Meletakkan Pintu dan Jendela

Di bagian ini, kita akan melengkapi denah layout dengan pintu dan jendela. Anda juga akan mulai mengenal parameter untuk mendefenisikan tipe objek anda sendiri. Tutorial ini meneruskan tutorial sebelumnya, jika anda belum membuatnya, dapat mengikuti tutorial Revit untuk pemula sebelumnya.

Pintu dan jendela adalah objek yang termasuk kategori hosted components. Artinya pintu dan jendela hanya dapat diletakkan menempel pada objek lain, yaitu dinding. Pintu dan jendela tidak dapat diletakkan jika anda tidak memiliki dinding.

Jika anda telah terbiasa menggunakan aplikasi CAD 2D, anda mungkin terbiasa dengan istilah ‘menggambar’. Di BIM, kita akan gunakan istilah ‘meletakkan’, bukan menggambar. Karena memang pada dasarnya anda tidak menggambar objek.

Meletakkan Pintu

Bukalah denah ‘Lantai Dasar’. Kita akan meletakkan pintu pada kamar utama di kanan bawah.

Aktifkan door pada design bar. Pada type selector, pilihlah jenis pintu M_Single-Flush: 0864x2134mm.

Pastikan pula pilihan Tag on Placement dimatikan. Kita akan mempelajari tentang tag di bagian lain.

Gerakkan pointer mouse anda ke arah dinding kamar tersebut. Perhatikan bahwa pintu hanya akan muncul saat pointer menunjuk dinding. Letakkan pintu seperti gambar berikut ini.

Tekan [space] untuk mem-flip jika orientasinya tidak sesuai. Klik kiri jika posisinya telah sesuai.

Letakkan pintu-pintu tipe single flush lainnya seperti gambar berikut ini. Gunakan ukuran yang berbeda-beda tergantung fungsi dari pintu tersebut.

Pilihlah ukuran pintu yang anda inginkan dari type selector. Sama sekali tidak sulit bukan?

Sekarang pilihlah salah satu pintu yang anda letakkan. Perhatikan pada pintu tersebut terdapat simbol flip.

Klik simbol tersebut. Cara ini dapat anda gunakan untuk mengubah orientasi pintu dengan mudah.

Perhatikan pula bahwa anda sekarang dapat melihat temporary dimension. Cobalah pindahkan pintu anda dengan mengubah nilai parameter pada dimensi. Cara ini sama persis dengan saat anda membuat dinding.

Jika anda perhatikan, ukuran pintu yang disediakan Revit tidak umum. Mungkin karena awalnya memang didesain untuk imperial, bukan metrik. Jangan khawatir, kita akan menyesuaikan ukuran pintu ini.

Pilihlah pintu seperti yang ditunjukkan pada gambar ini.

Klilk properties pada option bar.

Klik edit/new di kanan atas dialog yang muncul.

Klik duplicate di kanan atas dialog lain yang muncul.

Berikan nama ‘pintu tunggal 700x2100mm’ saat Revit meminta nama tipe pintu. Klik OK.

Sekarang ubahlah parameter ukuran pintu. Width menjadi 700, dan height menjadi 2100.

Klik OK sampai semua dialog tertutup.

Perhatikan bahwa pintu yang anda pilih telah menggunakan tipe pintu baru.

Default dari template Revit adalah pintu single flush. Untuk jenis pintu lain, anda harus me-load-nya terlebih dahulu. Akses dari menu file>load from library>load family. Bukalah folder door untuk melihat family pintu.

Pilihlah pintu M_Double-Glass 1.rfa. Klik open. Sekarang aktifkan door, dan perhatikan pada type selector, tipe ini sudah ada pada daftar pintu anda.

Dengan cara yang sama, load satu tipe pintu lagi, M_Overhead-Rolling.rfa.
Letakkan pintu-pintu ini pada posisi berikut.

Selesaikan pula peletakan pintu untuk lantai satu seperti berikut.

Sekarang kita akan mereview sejauh mana kemajuan model kita. Klik ganda {3D} melalui project browser.

Meletakkan Jendela

Pada dasarnya tidak ada perbedaan cara meletakkan pintu dengan jendela. Silahkan anda coba meletakkan beberapa jendela seperti gambar berikut ini. Gunakan cara yang sama dengan meletakkan pintu.

Pada contoh berikut ini digunakan dua tipe dinding, yaitu: M_Fixed: 0610 x 1830mm dan M_Fixed: 0915 x 1830mm. Anda dapat mencoba bereksperimen dengan tipe jendela lain. Untuk mengubahnya cukup pilih jendela yang ingin anda ubah, dan pilih tipe baru dari type selector.

Denah lantai dasar

Denah lantai satu

Setelah selesai periksa pula sejauh mana desain anda pada 3D view.