Membuat Sistem Penggambaran di AutoCAD

printing

Menggambar dengan AutoCAD tidak semestinya sulit. Dan banyak trik yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktifitas dalam menggunakan AutoCAD. Di sini saya akan membahas secara overall sebelum masuk ke detailnya. Perhatikan video berikut ini.


@ Yahoo! Video

Jika dalam satu perusahaan sudah menerapkan standar dan sistem yang baku, seharusnya ini akan memudahkan semua orang. Dengan cara ini, anda hanya butuh waktu beberapa menit untuk membuat denah sederhana, termasuk sampai membuat schedule/BQ.

Jika anda tertarik menerapkan sistem seperti ini, saya mempersiapkan beberapa tutorial agar anda bisa membuat denah seperti di atas.

Reusable Content

Dalam menggambar, banyak sekali object yang sebetulnya dipakai berulang-ulang. Daripada menggambarnya dari awal, tentu lebih baik kita patenkan sebagai library. Di sini nanti kita akan mempelajari beberapa teknik di dynamic block. Sebagai awalan, saya pernah mengulas dynamic block untuk dinding. Kita juga akan membuat kolom dan pintu kelak.

Mengatur Reusable Content

Banyaknya reusable content bisa tidak berguna kalau tidak di manage dengan baik. Kita akan mempelajari tool palettes di sini. Tidak saja untuk block, tapi juga untuk lines, dimension, hatch, dll.

Mendefenisikan Template

Template sangat berguna untuk mengurangi waktu yang terbuang saat membuat gambar baru. Kita tidak perlu lagi membuat dari awal semua styles, layout, dsb. Template akan sangat berguna saat anda menggunakan fitur lanjutan seperti sheet set. Template juga akan membuat drawing anda lebih konsisten. Jika tidak menggunakan template, mungkin kali ini anda membuat layer ‘dinding’ tapi kelak ‘wall’.

Mendefenisikan CAD Standard

Memiliki standard mungkin tidak terlalu penting jika anda bekerja sendiri. Namun jika anda bekerja dalam lingkungan corporate, standard sangat penting. Ini akan memudahkan semua orang bekerja tanpa harus mencari-cari objek ini pakai style apa… layernya apa… kalau dicetak tebalnya berapa… Dalam setahun berpuluh-puluh jam waktu terbuang! Pemborosan besar bagi perusahaan. Kita akan mempelajari ini lagi kelak.

Membuat Schedule secara Otomatis

Di sini kita akan membahas cara membuat BQ atau schedule dari gambar yang ada. Berapa jumlah kolom, pintu, dan panjang dinding. Otomatis tentu saja, kalau manual tidak akan saya bahas di sini :)

Representasi Drawing dengan Layer States

Kita akan mengatur beberapa kondisi, apakah gambar ini ditampilkan secara detail atau tidak. Kita akan mengatur dua kondisi ini dengan layer states.

Setiap perusahaan tentu memiliki workflow sendiri. Setiap industri akan bekerja dengan cara yang berbeda. Namun setidaknya saya berharap ini akan memberikan gambaran bahwa menggambar dengan AutoCAD tidak melulu urusan lines dan dimension. Mungkin anda akan menyesuaikan dengan workflow anda sendiri.

Saya akan membahas hal-hal di atas dalam posting-posting selanjutnya :) Sengaja saya posting ini untuk panduan saya sendiri, dan bagi yang ingin mengikutinya tahu apa kira-kira selanjutnya yang akan dibahas.

  • ast

    1. perlu di pertimbangkan besaran area yang di rencanakan untuk penggambaran wall, untuk masterplan yang besar, karena besaran media cetak yang terbatas tidak selalu bisa menggunakan hatch ansi131, karena ini akan terlalu berat dan hasilnya tercetak hitam (sama dengan membuat double line)

    2. bagaimanapun, varian styles (text dan dimensi) sangat diperlukan mengingat pada kenyataannya kebutuhan skala gambar dalam 1 lembar yang sama sangat variatif. saya pernah memikirkan ini dan menyelesaikan solusinya. tapi program ini sudah di muat di cadalyst. bisa saya post ulang di sini ?

    • Edo

      Tenang saja. Nanti saya akan bahas aplikasi annotative scale untuk kedua masalah ini. Saya juga akan membuat layer states untuk representasi skala yang sangat besar.

  • ast

    3. hati-hati dengan dynamic door & window, sebaiknya tidak melakukan hanya modifikasi dimensinya saja. ini nantinya akan berhubungan dengan door & Window schedule. seandainya menghendaki dinamic door/window, maka sebaiknya disertakan attribut type door window, meski dalam penghitungannya akan lebih lambat

    • Edo

      Gak perlu kok. Liat saja nanti. Meski nama blocknya sama, pada schedulenya akan dipisahkan berdasarkan nama dan ukuran :) Persis seperti di Revit

      • ast

        kalau memang bisa memisahkan schedulenya, convert door / window ke 3D mestinya juga bisa sekaligus disiapkan.

        • udaaf

          Kalo ngga salah pemisahan schedule bisa menggunakan parameter yang ada di dynamic block. Ketika akan di extract data parameter ini yang akan jadi pemisah.

        • Edo

          Wah saya memang gak mau sampe ke sana. Klo niatnya gitu mendingan pake AutoCAD Architecture atau Revit sekalian.
          Konsepnya kebalik, dari 3D ke 2D, bukan 2D ke 3D ;)

          • ast

            kode DXF untuk nama block adalah 2, seandainya nama block 2d dwg= DENAHPINTU, nama block 3d=3DPINTU, maka, dari gambar denah dengan block DENAHPINTU bisa dirubah menjadi gambar 3DPINTU tanpa harus redefine. (hanya merubah kode 2 nya saja). ini diasumsikan block dengan lebar yang di modifikasi bisa terbaca.
            hal ini nantinya akan aku tulis di 3d bangunan tinggi yang aku rencanakan. aku belum sempat nulis lagi karena kesibukan kerja.

          • Edo

            Silahkan saja. Seperti yang saya selalu bilang, AutoCAD punya banyak cara menuju Roma. Karena itu saya gak pernah memaksakan workflow saya ke orang lain.
            Kecuali kalau sudah bicara software spesifik seperti Revit, ArchiCAD, BA, ACA, ACM, ACE, Inventor, SW, SE, Catia, UG, dll… mau gak mau kita ngikutin workflow yang sudah disediakan.

          • ast

            bukan mau memaksakan, tapi kalau memang memungkinkan untuk mendefinisikan dari 2d ke 3d, kenapa tidak sekalian. ini yang aku coba ungkapkan

          • udaaf

            Mending pake Revit kaga cape :D. Denah 2D dah didefinisikan sebagai simbol. Begitu masuk ke 3D View langsung keliatan dalam bentuk 3Dnya. Perubahan bentuk dari 2D ke 3D di AutoCAD rasanya bisa ngambil acuan dari perubahaan UCS. Tinggal liat variable yang kerja dan ini bisa dijadiin acuan. Sistemnya erase dan insert. Pas UCS berubah object 2D di erase dan object 3D di insert. Begitu juga sebaliknya.
            Kalo ada yang mau bayar mau juga mikirin tuh ide bos :D.

          • Edo

            Tenang saja Ast. Saya di sini nulis bukan untuk ngajarin orang. Tapi ngasih tau apa yang saya lakukan. Kalau berguna ya sukur. Kalau masih bisa dikembangkan silahkan. Kalau gak aplikatif ya gak usah dipakai. Gampang tho?
            Kalau memang anda punya yang lebih yahud ya silahkan share tulisannya. :)
            Afri: Ngapain bikinin program gituan. Ya mending beli yang dah jadi kaya Revit, ACA atau ArchiCAD :p Udah dijamin bisa jalan… Mending ACA atau Revit aja yang diutak-atik pake SDK. Ikutan ADN gak?

  • Kalo ngga salah pemisahan scheeule bisa menggunakan parameter yang ada di dynamic vlock. Ketika akan di extract data pafameter ini yang akan jadi pemisah.;

    • Edo

      Betul.Parameter itu nanti akan diberi nama, misalnya ‘wall length’ atau b dan h untuk kolom. Nanti di extract, kepisah berdasarkan nama block dan value parameternya ;)

  • Pingback: Dynamic Blog (1) : Membuat Dinding | Water Resources – Civil Engineering()