Layer ‘DEFPOINTS’

Jika sebelumnya saya membahas mengenai ‘layer 0‘, ada satu layer lagi yang akan selalu anda temui di AutoCAD. Yaitu layer ‘defpoints’. Cobalah lihat daftar layer. Belum melihatnya? Memang layer ini tidak ada sejak awal anda membuat gambar. Kecuali template anda memang sudah punya layer tersebut.

Cobalah buat dimensi, dimensi apa saja. Linear atau diameter boleh. Sekarang lihat lagi daftar layer. Sekarang layer ini ada! OK, sekarang sudah dapatkah anda menebak apa gunanya layer defpoints?

Layer ini merupakan layer yang spesifik hanya ada di AutoCAD. Sejak dari jaman AutoCAD masih ‘bodoh’ dulu. Sama seperti banyak hal lain, jadi software yang pertama tidak selalu jadi keuntungan. Autodesk mungkin kesulitan untuk menghilangkan kebiasaan menggunakan layer defpoints. Meski secara teknis, hal ini mungkin lagi dilakukan sekarang. Banyak hal yang jika ingin dilakukan, harus menulis ulang kode program dari awal. Dan rasanya sulit, mengingat cycle rilis baru Autodesk setahun sekali. Bentley saja butuh 6 tahun untuk menulis ulang kode MicroStation dari V8 ke V8 XM.

Layer defpoints dibuat untuk menetapkan point acuan saat meletakkan dimension. Layer ini merupakan layer yang begitu dibuat sudah diset agar tidak dicetak saat melakukan plot. Tidak ada guna lain dari layer ini. Dan sangat tidak dianjurkan menggunakannya untuk keperluan lain. Dulu orang sering menggunakannya untuk membuat gambar yang tidak diplot (seperti viewport). Saya kurang tahu kenapa. Mungkin dulu tidak bisa mengatur agar layer tidak dapat diplot, sehingga layer defpoints menjadi menarik untuk digunakan.

Cobalah rename layer itu. Bisa? Tentu saja. Tapi begitu anda membuat dimension lagi, sebuah layer baru bernama DEFPOINTS kembali dibuat! Jangan bermain-main dengan layer ini, biarkan saja apa adanya. Dan justru, usahakan menghindarinya!

  • Rizki

    Mungkin pendapat saya 180 derajat kebalikan dari pendapat penulis tersebut diatas. Saya menggunakan Defpoints untuk proses drafting sehari-hari. Interaksi saya dengan layer ini sesering dengan interaksi saya dengan layer-layer standard lainnya. Bahkan layer ini merupakan termasuk layer wajib yang ada di drawing template.

    Dan ya, paling sering menggunakan sebagai layer untuk viewport, alasannya simple, karena secara default merupakan layer non-plot.

    Lebih jauh lagi, layer ini juga sering saya gunakan sebagai layer untuk memasukkan xref atau block yang memang sengaja tidak untuk di-plot, tapi sekedar untuk reference aja.

    Di layer ini juga saya sering membuat garis bantu atau Construction Line jika saya membutuhkan garis bantu dengan panjang unlimited. Dan sering juga untuk insertion point (guidance line) pada beberapa block yang complex.

    Hemat saya, dari pada tidak digunakan, ya dipakai aja untuk kepentingan di atas, daripada membuat layer lagi. Dan mungkin banyak drafter lain yang menggunakan layer ini untuk kepentingan yang lebih luas lagi.

    Perlu diingat, bahwa drafting style tiap orang berbeda (bahkan bisa dilihat dari hardcopy 2 orang drafter yang menggambar object yag sama). Jadi kesimpulannya, banyak sekali tools, object, atau apa aja yang sudah disediakan AutoCAD.

    Tinggal bagaimana kita meng-eksplore-nya aja. Daripada membatasi kreatifitas, kenapa tidak menyerahkan kepada masing-masing drafter untuk menentukan bagaimana ia menghasilkan suatu gambar. Dan tetap dalam kerangka proses drafting yang effisien dan “benar” seperti yang dibahas dalam artikel “10 Kesalahan yang Umum Dilakukan Pengguna AutoCAD”.

    Regards,
    Rizki

  • http://tentangcad.com Edo

    To Rizky,

    Terima kasih atas masukannya.

    Autodesk sendiri secara resmi menganjurkan untuk tidak menggunakan layer DEFPOINTS sejak AutoCAD 2004. Bisa dilihat di website resmi Autodesk:
    http://usa.autodesk.com/adsk/servlet/ps/dl/item?siteID=123112&id=3268084&linkID=9240615

    Juga berikut beberapa link yang menunjukkan permasalahan yang muncul karena menggunakan layer DEFPOINTS.
    1. http://forums.augi.com/showthread.php?t=73549
    2. http://discussion.autodesk.com/thread.jspa?threadID=403274

    AutoCAD dapat menghandle layer dalam jumlah ‘virtually unlimited’, ratusan layer tidak akan mengakibatkan masalah bagi AutoCAD. Jadi menambahkan satu layer lagi dengan nama (misalnya) ‘nonplot’ tidak masalah. Dan akan lebih mudah bagi orang lain yang menerima gambar itu untuk dipahami.
    Pada dasarnya apa yang saya anjurkan supaya mempermudah pekerjaan, setidaknya bagi saya. Tapi tentu, setiap orang punya alur kerja sendiri yang lebih disukai.

  • Rizki

    Memang selama ini saya belum pernah mengalami masalah dengan Defpoints seperti yang dialami user lain seperti pada threads diatas (mungkin karena layer “0” saya gak pernah dalam kondisi locked atau thawed). BTW, masukan bagus untuk wawasan saya.

    Thanx for sharing.

    Wassalam,
    Rizki F.

  • Dadan

    Saya sependapat dengan Mas Rizki, mungkin karena drafting style saya kurang lebih seperti itu memperlakukan layer defpoints.
    Tapi kadang-kadang saya masih kecolongan, ada objek yang hilang saat di plot.

  • http://www.riyantowibowo.co.cc antowi

    Kebiasaan di kantor pakai layer defpoints untuk viewport. Ya udah saya ngikut aja :D

  • bryan

    bagaimana cara memunculkan layer defpoint?

    • http://solusicad.com/ sugeng marjono

      cukup dengan memberikan 1 dimensi saja. maka otomatis layer tsb diberikan.