.png

Getkword adalah sebuah fungsi untuk memasukin data dengan di gabung fungsi initget dan di kontrol oleh batasan bit, artinya bila anda menggunakan fungsi ini, maka data yang akan di masukin sudah di set sedemikian rupa, bila memasukin data di luar batasan maka hasilnya akan “Invalid option keyword.”, biasanya fungsi getkword terlebih dahulu di ikuti oleh fungsi “initget”, fungsi ini akan mengontrol terhadap fungsi getkword, fungsi initget selalu di ikuti sebuah nilai bit, nilai bit dengan angka tertentu akan membatasi pemakai memasukin data di luar dari ketentuan initget tadi.


Gambar 1. Format utama dari fungsi getkword.


Gambar 2. Fungsi getkword yang di ikuti oleh fungsi initget.

Nilai bits dengan ketentuannya.

Kode bit akan mengijinkan atau tidak mengijinkan terhadap pemakai ketika memasukin input data, bit bisa ditambahkan bersama yang lain untuk mendapatkan nilai kombinasi dari mulai nilai 0 s/d 255, jika nilai bit tidak di sertakan asumsinya tanpa kondisi.

1 (bit 0)  Mencegah pemakai menekan tombol enter.

2 (bit 1)  Mencegah pemakai menekan tombol nol.

4 (bit 2)  Mencegah pemakai memasukan nilai negatif.

8 (bit 3)  Mengijinkan ke pemakai untuk memasukan sebuah titik di luar batasan gambar, kondisi bisa di pergunakan untuk fungsi pemasukan yang akan datang dari pemakai, jika variable “limcheck” di set ke yang berlaku.

16 (bit 4)  tidak di gunakan.

32 (bit 5)  Menggunakan garis dashed ketika menggambar sebuah garis rubber band atau kotak, Untuk itu fungsi ini pemakai dapat memilih sebuah titik yang terpilih lokasinya di area gambar, nilai bit ini menyebabkan garis rubber band atau kotak menjadi dashed sebagai pengganti solid. (beberapa tampilan drivers di gunakan khusus membedakan warna sebagai pengganti garis dashed, jika systim variable POPUPS adalah 0, AutoCAD akan mengabaikan bit itu.

64 (bit 6)  Melarang memasukan input kordinat Z pada fungsi getdist, sebuah aplikasi akan menjamin fungsi ini kembali ke nilai 2D.

128 (bit 7)  Mengijinkan bebas data input jika itu sebagai kunci kata, sebagai penghotmatan terhadap kontrol bit yang lain dan kata kunci yang terdaftar. Bit ini lebih di utamakan di atas bit 0, jika bit 7 dan 0 di set maka pemakai cukup tekan tombol enter, maka akan di hasilkan sebuah kalimat batal.

 

 

CATATAN : Masa yang akan datang atau ke depannya versi Autolisp mungkin akan menggunakan initget kontrol bit, untuk mencegah setting yang tidak terdaftar.

 

Contoh fungsi getkword dengan fungsi initget dan fungsi lainnya.


Gambar 3. Fungsi getkword di gabung dengan fungsi lain.

 

Contoh lain


Gambar 4. Fungsi initget dengan nilai kode 1.

Mengenal Standar Layer

AIA_layers.png

Beberapa waktu yang lalu, kita sudah membahas mengenai CAD standard, kenapa perlu digunakan. Ada beberapa elemen dari drawing yang dbuat standard. Diantaranya dapat anda baca di halaman Wikipedia ini. Salah satu yang paling merepotkan dalam urusan standar ini adalah layer. Bagaimana sih cara pemberian nama layer yang standard?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak ada penamaan layer yang betul-betul standard. Namun ada beberapa standard penamaan layer yang digunakan cukup luas. Salah satunya dari AIA: AIA Cad Layer Guidelines, 2nd edition (1997).

AIA_layers

Perhatikan bagaimana penamaan layer di AIA. Secara umum, ada tiga kelompok pada nama layer.

  1. Disiplin Ilmu. Di awal nama layer, anda akan melihat disiplin ilmu yang menggunakan layer tersebut. A berarti arsitektur. C berarti civil (umumnya civil infrastructure), dan sebagainya.
  2. Di bagian kedua, menunjukkan jenis objek. Nama objek ini terdiri dari 4 huruf. Kalau lebih, ya diringkas. ANNO berarti annotation, DETL berarti detail, DOOR adalah pintu.
  3. Bagian ketiga, digunakan untuk memberikan detail lebih jauh tentang jenis objek tersebut. TEXT berarti anotasi berupa teks, SYMB berarti anotasi berupa simbol.

Pengelompokan nama layer seperti ini akan mempermudah kita mengetahui objek itu ada di disiplin mana, itu jenis objek apa, dan detail dari tipe objek itu. Bahkan jika anda memberikan gambar anda pada orang yang tidak menggunakan CAD standard, ia akan lebih mudah menebak gambar mana ada di layer mana. Dan karena penamaannya bersifat standar internasional, orang bule pun akan paham.

Layer Filter

Kalau anda membuat semua nama layer pada template, anda akan melihat ada ratusan nama layer yang tersedia! Mungkin akan membingungkan, bagaimana memilih layer-layer untuk diaktifkan. Tapi jangan khawatir. Pemberian nama yang standard akan mempermudah kita juga untuk menggunakan layer filter. Hanya layer yang dibutuhkan yang akan tampak di layer list.

Layer_Filter

Perhatikan contoh di atas. Filter ‘AEC objects’ akan menampilkan hanya layer-layer untuk objek AEC. Karena nama semua layer sama untuk setiap project, divisi, dan mungkin bahkan untuk perusahaan rekanan anda, anda dapat menggunakan layer filter ini berulang-ulang. Jadi waktu anda bekerja dengan object AEC dan tidak perlu menampilkan layer untuk objek lainnya… aktifkan saja filter tersebut.

Contoh lain untuk penamaan layer ini bisa dilihat di sini.

Bagaimana dengan perusahaan anda, apakah sudah menggunakan CAD standard? Apakah anda tertarik untuk menerapkan CAD Standard, dan merasa bisa memperoleh keuntungan dari penggunaan CAD Standard?

Jika tidak, apa kesulitan anda dalam menerapkan CAD standard?

Kita akan lanjutkan untuk penggunaannya pada drawing. Selanjutnya.

Mengenal Fungsi ALERT Pada Autolisp

040510_2342_MengenalFun1.png

Alert adalah sebuah fungsi untuk menampilkan sebuah dialog box, yang berisi sejumlah kalimat perhatian, peringatan atau kekeliruan pada sebuah program, fungsi ini bisa berdiri sendiri maupun bergabung dengan fungsi lain, fungsi alert sangat berguna untuk memberi peringatan ataupun informasi pada pemakai sebelum sebuah program di lanjutkan.

Gambar 1. Bentuk format utama dari fungsi alert.

Gambar 2. Tampilan fungsi alert.

Jika kalimat fungsi alert panjang buatlah menjadi berjajar ke bawah, contohnya seperti di bawah ini

Gambar 3. Kalimat pada fungsi alert yang panjang di buat berjajar ke bawah.

Gambar 4. Tampilan kalimat yang di jajarkan ke bawah.

Fungsi “strcat” adalah untuk menggabungkan antara sebuah kalimat dengan kalimat lain, dan fungsi “\n” supaya kalimat di tempatkan pada alinea baru.

Di gabungkan dengan variable lain

Gambar 5. Alert di gabung dengan variable lain.

Gambar 6. Fungsi alert di sisipi variable lain.

Bentuk lain kalimat yang di jajar ke bawah bisa di gunakan cara ini

Gambar 7. Cara lain format kalimat yang di jajar ke bawah.

Gambar 8. Hasil tampilan dari kode gambar 7.

AutoCAD 2011: Fitur Pengembangan 2D Drafting Lainnya

AutoCAD_2011_additional_contextual_menu.png

Kita sudah lihat ada tambahan item baru di contextual menu AutoCAD 2011: polyline. Ada 3 item lagi di contextual menu. Karena adanya di sana, mungkin yang sudah mencoba gak ‘ngeh’ dengan adanya tools baru ini. Ketiganya adalah: select similar, add selected, dan isolate. Bagi yang sudah menggunakan aplikasi vertikal seperti AutoCAD Architecture dan Civil 3D, mungkin sudah kenal dengan tools ini. Di Revit kita juga punya tools yang serupa.

Meski begitu… senang akhirnya punya ketiganya di vanilla AutoCAD!

AutoCAD_2011_additional_contextual_menu

Select Similar

Select similar akan memilih semua object dengan properti yang sama. Seberapa sama… anda bisa tentukan sendiri. Secara default, AutoCAD akan memilih object dengan tipe dan layer yang sama. Untuk menggantinya, ketikkan SELECTSIMILAR [enter]. Anda dapat membuka dialog settings untuk mengubah settingnya.

AutoCAD_2011_select_similar_settings

Tool ini dapat diaktifkan dengan noun-verb atau verb-noun selection.

Ini jauh lebih mudah daripada QSELECT atau FILTER. Meski tentu ada keterbatasannya.

Add Selected

Fitur ini juga sudah ada di aplikasi vertikal sejak lama. Kita bisa memilih satu objek, klik kanan, pilih add selected. AutoCAD akan mengaktifkan tool untuk membuat objek yang sama, dengan properti yang sama pula! Jadi gak perlu ganti-ganti layer, atau mencari nama block.

Isolate

Dulu satu-satunya cara untuk menyembunyikan objek hanya dengan layer management. Ini cara yang paling disarankan. Namun ada kalanya kita butuh untuk menyembunyikan objek yang ada di layer yang sama. Isolate merupakan tool yang paling pas untuk kondisi ini.

  1. Isolate akan menyembunyikan semua objek kecuali yang anda pilih.
  2. Hide akan menyembunyikan objek yang anda pilih
  3. End object isolation akan membatalkan semua di atas.

AutoCAD_2011_Isolate_objects_menu

Selection Cycling

Bagaimana cara memilih objek yang bertumpuk di AutoCAD? Dulu object selection cycling dilakukan dengan menahan [ctrl] dan mengklik mouse. Belakangan berubah menjadi [shift] + [tab]. Nah sekarang ada cara tambahan yang lebih mudah. Kita bisa menggunakan selection cycling.

Jika belum aktif, kita dapat mengaktifkannya dengan mengklik tombolnya di kelompok drafting tools.

AutoCAD_2011__Selection_cycling_toggle

Kira-kira beginilah fitur ini bekerja.

[kml_flashembed publishmethod="static" fversion="8.0.0" movie="http://cad-notes.com/wp-content/uploads/2010/04/Object_Selection_Cycling.swf" width="375" height="345" targetclass="flashmovie"]

Get Adobe Flash player

[/kml_flashembed]

Perubahan Interface

Seperti biasa, cukup banyak perubahan ‘look and feel’ di AutoCAD 2011. Namun rasanya tidak ada yang cukup signifikan dari fungsionalitasnya. Perubahannya juga cukup jelas, rasanya anda bisa langsung merasakan bedanya.

Jadi kita lewati saja yang ini. Selanjutnya perubahan di fitur 3D…