Mengenal Fungsi SSNAME pada Autolisp

Bagi programer pemula atau yang masih belajar pasti akan bingung bila mendapatkan fungsi “SSNAME” ini, ssname adalah “selection set name” tetapi ssname ini tidak bisa berdiri sendiri harus ada fungsi lain yang menyertainya, diantaran fungsi “ssget”, “sslength”.

Format utama dari ssname seperti ini

Gambar 1. Bentuk format dari fungsi ssname.

Ssx adalah variable yang di dapat dengan menggunakan fungssi “ssget” dan cnt adalah variable bilangan, biasanya di mulai dari angka 0. Hasil diatas akan berupa nama sebuah entity.

Gambar 2. Hasil perolehan dari kode gambar 1.

Di bawah ini kode ssname secara lengkap

Gambar 3. Contoh lengkap fungsi ssname beserta fungsi yang lain.

Bagaimana cara kerja fungsi ssname ini, adalah sebagai berikut

Variable ssx dengan fungsi “ssgetnya” akan menangkap semua objek gambar yang anda pilih dalam lingkup window,dengan hasil seperti ini.

Gambar 4. Hasil tangkapan objek gambar oleh fungsi ssget.

Kemudian karena hasilnya berupa “selection set: 6″ yang kita tidak bisa di mengerti, kita tidak tahu ada berapa objek yang dapat di tangkap oleh fungsi ssget tersebut, maka harus di ukur panjang atau banyaknya objek yang di tangkap itu, dilakukan dengan fungsi “sslength”, dengan hasil ini.

Gambar 5. Jumlah hasil tangkapan objek.

Langkah berikutnya men set variable “cnt” ke angka 0, kemudian dengan fungsi ssname kita akan mengetahui nama dari objek yang di tangkap tadi, perlu di ketahui bahwa objek yang di tangkap oleh fungsi ssget adalah objek yang terakhir di buat.

Gambar 6. Sebuah nama dari objek.

Nama entity sudah di ketahui, tetapi kita masih belum tahu objek apa itu, yang jelas seperti telah di sebutkan di atas bahwa objek itu pasti objek yang terakhir di buat itu saja. Langkah berikut kita akan uraikan lebih rinci nama entity tersebut dengan bantuan fungsi “entget”

Gambar 7. Isi dari pada sebuah entity.

Wah….pasti semakin tidak mengerti hasil pada gambar 7 itu, bagaimana cara mengetahui arti uraian di atas itu, sekarang anda buka editor “Visual LISP”, dengan cara arahkan kursor anda ke menu “Tools -> Autolisp -> Visual LISP editor”, atau ketik saja di command prompt “VLIDE”, setelah editor terbuka kemudian kursor anda arahkan ke menu “Help”, setelah terbuka pilih tab “Contents”, kemudian cari “DFX Reference -> Entities Section -> Text” , kolom sebelah kanan akan terbuka dengan uraian seperti ini.

Pada gambar 7 di atas coba anda perhatikan pasti terdiri dari “(1 . “Adesu”)”, angka 1 menunjukan keterangan “string” dan kata “Adesu” adalah text yang berada di area gambar, nilai angka 40 menunjukan tinggi huruf, nilai 10 menunjukan titik insert dari huruf tersebut dan angka 7 menunjukan jenis huruf yang di pakai, kalau anda ingin lebih detail lihat pada gambar 8.

Gambar 8. Uraian dari sebuah entity name.

Ok mari kita lanjutkan, untuk mengetahui nama objek kita gunakan gabungan fungsi antara “cdr” dan “assoc”, apa sih arti dari kata assoc itu, assoc adalah kepanjangan dari kata “association”, karena yang akan kita urai adalah “(0 . “TEXT”)”, nilai “0” adalah asosiasi dari text, bagaimana untuk memisahkan antara “0” “.” Dan “TEXT”,kita gunakan fungsi “CDR” (fungsi CDR akan di bahas di lain sesi). Dan hasilnya akan seperti ini

Gambar 9. Nama entity sudah diketahui yaitu sebuah text.

Untuk lebih gampang di ketahui oleh user atau pemakai, fungsi alert di munculkan sebuah dialog dengan menyebutkan nama objeknya, di lanjutkan dengan seting cnt di tambah satu nilainya, sehingga fungsi repeat akan berlanjut sesuai panjang atau banyaknya entity.

 

Gambar 10. Sebuah fungsi alert menampilkan nama objek.