Program VBA Untuk Autocad

022210_0237_ProgramVBAU1.png

Sebenarnya saya agak kurang pas membuat tulisan ini, karena masih minimnya ilmu saya di program VBA, masih banyak kekurangan dan kalau ada pertanyaan dari member, banyak yang kurang paham. Tapi saya bukan sok ingin menonjolkan diri dengan ke tidak mampuan saya ini, saya hanya ingin berbagi ilmu yang saya miliki dengan segala keterbatasannya, barangkali bisa di petik manfaatnya oleh yang membutuhkan.

Saya yakin di negeri kita ini, banyak yang bisa program VBA dan lebih banyak lagi yang ingin bisa, maka untuk itu saya berusaha membantu yang ingin bisa/pemula, mari kita ikuti langkah di bawah ini.

Bukalah program cad anda setelah terbuka , ketik “Vbaman” pada command prompt atau bisa juga via “Tools -> Macro -> Vba Manager…”, terserah anda mau pilih yang mana. Maka akan muncul dialog box seperti ini.

Gambar 1. Dialog box Vba manager yang masih kosong.

Pilih “New” hingga di kotak project akan muncul “Acad Project” segera di klik dan di lanjutkan, dengan mengklik tombol “Visual basic Editor”, ini untuk membuka editor VBA.

Gambar 2. Editor VBA yang masih default.

Editor VBA ini telah terbagi menjadi 3 bagian paling kiri adalah “Project Explorer”, paling bawah kanan adalah “Local Window” dan paling kanan atas masih blank. Untuk mengontrol (memunculkan/menghilangkan) ke 3 kotak tersebut, bisa anda lakukan dengan mengklik menu “View”, coba anda klik menu insert pilih “modul” tampilan akan seperti ini.

Gambar 3. Editor VBA yang telah dilengkapi kotak modul (code window).

Kotak project explorer berfungsi untuk menampilkan file kode VBA yang di load, sedang kotak code window (modul) berfungsi untuk menulis, edit dan menampilkan kode VBA, serta kotak local window berfungsi untuk menampilkan hasil kode yang telah di eksekusi.

Untuk tidak berpanjang cerita mari kita mulai membuat kode VBA, arahkan kursor anda ke “module1″, yang berada di sebelah kiri dan di klik, kemudian arahkan kursor anda ke kotak “code window” yang berada di sebelah kanan atas.

Masukan atau ketik di kotak “code window” kode di bawah ini.

Sub test()

‘Menetapkan variable

Dim lineobj As AcadLine

Dim StartPoint(0 To 2) As Double

Dim EndPoint(0 To 2) As Double

‘Menetapkan titik awal garis

StartPoint(0) = 0: StartPoint(1) = 0: StartPoint(2) = 0

‘Menetapkan akhir garis

EndPoint(0) = 10: EndPoint(1) = 10: EndPoint(2) = 0

‘Membuat sebuah garis di dalam area model

Set lineobj = ThisDrawing.ModelSpace.AddLine(StartPoint, EndPoint)

End Sub

Atau seperti ini lihat gambar 4

Gambar 4. Sebuah kode yang di tulis di kotak code window.

Setiap kode yang di ketik di code window secara otomatis akan berubah warnanya, sesuai dengan fungsinya, untuk merubah warna yang anda inginkan, anda bisa merubah sendiri masuklah ke “Tools -> Options -> Editor Format”.

Sekarang anda lakukan eksekusi atau jalankan kode tersebut, dengan arahkan kursor ke menu “Run” pilih “Run Macro” atau lihat di bawah ini

Gambar 5. Menu untuk menjalankan program

Setelah anda tekan menu “Run Macro” atau simbol ini dialog selanjutnya akan muncul

Gambar 6 . Dialog macro untuk menjalankan program.

Tekan tombol “Run”, jangan kaget begitu dialognya hilang kadangkala tidak ada reaksi, arahkan kursor anda ke pojok kiri atas, di klik tanda “A” ini untuk membuka program cad anda.

Gambar 7. Ikon untuk membuka cad.

Sekarang anda lihat apa yang terjadi di area gambar anda, gambar garis langsung sudah ada.

Format kode VBA pada umumnya seperti ini

Sub xx()

End sub

Diawali dengan kata “Sub” kemudian di susul dengan kata “XX”, ini adalah kode panggil VBA terus di ikuti tanda “()”, setelah itu di bawah kata-kata tadi akan terdapat deretan kode program, ditutup dengan kata “End sub”.

Mari kita coba tulis kode, ikuti langkah ini

Ketik di area code window kata “sub test()”, terus tekan enter dan secara otomatis akan di ikuti “spasi” dan tulisan “end sub”, di antara tulisan “sub test()” dan “end sub”, ketiklah “dim ObjTex as”, ketika anda menekan tombol spasi di keyboard anda, secara otomatis pula di area code window akan muncul seperti ini.

Gambar 8. Dialog yang muncul setelah kata “as”.

Pasti anda akan semakin bingung dengan munculnya dialog ini, memang betul untuk para pemula akan mengalami seperti itu, di situ terdapat simbol dan kata tambahan untuk lebih jelasnya buka file “Help -> Visual Basic User Interface Help -> Icon used ……..”, atau lihat gambar 9.

Gambar 9. Jenis simbol yang di munculkan setelah menekan kata “as”.

Satu sisi menuntun pada kita mau di bawa ke mana variable itu, atau mau di katagorikan sebagai apa variable yang kita buat tadi, karena yang di tulis tadi “dim ObjTex as” artinya kita sedang membuat variable “ObjTex” di set dengan kata “dim”, makanya disini editor menanyakan pada kita mau di set sebagai apa?.

Di klik tanda segitiga yang mengarah ke bawah, untuk mencari katagori yang cocok buat variable yang barusan kita buat, pilihlah kata “AcadText’.

Gambar 10. Pilihan jatuh pada AcadText.

Selanjutnya ketik “Dim TextString As String” dan “Dim InsertionPoint(0 To 2) As Double” serta “Dim Height As Double”, variable “TextString” cukup jelas di set sebagai string, variable “InsertionPoint(0 to 2)” nah yang ini pasti agak aneh khususnya “(0 to 2)”, ini sama dengan “(x,y,z)” atau “0=x” dan “1=y” serta “2=z”. Kata “double” menyatakan batasan bilangan yang bisa di terapkan pada variable yang anda buat.

Lanjutkan dengan menambah “TextString=”Hello,World.”, “InsertPoint(0)=2″, “InsertPoint(1)=2″, “InsertPoint(2)=0″ dan “Height=0.5″, variable TextString di set ke kalimat hello world dan variable insertpoint di set x = 2 dan y = 2 serta z = 0, dan tinggi text di set nilai 0.5.

Yang terakhir ketik “Set ObjTex = ThisDrawing.ModelSpace.AddText(textString, insertionPoint, height)”, ini program memerintahkan kepada Autocad untuk segera membuat text, dengan kalimat “Hello,World” dan di kordinat x = 2, y = 2, z = 0 dengan tinggi huruf 0.5.

Anda boleh memakai kata “set” atau hanya ObjTex aja, karena dua-duanya bisa di jalankan, kembali kita ke program di atas yang anda barusan buat, coba lakukan “Run” atau jalankan, gimana hasilnya?

Membuat Block

022210_0236_MembuatBloc1.png

Tutorial ini khusus untuk para drafter pemula yang baru mengenal Autocad, yang belum banyak mengenal banyak fungsi, fungsi block sangat banyak manfaatnya dan banyak di gunakan di dalam gambar, dan sangat pasti bagi drafter pemula setelah anda bisa merangkai gambar, akan mengarah ke penggunaan block, mudah-mudahan tutorial yang sangat sederhana ini bisa menambah pengetahuan anda.

Langkah pertama siapkan oleh anda sebuah gambar, atau anda bikin gambar dadakan sekehendak anda, arahkan kursor ke menu “Draw -> Block -> Make”, atau ingin lebih singkat pada command prompt ketik “Block”, akan muncul dialog ini.

Gambar 1. Tampilan definisi blok.

Isilah kotak “Name” dengan nama Bolt, di ikuti dengan tekan tombol “Select object” dan pilih gambar anda yang akan di jadikan block, lanjutkan dengan menekan tombol “Pick point” dan pilih sebagai patokan base pointnya, centang tombol “Convert to block”, kotak Description boleh di isi atau kosongkan saja.

Gambar 2. Tampilan berubah setelah langkah di atas di kerjakan.

Setelah selesai tekan tombol “OK”, gambar asli tetap masih ada di tempatnya , sekarang lakukan ketik pada command prompt “Insert” atau “ddinsert”, akan muncul lagi dialog ini

Gambar 3. Dialog insert yang di tampilkan.

Pada kotak “Name” cari nama block yang anda buat tadi, tidak tertutup kemungkinan nama block sudah banyak di data base anda, lanjutkan tekan tombol “OK”.

Begitu tombol ok anda tekan dialog inser langsung menghilang, tapi pada command muncul “Specify insertion point or [Scale/X/Y/Z/Rotate/PScale/PX/PY/PZ/PRotate]:”, disini anda boleh memilih tulisan yang berada dalam “[…..]” dan seting sendiri atau ingin lebih ringkas, di klik aja dimana anda suka.

Membuat Objek OLE Di Dalam Gambar

021710_0329_MembuatObje1.png

Objek ole adalah menghubungkan antara data objek sumber dengan gambar yang berada di Autocad, apabila data yang berada di objek sumber berubah, maka seketika itu pula data yang ada di gambar akan berubah pula, untuk lebih jelasnya ikuti urutan langkahnya.

Langkah pertama buka program “Word”, buat tulisan seperti ini

Gambar 1. Sebuah contoh data di program word.

Pada gambar 1 di atas supaya di blok kemudian lakukan tekan tombol “Ctrl+c” atau kopi ke Clipboard.

Gambar 2. Data yang telah di blok.

Sekarang buka program Autocad anda, klik menu “Edit” dan pilih “Paste Special”

Gambar 3. Dialog Paste Special menawarkan pilihan.

Pilih “Paste Link” ini artinya isi dari “Clipboard” tadi di masukin ke dalam gambar dan langsung di buat koneksi dari file data yang berada di program “Word” dengan Autocad.

Pada kotak “As” pilih “Paste Link dan tampilan akan berubah seperti ini

Gambar 4. Setelah paste link di pilih.

Lanjutkan dengan tekan tombol “OK”, seketika itu pula pada kursor anda ada sebuah garis yang selalu mengikuti kemana kursor berpindah, di klik di area gambar anda lokasi tentukan oleh anda sendiri.

Gambar 5. Isi dari data file Word sudah tampak di gambar.

Sekarang lakukan perubahan pada data file yang berada di program Word

Gambar 6. Data yang di rubah.

Buka lagi program Autocad anda lihat perbedaannya,hasilnya akan seperti ini

Gambar 7. Hasil tampilan setelah data di ubah.

Membuat Icon Toolbar

021510_0156_MembuatIcon1.png

Bila kita ingin membuat sebuah atau beberapa ikon tool bar, dimana pada Autocad belum ada, anda ingin melengkapi yang belum ada atau kita berkeinginan berkreasi, cobalah ikuti urutan petujuk di bawah ini, mudah-mudahan bermanfaat buat anda.


Gambar 1.Menu yang dipilih menu toolbar.

Setelah anda memilih menu tool bar, dialog berikutnya akan muncul, seperti di perlihatkan pada gambar 2. Dan pilih new.


Gambar 2. Dialog kostumisasi.

Begitu tombol new di pilih akan muncul lagi dialog ini


Gambar 3. Untuk menentukan nama tool bar.

Beri nama tool bar tersebut, serta masukin nama kelompoknya, ketika itu juga akan muncul sebuah tool bar kondisi kosong.


Gambar 4. Memperlihatkan sebuah tool bar kosong.

Arahkan kursor anda kesalah satu ikon tool bar yang ada, pilih salah satu dan sambil tekan tombol “Ctrl” , geser dan pindahkan ke kotak yang tadi dibuat.


Gambar 5. Ikon kosong setelah di isi dengan ikon subtract.

Kemudian tekan tombol properties dan tekan lagi tombol yang anda buat tadi, maka pada bidang properties akan timbul keterangan beserta tombol edit.pada kolom name di isi sesuai keinginan anda dan pada kolom description di isi dengan uraian lebih lengkap.

 


Gambar 6. Tampak area properties telah terisi.

Pada kolom macro rubah sintak subtract ke ikon yang anda buat, lanjutkan tekan tombol edit selanjutnya akan muncul editor button.


Gambar 7. Dialog editor untuk merubah ikon.

Kolom grid harap di centang untuk memudahkan menggambar, pilih warna sesuai selera, di klik lagi kotak paling atas pilih yang paling kanan yang berfungsi sebagai penghapus, setelah di hapus pilih lagi kotak paling kiri yang berguna untuk menggambar, isilah tiap kotak kecil dengan cara mengklik.


Gambar 8. Isilah tiap kotak untuk membentuk panah.

Setelah selesai mengedit dilanjutkan dengan tekan tombol save as.


Gambar 9. Lokasi file ikon baru.

Beri nama “Arrow” pada kolom file name, terus tekan tombol save dan di lanjutkan tekan tombol close.


Gambar 10. Lakukan perubahan seperti yang diperlihatkan gambar diatas.

Di kolom name ganti dengan “Arrow” dan di kolom description ganti dengan “Create a arrow” serta di kolom macro ganti pula dengan arrow, lanjutkan tekan tombol apply.


Gambar 11. Setelah tombol apply di pilih

Setelah tombol apply anda tekan, lihat perubahan pada tool bar yang anda buat tadi, lanjutkan dengan tekan tombol close untuk mengakhirinya.

Tombol yang anda buat tadi ternyata belum bisa di gunakan, coba saja tapi jangan hawatir masih akan kita lanjutkan, supaya tidak terjadi komplik bukalah window explorer anda cari file “Acad.mns”.


Gambar 12. Lokasi file acad.mns di letakan.

Kopi file tersebut dan simpan di folder yang anda inginkan ganti nama file tersebut, sebagai contoh file tsb rubah jadi “Adesu 2005.mns”, kalau masih bingung mencari ikuti petunjuk di bawah ini


Gambar 13. Lokasi file acad.mns melalui options.

Arahkan kursor anda ke menu tool > options > files > menu, di klik 2x maka akan terlihat lokasi file tersebut.

Pada command prompt ketik menu dan muncul dialog ini, cari file acad.mns yang anda kopi tsb, setelah ketemu di klik open.


Gambar 14. Lokasi file yang anda rubah.

Perubahan akan terjadi ke menu yang anda kopi tersebut, tool bar baru akan berada di tengah area gambar, ketik lagi di command prompt “vlide” setelah editor autolisp terbuka dengan bantuan tombol open cari file acad.mns tadi yang anda rubah dan cari


Gambar 15. Lokasi toolbar1 di menu baru.

Sekarang beralih sesi, pada editor autolisp di klik ikon new, buatlah kode lisp seperti ini setelah selesai di save, lokasi folder terserah anda.

 


Gambar 16. Sebuah kode lisp sederhana.

Sekarang beralih lagi ke file seperti yang ditunjukkan gambar 15, buka lagi file acad.mns yang anda rubah tadi, dan ganti menjadi seperti ini


Gambar 17. Tampak gambar yang terpotong di sambung ke gambar 18


Gambar 18. Sambungan dari gambar 17

Setelah selesai di rubah kemudian di save, harap anda tutup program autocad dan editor lispnya anda, kemudian buka lagi program autocad anda, tapi jangan kaget kalau tool bar yang anda buat tadi berubah menjadi kosong, lakukan dan munculkan dialog box seperti pada gambar 10, terus di klik tombol yang kosong tadi tampilan akan berubah lagi, pilih edit > open dan cari nama file untuk tombol itu > open > save > close > apply >close.

Coba anda klik tombol yang anda buat tadi,gimana hasilnya?.

Mencari Dimensi Model Dari Berat Benda

Derived Part Non-unifor

Lama kaga nulis jadi kangen sendiri :). Sebenernya ini pertanyaan dari kawan bagaimana cara mengubah ukuran sebuah part/model dengan hanya mengubah berat dari model tersebut. Yang jadi pemacu sebenarnya adalah dia katakan bahwa SWX sanggup melakukannya. Kenapa inventor ngga :(. Dengan prinsip tak ada rotan akarpun jadi saya coba mencari tau bagaimana cara. Kita akan coba contohkan dengan sebuah kasus sederhana [Read more…]

Mengenal Altium

triple_monitor

Altium??? Apaan tuh?

Altium merupakan tools untuk electronic design yang dulunya dikenal sebagai Protel, mungkin kalangan dari electronic engineering akan lebih mengetahui nama ini dikarenakan tool ini dapat dengan mudah dicari bajakannya waktu itu, terus apa yang terjadi dengan Protel? Disini saya akan menceritakan sedikit background dari kehilangan nama itu dan dimana era Altium itu dimulai.

Protel dikenalkan pertama kali ditahun 1985 di IBM system. Sejak dulu nama Altium itu sudah nyantol dibelakang namanya Protel ini hanya saja kita tidak pernah menyadarinya soalnya yang kita beli itu biasanya bajakan, mana perduli.. Ditahun 1991, mereka memperkenalkan windows based PCB design software sebelum Microsoft Windows menjadi standard dari sebuah PC. Ditahun 1998, mereka mengeluarkan versi Protel 98 dan ditahun 1999, dirilislah Protel’99, versi inilah yang banyak dikenal oleh kalangan elektronika engineering di Indonesia dikarenakan oleh adanya Millenium bug, ingat ketika diberitakan bahwa semua product harus millenium bug compatible? Pada saat itu, Protel adalah satu-satunya PCB design software yang memiliki sertifikasi Millenium bug free.

Ditahun 2001, mereka menjadi listed company di Australia, sejak saat itulah nama Protel diubah menjadi Altium. Ditahun 2002, mereka mengeluarkan Protel versi 2002 dengan nama Altium Protel DXP 2002, versi ini bisa dibilang merupakan product gagal dari Altium dikarenakan diplatform inilah mereka mulai bermigrasi ke platform yang lebih user-friendly akan tetapi mempunyai banyak bug, Altium DXP 2004 kemudian direlease untuk menutupi kegagalan dari versi 2002 itu, pada akhir tahun 2005, Altium Designer 06 diperkenalkan dan merupakan versi terlama dari Altium melakukan banyak inovasi di versi ini, patchnya ada dari versi 6.0 sampai 6.9. Ditahun 2008, mereka mulai memperkenalkan sistem baru yaitu pergantian versi setiap setengah tahun, sejak itu dimulailah versi Altium summer dan Altium winter.

Sekian tentang background dari product ini..saya akan membahas lebih lanjut mengenai Altium ini diforum www.tentangcad.com supaya teman-teman sekalian bisa mendapatkan ilmu lebih selagi saya masih kerja untuk distributor Altium ini. Semoga bermanfaat.

Mengenai penulis:

Wadi Chan adalah senior sales dan application engineer dari produk Altium, PCB Graphtech Pte Ltd

Berikut kualifikasi penulis:
Occupation : Senior Sales and Application engineer for PCB Graphtech Pte Ltd
Expert on : Altium Designer software from version 6.9 till now as I’m the distributor for this software.
CST for 3D EMC/EMI simulation to get perform the test of the structures virtually.
Date of Birth : 21 March 1983
location : Singapore and Jakarta.

Membuat Gambar Dengan File Xref

020910_0147_MembuatGamb1.png

Menggambar di Autocad kalau kita kurang trik, memori gambar bisa sangat besar apalagi bila anda menggambar bentuk 3D, dengan memori besar akan sangat berpengaruh pada aktivitas saat anda menjalankannya. Ada cara untu k berusaha mempertahankan supaya memori gambar tidak terlalu besar, pertama gunakan sistim “Xref” dan kedua gunakan sistim block, saya akan coba membahas sistim xref dan mungkin untuk para pemula belum mengerti apa itu xref, xref (external references) adalah suatu file yang tersimpan terpisah dari gambar induk, sebagai ilustrasi gambar induk adalah sebuah gambar mobil, yang tentu saja gambar mobil tersebut sangat banyak membutuhkan gambar part atau komponen, seperti ban, pelek, pentil, kaca spion, mesin, radiator dll. Gambar induk akan memakai atau mendatangkan gambar komponen atau part dari file yang terpisah, yaitu file xref dimana lokasi penyimpanannya terpisah dari file induk.

Langkah pertama anda buat dulu gambar partnya/komponen, simpan di file tersendiri atau folder khusus , kita akan coba gambar besi siku

Gambar 1. Gambar besi siku dengan ukuran sembarang

Kemudian gambar lagi seperti ini atau terserah anda gambar apa saja, bisa pula anda manfaatkan gambar anda yang ada.

Gambar 2. Gambar besi UNP dengan ukuran sembarang pula.

Penulis hanya akan menyajikan dua contoh saja gambar dari komponen, sekarang anda buat untuk di gambar induk, klik ikon “Qnew” setelah terbuka pada command prompt ketik “xref” beberapa saat kemudian akan muncul dialog box seperti di bawah ini

Gambar 3. Gambar dialog xref .

Amati dialog tersebut pada pojok kanan atas ada tombol “Attach” di klik tombol tsb, dan akan muncul lagi dialog box seperti di bawah ini, kemudian anda cari dimana lokasi file komponen yang anda simpan.

Gambar 4. Gambar tempat lokasi file referensi berada.

Di klik nama file yang berada di kotak,kotak “file name” harus terisi sesuai yang anda pilih, lanjutkan klik tombol open selanjutnya akan muncul lagi dialog box.

Gambar 5. Dialog box untuk external referensi.

Lakukan klik “OK” seketika itu pula dialog box akan hilang, tapi muncul pada kursor di area gambar Autocad anda sebuah gambar yang anda pilih tadi, silahkan anda letakkan sesuai keinginan anda, setelah gambar tadi diletakkan ulangi dengan cara ketik xref, begitu seterusnya tergantung berapa gambar yang akan anda sisipkan pada gambar induk tadi.

Setelah anda selesai menyisipkan semua gambar komponen, jangan lupa file yang anda buat segera di save sebagai file induk.