Autodesk AEC Seminar

UndanganSeminarREVITrev.jpg

Bagi rekan-rekan yang bergerak di bidang architecture, engineering, and construction (AEC) mungkin berminat untuk menghadiri seminar Autodesk Solution untuk AEC. Undangan terlampir di bawah.

Bagi peminat dapat segera menghubungi contact person yang tertera pada undangan, paling lambat jam 15.00 sore ini (30 Maret 2010). Bagi yang tidak mendaftar tidak akan diperbolehkan masuk, karena tempat terbatas.

Anda dapat mendaftar melalui email atau fax (dengan mengisi undangan di bawah). Buruan, minimal dapat souvenir berbau Autodesk… ;)

Undangan  Seminar REVIT rev

AutoCAD 2011: Hatch Enhancement

AutoCAD_2011_Hatch_Contextual_Tab_thumb.png

AutoCAD 2011 sudah datang! Secara umum, tidak ada fitur baru, namun pengembangan fitur yang ada cukup baik. Pendeknya, sebetulnya kita bisa melakukan hampir semua yang bisa dilakukan di AutoCAD 2011 untuk drafting. Kecuali ada tambahan attribute transparency.

Saya akan menulis update fitur-fitur baru AutoCAD 2011 dalam beberapa tulisan terpisah. Di tulisan kali ini, kita akan melihat sedikit perkembangan hatch.

Saya Suka Ribbon!

Ribbon interface terbukti semakin berguna. Bagi anda yang membenci ribbon mungkin sudah saatnya mencoba menggunakannya. Saat anda mengaktifkan hatch, anda akan melihat AutoCAD 2011 membuka contextual tab: hatch creation. Semua pilihan yang dulu ada di kotak dialog hatch ada di sini. Tentu saja dengan tambahan hatch transparency, fitur baru di AutoCAD 2011.

AutoCAD_2011_Hatch_Contextual_Tab

Meskipun menurut saya ini jauh lebih baik daripada kotak dialog yang lama, anda tetap bisa membuka dialog tersebut. Atau tentu saja kalau anda menggunakan classic interface, anda tidak akan melihat tab ini. Pilih SeTtings untuk menampilkan dialog tersebut.

AutoCAD_2011__Hatch_Settings

Dengan ribbon interface, anda sekarang dapat tetap mengakses area drawing tanpa terganggu oleh kotak dialog. Sekarang anda dapat melihat live preview dari hatch sebelum dibuat. Jadi bisa mengubah properties lebih dulu jika belum sesuai keinginan. Lihat animasi di bawah untuk jelasnya.

Control Grip

Sekarang kita juga dapat memodifikasi hatch secara grafis, tidak perlu mencoba-coba mengubah nilai dari dialog box. Ketika kita memilih hatch, AutoCAD 2011 akan menunjukkan nama tab ‘hatch editor’. Kita dapat mengubah parameter dari AutoCAD 2011 ribbon, tapi kita juga bisa mengedit secara grafis.

Gerakkan pointer anda ke atas control grip. Control grip ini berupa lingkaran biru di tengah-tengah hatch.

AutoCAD_2011__hatch_control_grip

Tunggu beberapa saat, maka control grip akan berubah jadi merah. AutoCAD 2011 akan menunjukkan beberapa pilihan untuk modifikasi. Pilih salah satu atau klik saja control grip tersebut.

AutoCAD_2011_hatch_control_grip_options

Anda dapat berpindah-pindah dari satu option ke option lain dengan menekan [ctrl]. Rasanya ini juga baru di AutoCAD 2011. Karena dulu ‘cycle’ antara option ini juga belum ada.

AutoCAD_2011__cycling_between_available_options

Berikut animasi bagaimana membuat hatch dan memodifikasinya secara grafis.

[kml_flashembed publishmethod=”static” fversion=”8.0.0″ movie=”http://cad-notes.com/wp-content/uploads/2010/03/Hatch_editing.swf” width=”430″ height=”335″ targetclass=”flashmovie”]

Get Adobe Flash player

[/kml_flashembed]

Bagaimana menurut anda pengembangan hatch ini? Apakah anda menyukainya?

Membuat Gambar 3D Untuk Pemula

032910_0632_MembuatGamb1.png

Membuat gambar 3D bagi pemula mungkin terasa sulit, harus mulai dari mana tetapi bila anda sebagai pemula sudah mahir di 2D itu bukan masalah, sekarang tinggal pemahaman gambar 3D, gambar 3D adalah gambar 2D yang di extrude (dibuat ada ketinggian), ketinggiannya akan terlihat apabila “WCS” di rubah menjadi “UCS”, selama posisi dalam keadaan “WCS” gambar 3Dnya tidak akan nampak, karena posisi “WCS” sama dengan anda melihat dari atas. Bayangkan anda melihat sebuah kotak korek api bila di lihat dari atas, maka yang terlihat hanya bentuk segi empat saja, seolah-olah korek api tersebut hanya berupa segi empat saja, sekarang posisi anda di rubah yang tadi melihat dari atas sekarang lihatlah dari sebelah samping, maka akan tampak bahwa korek api tersebut ternyata punya ketinggian.

Perlu anda ketahui fungsi extrude akan bisa di gunakan bila objeknya satu entity, misal lingkaran, ellips dan rectang, bila anda membuat kotak dengan menggunakan fungsi “LINE”, itu belum menjadi satu entity, anda harus melakukan fungsi “PEDIT” atau “REGION”, kadangkala saat melakukan pedit sulit dilakukan atau sering gagal karena ada celah yang tidak terlihat oleh mata kita, hal inilah yang sering di alami oleh para drafter pemula.

Langkah pertama kita siapkan layer atau membuat layer, pada commmand prompt ketik “layer”

Gambar 1. Bentuk layer manager yang di tampilkan.

Maksud membuat layer yang bernama “Meja”, adalah untuk memisahkan antara bagian meja dengan yang lainnya, tiada lain untuk memudahkan saat mengedit gambar, perlu anda perhatikan “gambar yang baik” adalah gambar yang mudah di edit oleh orang lain, jangan sekali-kali membuat gambar dalam satu layer di satukan dimensi, hatch dan gambar itu sendiri, hal inilah yang akan menyulitkan saat mengedit.

Setelah selesai klik apply kemudian OK, area gambar akan nampak bebas dari dialog box, sekarang anda ketik “rectang” pada command prompt

Gambar 2. Fungsi rectang tampak sedang diaktifkan.

Disini anda masukan nilai untuk kordinat pertamanya nilai “0,0” kemudian kordinat keduanya dengan nilai “1000,500”, ini artinya anda sedang membuat meja bagian atasnya dengan panjang 1000 dan lebar 500.

Gambar 3. Gambar rectang atau segi empat bila dilihat dari atas.

Perhatikan sekali lagi kotak ini hanya berupa segi empat, dan lihat bentuk sumbu “X” dan “Y” sementara yang sumbu “Z” tidak tampak, ini menunjukan kondisi dalam keadaan “WCS”, dimana sumbu “Z” nya ada di atas, sekarang kita rubah posisi menjadi “UCS” dengan cara, arahkan kursor anda ke menu “View -> 3D Views ->Viewpoint Presets…”

Gambar 4. Memilih menu viewpoint presets.

Setelah menu “viewpoint presets” di pilih akan muncul dialog selanjutnya

Gambar 5. Dialog box untuk merubah posisi UCS.

Isilah kotak “X Axis” dengan nilai 315 dan kotak “XY Plane” dengan nilai 30, atau anda bisa di lakukan dengan meng klik kotak 315 dan sebelah kanannya angka 30 sebelah bawah. Ma ka tampilan objek gambar akan berubah.

Gambar 6. Posisi ucs sudah mulai berubah sumbu z sudah terlihat.

Sekarang anda sudah bisa melihat sumbu “Z”, sehingga ketika objek di extrude akan tampak perubahannya, pada command prompt ketik “extrude”, isi ketinggiannya dengan nilai 20 sementara untuk taper nya tekan saja tombol enter artinya kita tidak memilih nilai, yang di pilih default “<0>”.

Gambar 7, Urutan langkah extrude.

Inilah hasil extrude pada kotak meja

Gambar 8. Hasil extrude dari kotak segi empat.

Meja ini masih terlihat kasar setiap pojok masih runcing, jangan di pikirkan dulu itu nanti dikerjakan saat akan menjelang finising, termasuk warna garis mana ada kayu warnanya merah, disini yang akan di bahas trik dan cara membuat 3D, nanti di lain sesi akan di bahas soal lain.

Sekarang anda buat layer baru yang bernama “Kaki Meja” dan di set ke “set current”, pada command prompt ketik “xline” dan buat untuk “h” maupun “v”, serta pilih pojok meja bagian bawah, kemudian di offset dari kedua garis tersebut kearah dalam dengan jarak 100, ini garis bantu untuk membuat lingkaran yang akan di jadikan kaki meja, lanjutkan dengan membuat lingkaran dengan titik center perpotongan garis bantu itu, perhatikan pada gambar 10.

Gambar 9. Urutan langkah menggunakan xline dan offset.

Gambar 10. Dua buah garis bantu untuk membuat lingkaran.

Layer “Meja” supaya di matikan ini untuk memudahkan saat membuat “kaki meja”, sehingga fokus kita hanya pada kaki meja, meja ini akan kita set dengan ketinggian sekitar 45 cm atau 450 mm dari lantai sampai dengan permukaan atas meja, jadi kaki meja harus di kurangi dengan ketebalan meja yaitu 20, sehingga kaki meja akan kita extrude 450-20=430 mm, kearah bawah “-430″ (pakai tanda minus artinya extrude mengarah ke bawah.

Gambar 11. Kaki meja sudah terbentuk.

Bila kaki meja yang anda buat terlihat hanya berupa dua buah lingkaran dan dua garis vertikal, segera set “isolines” ke nilai 12 kemudian di “regen”.

Rasanya kaki meja kalau cuma lurus aja agak kurang rasa sentuhan seni, baik kita akan buat sedikit ada bentuk yang enak di lihat, ketik “circle” pilih lingkaran paling bawah dan pilih quadrant dengan radius 10, lantas di extrude setinggi 150, terus di “array” pilih polar dengan jumlah 12.

Gambar 12. Urutan dan langkah circle,extrude dan array.

Gambar 13. Lingkaran yang di extrude kemudian di array.

Langkah selanjutnya lakukan “subtract” dan hasilnya lihat pada gambar 14

 

Gambar 14. Kaki meja setelah dilakukan subtract.

Garis bantu segera hapus karena sudah tidak di butuhkan lagi, layer “Meja” supaya di hidupkan kembali, sekarang akan di lakukan proses “mirror”, pilih midpoint pada lebar meja sebelah kiri dan sebelah kanan.

Gambar 15. Urutan langkah mirror kaki meja .

Gambar 16. Hasil mirror pada kaki meja.

Berikutnya lakukan mirror terhadap kaki meja dengan memilih midpoint dari panjang meja

Gambar 17. Kaki meja sudah komplit.

Sentuhan akhir adalah melakukan “fillet” terhadap meja bagian atas agar terlihat lebih manis, untuk bagian pojok fillet dengan radius 25 dan bagian sisi panjang maupun lebar dengan nilai 5.

Gambar 18. Urutan langkah untuk fillet terhadap meja.

Gambar 19. Bentuk akhir dari meja.

Meja kita akan ganti warnanya menjadi warna kayu alami, arahkan kursor anda ke menu “View -> Render -> Materials…”

Gambar 20. Arah menuju menu material.

Setelah memilih menu material akan muncul dialog ini.

Gambar 21. Dilaog untuk material.

Kemudian anda pilih lagi atau tekan tombol “MaterialsLibrary…”

Gambar 22. Dialog box material library.

Pada kotak “Current Library” atau paling kanan pilih “Wood.Med.Ash” atau terserah anda, klik tombol “Import -> OK”. Setelah gambar 22 di klik OK kemudian menghilang yang tertinggal dialog box gambar 21.

Pada kotak “Materials” di klik “Wood.Med.Ash” terus di klik tombol “Attach” dan pilih semua objek, kemudian di OK, arahkan lagi kursor anda ke menu “View -> Render -> renders… render (pada diaalog box)”.

Inilah hasil akhir dari meja yang anda buat

Gambar 23. Hasil akhir dari meja kreasi anda.

Mengenal Fungsi SSNAME pada Autolisp

032810_0117_MengenalFun1.png

Bagi programer pemula atau yang masih belajar pasti akan bingung bila mendapatkan fungsi “SSNAME” ini, ssname adalah “selection set name” tetapi ssname ini tidak bisa berdiri sendiri harus ada fungsi lain yang menyertainya, diantaran fungsi “ssget”, “sslength”.

Format utama dari ssname seperti ini

Gambar 1. Bentuk format dari fungsi ssname.

Ssx adalah variable yang di dapat dengan menggunakan fungssi “ssget” dan cnt adalah variable bilangan, biasanya di mulai dari angka 0. Hasil diatas akan berupa nama sebuah entity.

Gambar 2. Hasil perolehan dari kode gambar 1.

Di bawah ini kode ssname secara lengkap

Gambar 3. Contoh lengkap fungsi ssname beserta fungsi yang lain.

Bagaimana cara kerja fungsi ssname ini, adalah sebagai berikut

Variable ssx dengan fungsi “ssgetnya” akan menangkap semua objek gambar yang anda pilih dalam lingkup window,dengan hasil seperti ini.

Gambar 4. Hasil tangkapan objek gambar oleh fungsi ssget.

Kemudian karena hasilnya berupa “selection set: 6″ yang kita tidak bisa di mengerti, kita tidak tahu ada berapa objek yang dapat di tangkap oleh fungsi ssget tersebut, maka harus di ukur panjang atau banyaknya objek yang di tangkap itu, dilakukan dengan fungsi “sslength”, dengan hasil ini.

Gambar 5. Jumlah hasil tangkapan objek.

Langkah berikutnya men set variable “cnt” ke angka 0, kemudian dengan fungsi ssname kita akan mengetahui nama dari objek yang di tangkap tadi, perlu di ketahui bahwa objek yang di tangkap oleh fungsi ssget adalah objek yang terakhir di buat.

Gambar 6. Sebuah nama dari objek.

Nama entity sudah di ketahui, tetapi kita masih belum tahu objek apa itu, yang jelas seperti telah di sebutkan di atas bahwa objek itu pasti objek yang terakhir di buat itu saja. Langkah berikut kita akan uraikan lebih rinci nama entity tersebut dengan bantuan fungsi “entget”

Gambar 7. Isi dari pada sebuah entity.

Wah….pasti semakin tidak mengerti hasil pada gambar 7 itu, bagaimana cara mengetahui arti uraian di atas itu, sekarang anda buka editor “Visual LISP”, dengan cara arahkan kursor anda ke menu “Tools -> Autolisp -> Visual LISP editor”, atau ketik saja di command prompt “VLIDE”, setelah editor terbuka kemudian kursor anda arahkan ke menu “Help”, setelah terbuka pilih tab “Contents”, kemudian cari “DFX Reference -> Entities Section -> Text” , kolom sebelah kanan akan terbuka dengan uraian seperti ini.

Pada gambar 7 di atas coba anda perhatikan pasti terdiri dari “(1 . “Adesu”)”, angka 1 menunjukan keterangan “string” dan kata “Adesu” adalah text yang berada di area gambar, nilai angka 40 menunjukan tinggi huruf, nilai 10 menunjukan titik insert dari huruf tersebut dan angka 7 menunjukan jenis huruf yang di pakai, kalau anda ingin lebih detail lihat pada gambar 8.

Gambar 8. Uraian dari sebuah entity name.

Ok mari kita lanjutkan, untuk mengetahui nama objek kita gunakan gabungan fungsi antara “cdr” dan “assoc”, apa sih arti dari kata assoc itu, assoc adalah kepanjangan dari kata “association”, karena yang akan kita urai adalah “(0 . “TEXT”)”, nilai “0” adalah asosiasi dari text, bagaimana untuk memisahkan antara “0” “.” Dan “TEXT”,kita gunakan fungsi “CDR” (fungsi CDR akan di bahas di lain sesi). Dan hasilnya akan seperti ini

Gambar 9. Nama entity sudah diketahui yaitu sebuah text.

Untuk lebih gampang di ketahui oleh user atau pemakai, fungsi alert di munculkan sebuah dialog dengan menyebutkan nama objeknya, di lanjutkan dengan seting cnt di tambah satu nilainya, sehingga fungsi repeat akan berlanjut sesuai panjang atau banyaknya entity.

 

Gambar 10. Sebuah fungsi alert menampilkan nama objek.

Mengenal Fungsi IF pada Autolisp

032710_0230_MengenalFun1.png

Fungsi “IF” banyak sekali di gunakan pada setiap program, tujuannya tiada lain untuk lebih menekankan fungsi sebelumnya , khususnya pada setiap variable input yang biasa terdapat simbol “<0,0,0>”, simbol tersebut menandakan dalam keadaan default pemakai cukup menekan tombol enter saja, tetapi hasil dari variable tersebut biasanya kalau ngak “nil” atau “”, ini yang akan merepotkan untuk program selanjutnya, makanya disini fungsi if akan menset ke nilai “<0,0,0,>” makanya fungsi ini sangat bermanfaat.

Format utama dari fungsi “if” seperti ini

Gambar 1. Format utama dari fungsi if.

Bagaimana cara kerja if, uraiannya seperti ini fungsi if akan mendeteksi variable yang ada dalam kurung atau “(= 10 11)”, bila variable angka 10 nilainya sama dengan nilai varia ble angka 11, maka akan di jawab “(alert “Jawaban anda benar”)”, dan bila persamaan itu nilainya salah maka akan di jawab “(alert “jawaban anda salah”)”.

Selain ada dua pilihan jawaban, anda bisa memutuskan untuk satu jawaban saja, contohnya seperti ini

Gamabar 2. Fungsi if dengan satu jawaban atau pilihan.

Contoh fungsi if dengan fungsi and

Gambar 3. Fungsi if di gabung dengan fungsi and.

Beberapa contoh fungsi if di gabung dengan fungsi lain

Gambar 4. Beberapa contoh fungsi if di gabung dengan fungsi lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenal Fungsi SSGET Pada Autolisp

032610_0059_MengenalFun1.png

Fungsi ssget merupakan salah satu fungsi untuk menangkap, mendapatkan objek yang berada pada area gambar, dengan menggunakan kode fungsi dan filter maka anda bisa mendapat objek yang di inginkan, misal di area gambar terdapat ribuan gambar lingkaran, dengan berbagai ukuran, warna, layer dan lain-lain. Maka gunakanlah fungsi ssget dengan filter tertentu.

Ini adalah format utama dari fungsi ssget


Gambar 1. Bentuk utama fungsi ssget.

Code merupakan ekspresi dari

C = Seleksi dengan menggunakan krosing

CP = Seleksi dengan menggunakan krosing cpolygon

F = Seleksi dengan menggunakan fence

I = Seleksi dengan menggunakan Implied

L = Seleksi yang di dapat pemunculan terakhir

P = Seleksi yang di dapat dari seleksi terakhir

W = Seleksi dengan memakai window

Wp = Seleksi dengan mengunakan wpolygon

X = Seleksi yang mendapatkan semua objek yang berada pada area gambar

:E = Seleksi yang di dapat dari seleksi pickbox

:N =

:S = Seleksi yang hanya di izinkan secara tunggal

Filter merupakan ekpresi dari


Gambar 2. Bentuk filter beserta pengertiannya.

Kita praktikan satu persatu dan mencoba hasilnya


Gambar 3. Fungsi ssget dengan mengunakan fungsi C.

Maka hasilnya akan di dapat seperti


Gambar 4. Hasil dari gambar 3 diatas.

Fungsi ssget dengan kode “CP”


Gambar 5. Fungsi ssget dengan bantuan kode CP.

Dengan hasil seperti ini


Gambar 6. Hasil yang diperoleh dengan kode CP

Fungsi ssget dengan kode “F”


Gambar 7. Fungsi ssget dengan kode F

Dengan hasil seperti ini


Gambar 8. Hasil yang di dapat dari kode F.

Fungsi ssget dengan kode “L”


Gambar 9. Fungsi ssget dengan kode “L”

Di bawah ini di lampirkan beberapa fungsi ssget dengan bermacam kode, diantaranya ada beberapa yang belum bisa di tayangkan menyangkut masih gagal saat di lakukan uji coba.


Gambar 10 Fungsi ssget dengan kode “P”, “W”,”WP”,”X” dan “E”

 

 

 

 

 


 

Mengenal Fungsi Foreach Pada Autolisp

032610_0032_MengenalFun1.png

Arti dari foreach adalah mengevaluasi tiap data dari sebuah kumpulan data, memang khususnya bagi pemula pasti agak sedikit membingungkan, tapi apabila anda sudah paham pasti fungsi ini banyak sekali di gunakan , foreach adalah salah satu fungsi favorite penulis.

Lihat di bawah ini adalah fungsi foreach dalam bentuk format utama, “x” adalah mengekspresikan data yang harus diolah terlebih dahulu dari kumpulan data yang berada pada “lst”, tanda “x” bisa anda ganti dengan istilah lain sesuka anda, “lst” adalah sekelompok kumpulan data, data bisa berupa angka maupun huruf, contoh (setq lst ‘(1 1.4 1,7 2 3,9)), dan “pt” adalah mengekspresikan lokasi kordinat, umpamanya (setq pt ‘(0 0 0)). Dan fungsi “(command “_circle” pt x)” adalah salah satu contoh ekpresi perintah, anda boleh ganti dengan fungsi lain tergantung kebutuhan anda sendiri.

Bagaimana cara kerja foreach, saya akan jelaskan lebih rinci, foreach akan mendeteksi data yang berada pada “lst”, kemudian diaplikasikan pada perintah command, membuat sebuah lingkaran pada kordinat “pt” dengan diameter daftar pertama dari “lst” yaitu dengan nilai 1, dilanjutkan untuk daftar kedua dari “lst” dengan nilai 1.4, terus sampai daftar habis.

Gambar 1. Bentuk format utama dari fungsi foreach.

Mari kita lihat aplikasi fungsi foreach, lihat dibawah ini

Gambar 2. Fungsi foreach diaplikasikan denga diameter lingkaran.

Fungsi foreach di gabung dengan fungsi if dan tblsearch, jadi foreach bisa di gabung dengan fungsi lain, tergantung dari kebutuhan program yang yang anda buat.

Gambar 3. Fungsi foreach di gabung dengan fungsi if dan tblsearch.

Gambar 4. Fungsi foreach ketika membuat huruf berjajar ke bawah.

Mengenal Fungsi Repeat pada AutoLISP

032310_0124_MengenalFun1.png

Fungsi “repeat” banyak sekali digunakan para programer lisp, memang repeat artinya untuk mengulang, sebagai gambaran ini biasanya terjadi ketika anda menerima gambar dari vendor, yang didalamnya terdapat ribuan gambar lingkaran dengan diameter layer warna dan lain-lain yang berbeda satu sama lainnya, yangjelas anda akan semakin bingung ketika boss anda mendesak mengerjakan dengan segera.

Format utama fungsi repeat lihat di bawah ini.

Gambar 1. Bentuk repeat yang sering digunakan para programer.

Mungkin para programer pemula pernah menulis kode seperti ini

Gambar 2. Sebuah program yang tidak menggunakan fungsi repeat.

Gambar 3. Sebuah kode yang menggunakan fungsi repeat.

Pada gambar 2 diatas penulis tidak menyalahkan, cuma kode tersebut tidak effisien tidak terpikir bila anda harus membuat 1000 lingkaran dengan kode diatas, turun lagi jadi 250 dan naik lagi, repooooooooot merevisi melulu.

Coba anda bandingkan antara gambar 2 dan 3, sangat jauh perbedaannya kembali ke diri kita sejauh mana kemampuan untuk mengolah data yang kita inginkan dengan menggunakan repeat

Mengenal Alibre

UI Alibre

Software yang satu ini mungkin terdengar aneh di kalangan industri manufaktur. Apa sih alibre ? Sejauh mana sih kemampuan Alibre ?

Awalanya saya mencoba software ini karena ada versi free yang lumayan memenuhi kebutuhan proses 3D Modeling. Dibanding harus merogoh kocek yang dalam untuk sebuah software :-D. Tapi pada akhirnya software ini dibandrol juga :-). Tapi masih tergolong manusiawi untuk kantor industri Indonesia.

[Read more…]

[Tembok] Dynamic Block VS Multiline

Ada 2 teknik pembuatan potongan tembok yang bisa diterapkan di AutoCAD 2006 ke atas:

1. Menggunakan Dynamic Block

2. Menggunakan Multiline

Kedua teknik sama2 punya nilai. Akan tetapi saya lebih memilih penggunaan Multiline untuk menyelesaikan pekerjaan ini karena tingkat elastisitasnya yang tinggi dan bisa digunakan untuk user AutoCAD 2006. Bagaimna dengan anda ??? [Read more…]