Meletakkan View pada Sheet

Ini adalah bagian yang paling menyenangkan. Anda dapat melihat bagaimana mudahnya mengatur view pada sheet di Revit. Kalau model bangunan sudah jadi, kita tinggal bersenang-senang saja :)

Aktifkan tab view pada design bar. Aktifkan tool sheet. Pada dialog yang muncul, anda diminta memilih jenis sheet yang ingin anda gunakan. Secara default, anda akan melihat satu sheet saja. Yaitu ‘A1 Metric’. Klik OK.

Revit akan membuka view yang baru anda buat.

new sheet.jpg

Dari project browser, klik dan tahan floor plans:lantai dasar. Tarik ke area gambar. Lepaskan tombol mouse. Posisikan di kiri atas. Setelah posisinya sesuai, klik mouse anda. Letakkan denah, tampak, dan perspektif anda pada sheet ini. Tambahkan pula room schedule pada sheet ini.

sheet1.jpg

Sangat mudah bukan?

Buat satu sheet baru. Letakkan section dan schedule pintu pada sheet kedua ini. Letakkan pula door schedule dan window schedule.

sheet2.jpg

Anda mungkin harus mengatur lebar kolom pada door dan window schedule. Pada saat tool modify aktif, klik tabel schedule tersebut. Klik dan tarik grip control untuk mengatur lebar kolom.

grip manipulation.jpg

Sekarang coba perhatikan simbol section dan elevation view.

view annotation.jpg

Perhatikan bahwa sekarang referensi nomer gambar dan nomer halaman telah terisi. Revit akan menjaga dokumentasi anda selalu akurat, sehingga setiap perubahan akan segera mengubah gambar yang terkait.

Sekarang anda tinggal melengkapi title block, dan gambar anda siap dicetak. Anda dapat mengubahnya dengan mengklik teks, dan mengetikkan nilai yang baru.

Isikan semua field di title block dengan nilai yang sesuai dengan project ini.

title block - finish.jpg

Membuat Sheet Anda Sendiri

Satu-satunya masalah bagi anda sekarang, belum tersedia title block yang siap anda gunakan. Tentu anda menginginkan nama perusahaan anda, atau nama anda, dan bukan logo Autodesk. Jangan khawatir, kita akan membuat title block sendiri. Dan caranya tidak sulit.

  1. Kita akan mengedit title block dari Autodesk, dan mengubahnya sedikit.
    Dengan tool modify aktif, klik title block di gambar anda. Klik kanan, dan pilih edit family.
    Klik ‘yes’ saat Revit meminta konfirmasi anda. Untuk amannya, kita akan menyimpan title block yang baru dengan nama lain.
    Dari menu Revit, pilih file>save as… Beri nama ‘border A1.rfa’
  2. Pilih logo Autodesk di kanan atas, dan tekan [delete] pada keyboard anda.
    Dari menu Revit, pilih file>import/link>image.
    Jika anda memiliki image yang ingin anda tampilkan, pilihlah image tersebut.
    Atur ukuran dan posisi image tersebut.
  3. Tambahkan teks, label, dan lines yang anda butuhkan. Anda dapat pula mengedit teks dan lines yang ada.
    Menggunakan teks, label, dan lines di sini sama dengan anda menggambar secara manual. Anda dapat menggambar apapun yang anda butuhkan.
    Yang perlu anda perhatikan adalah, gunakan teks jika anda ingin teks tersebut tidak dapat diganti-ganti saat anda gunakan sebagai sheet. Dan gunakan label jika anda ingin data tersebut dapat diganti. Misalkan nama project, judul gambar, dan sebagainya.
    Simpan file ini.
  4. Dari design bar, pilih load into project.
    Jika anda membuka lebih dari satu project, pilihlah project latihan anda. Pastikan tanda (?) aktif.
    Klik OK.
  5. Kembali ke sheet anda.
    Pilih border anda. Dari type selector, ganti tipe title block menjadi border A1.
    Sekarang border anda telah diganti.
  • Zaki

    Terimakasih Mas Edo atas tutorialnya, dan semua sangat membantu banget. Saya malah mengumpulkannya dan membuatnya dalam file pdf. selama ini saya pengguna Autocad dan gak pernah memperhatikan tentang Revit, dan ternyata……… amat membantu, praktis, dan menyenangkan.
    Meskipun saya pengguna pemula revit saya sangat antusias dengan software ini selain membantu kerjaan saya sebagai arsitek, saya suka dengan aplikasinya yang cukup simpel dan mudah. Tapi ada bebepa hal yang mau saya tanyakan ke Mas Edo atau mungkin tutorialnya belum finish??? (apa sih yang bakalan finish dengan software yang selalu up to date??)
    To the point aja:
    1. Gimana cara memberi material pada tiap tiap objek atau grup atau family
    2. Gimana cara mengatur kamera interior maupun eksterior
    3. Gimana mengatur cahaya interior dan eksterior
    4. Export – import file ke software2 lain, misalnya 3ds max atau autocad.
    Terimakasih Mas Edo, semoga bermanfaat buat para arsitek / desainer khususnya dan semua yang antusias.

    Zaki

  • http://tentangcad.com Edo

    Terima kasih jg Zaki,
    Untuk seri tutorial ‘Revit untuk Pemula’ memang hanya sampai di proses mencetak. Untuk lebih detailnya akan saya bahas kelak di tulisan lepas (bukan seri tutorial)
    Sambil menunggu respon dari yang lain, kira-kira apa saja yang menarik untuk diulas :)

    Untuk pertanyaan 1,2,3 akan saya ulas di tulisan terpisah.

    Untuk pertanyaan no. 4, pernah saya ulas di:
    http://tentangcad.com/2008/01/merender-model-revit-di-autocad/
    Untuk Revit 2009 dapat export langsung ke 3ds max dengan format FBX, termasuk environment, lighting dan materialnya.

  • Zaki

    Terimakasih atas jawaban Mas Edo, saya akan tunggu tutorial lanjut. Btw, proses rendering di revit ternyata ekskusi memori…. Satu hal Mas, semoga aja seri2 tutorial ini bisa di jadikan buku. Krn saya pernah nyari buku tentang revit di beberapa book store gak ketemu. Atau mungkin blm ada yg bikin.

  • http://tentangcad.com Edo

    Sudah ada beberapa tulisan lepas soal Revit yang pernah saya bahas. Mungkin bisa baca-baca dan ngusulkan materi lain supaya bisa dilengkapi lagi. Coba saja baca-baca ini: http://tentangcad.com/daftar-artikel/daftar-artikel-revit/
    Untuk dijadikan buku? Wah, saya pesimis penerbit kita mau… penerbit lokal cuma berani main di level aman seperti AutoCAD basic, 3ds Max, Vray…
    Rencananya sih kita mau rilis CD e-magazine tri-wulanan. Jadi yang gak bisa sering-sering baca online bisa baca versi off-line-nya. Tunggu saja :)