Review Buku: Desain Pertokoan dengan ArchiCAD 10

Spesifikasi Buku
Format : Soft Cover
Ukuran : 14 x 21 cm
Ketebalan : 220 hlm
Warna : BW
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Kelompok : Komputer
Kategori : Grafik
Pengguna : Kalangan Bisnis dan Mahasiswa
ID : EMK121080979
ISBN : 978-979-27-2756-2

Bagi yang belum kenal dengan ArchiCAD, aplikasi ini adalah salah satu aplikasi BIM (Building Information Modeling). Seperti halnya Revit dari Autodesk atau Bentley Architecture dari Bentley. ArchiCAD mungkin yang terpopuler di Indonesia, karena memang paling tua dan paling dulu dikenal.

Buku ini ditargetkan untuk kalangan bisnis dan mahasiswa. Buku ini tampil sedikit berbeda dari buku-buku tutorial lainnya. Saya cukup terkesan bagaimana penulisnya mampu menyusun tutorial dari awal sampai bangunan berdiri. Ada tiga contoh bangunan pertokoan yang diulas. Mulai dari 1 lantai sampai 3 lantai. Biasanya, buku-buku lain akan membahas fitur-perfitur dan file latihan yang digunakan berbeda-beda. Kadang malah file sudah jadi sebagian, dan pembaca tinggal meneruskan saja. Menurut saya, penulis sudah punya arah yang bagus.

Buku ini cocok untuk pemula yang ingin langsung mencoba membuat satu bangunan jadi dari nol. Cocok juga untuk buku latihan pelengkap bagi yang sudah belajar menggunakan buku lain atau sudah belajar sendiri. Bagi pemula, membuat dari nol sampai bangunan jadi akan sangat menyenangkan. Dibandingkan mempelajari fitur-perfitur.

Di buku ini, langkah-perlangkah cukup mudah diikuti. Dilengkapi dengan screenshot yang jelas. Dan komponen bangunan yang digunakan juga cukup lengkap, dari dinding, lantai, pintu, jendela, sampai atap. Memang membuat pertokoan atau ruko masih sederhana. Tapi toh, kompleksitas hanya merupakan iterasi desain kan?

Meski demikian, ada beberapa hal yang menurut saya masih bisa diexplore oleh penulis.

Pertama, release terbaru ArchiCAD adalah 12. Mungkin penulis bisa lebih aktif dan mulai menyusun buku mulai dari versi beta atau minimal release candidate. Waktu rilis buku bisa disesuaikan dengan rilis softwarenya, sehingga lebih up-to-date.

Kedua, buku ini belum menggambarkan kemampuan ArchiCAD sepenuhnya sebagai aplikasi BIM. Seperti buku ArchiCAD lain, masih mentok di ‘membuat gambar 3D dan rendering’ saja. Mungkin buku ini memang ditujukan sebagai buku latihan 3D modeling, sebagai pelengkap buku ArchiCAD lainnya. Namun jika ditambahkan beberapa lembar lagi untuk merepresentasikan desain ke gambar kerja, membuat Bill of Material, dan menambahkan anotasi akan lebih bagus. Karena BIM toh, tidak hanya soal 3D.