Block vs XREF

XREF ternyata bukan fitur yang populer di AutoCAD. Banyak orang yang lebih suka menggunakan block atau hanya menggunakan manajemen layer. Kadang banyak yang menganggap menggunakan block lebih efektif, toh kalau block di edit, semua block yang sama akan langsung diupdate. Dengan XREF, mereka menganggap saat mengirimkan file bisa membingungkan… file mana saja yang harus dikirim nih? Dan memang, sering ada file yang tertinggal.

Block dan XREF sebetulnya beda konsep. Memang fungsi block di AutoCAD sudah jauh melenceng dari fungsi asalnya. Namun jika kita bicara dalam skala corporate, tidak ada salahnya anda mempertimbangkan penggunaan block dan XREF secara lebih efisien.

AutoCAD adalah software yang memiliki banyak workflow. Tidak terpaku pada satu aturan tertentu. Andalah yang harus menetapkan rules dalam menggunakannya. Anda bisa saja membuat layer ‘dinding’ dan menggambar pohon di sana. Jika gambar pohon anda bagus, orang akan tetap mengenalinya sebagai pohon. AutoCAD tidak akan tahu bahwa anda menggambar pohon di layer yang sebetulnya untuk dinding. Jika anda bekerja dengan software yang spesifik seperti Revit, Revit tahu apa yang anda buat.

Block, juga telah melenceng penggunaannya seperti layer dinding yang digambari pohon tersebut. Awalnya, saya juga tidak terlalu peduli dengan masalah ini. Sampai saya mempelajari MicroStation. MicroStation dalam design collaboration lebih kuat dari AutoCAD, dan konsep-konsep seperti ini sangat gamblang di sana.

Block pada dasarnya adalah library. Anda membuat satu file DWG berisikan block-block berisikan library standard. Library ini dapat anda pakai berulang-ulang, diinsert ke project-project lain. Misalnya untuk skematik elektrikal. Anda membuat library komponen circuit, lampu, fuse, dsb yang pastinya harus cocok dengan yang ada di pasaran. Karena itulah block memiliki attribute. Atribute memungkinkan anda membuat report berapa banyak komponen yang ada di gambar anda. Di MicroStation, block (di sana disebut cell) tidak dapat anda ubah di dalam gambar seperti halnya block di AutoCAD. Sekarang hal ini jadi masuk akal… kenapa? Anda tidak bisa begitu saja mengubah library, karena berarti komponen anda tidak standard lagi. Yang seharusnya anda lakukan, adalah menggantinya dengan library lain. Misalnya fuse tipe X diganti dengan fuse tipe Y. Hal ini yang membuat saya tidak terlalu suka menggunakan dynamic block. Tidak masuk akal bagi saya, saya punya fuse tipe X, tapi bisa ditampilkan berbeda-beda. Tentu dynamic block bisa digunakan untuk keperluan lain. Tapi (sekali lagi) bicara dalam lingkup corporate, anda harus sangat berhati-hati dengan penggunaan dynamic block.

Block secara optimal dapat dimanfaatkan dengan meletakkan seluruh library block pada server. Setiap yang menggunakannya akan memiliki library block yang sama. Seorang CAD Manager akan mengelola standard library untuk perusahaannya. Jadi tidak semua orang dapat membuat block sendiri-sendiri.

Bagaimana dengan XREF? Bagi yang pernah merasakan menggambar manual, mungkin ingat cara ini. Seorang arsitek menggambar layout arsitekturalnya. Lalu setelah selesai, diberikan pada engineer ME. Engineer ini akan meletakkan kertas transparan di atasnya, dan menggambar desain elektrikalnya. Begitu pula desain struktur, plumbing, dan mungkin desain lainnya. Konsep inilah yang digunakan untuk XREF (dan juga layer). Kertas-kertas itu dapat anda tumpuk untuk melihat berbagai desain anda. Konsep yang sangat berbeda dengan block bukan?

Lalu apa keuntungan XREF? Jika anda bekerja dalam satu file, file tersebut tidak dapat dibuka dan diedit orang lain. Dengan XREF, si A dapat mengerjakan file arsitektur, sementara si B mengerjakan desain ME. Secara berbarengan. Dengan memisah-misah file seperti ini, manajemen file juga menjadi lebih baik.  Dengan meletakkannya pada server, tiap orang dapat diatur haknya dalam mengakses file. Apakah full atau hanya read only. Misalnya si A hanya dapat mengedit desain arsitektur, dapat meng-XREF file site design ke gambarnya. Tapi dia TIDAK DAPAT mengubah file-file site design yang jadi tanggung jawab si B. Si B juga dapat melihat bagaimana desain arsitektur si A di gambarnya, tapi tidak dapat mengubahnya. Ingatlah, data adalah komponen yang sangat vital dalam perusahaan.

Lalu permasalahan yang pada bagian awal saya tulis… mengirimkan gambar dengan XREF sebetulnya tidak sulit. Anda dapat menggunakan e-transmit agar tidak ada file yang ‘tercecer’. Bahkan struktur folder akan dipertahankan.

Sampai di sini, saya ingin menegaskan bahwa konsep seperti ini tidak selalu ideal. Jika anda bekerja sendirian, hal-hal seperti ini mungkin tidak penting. Namun jika bicara dalam lingkungan dimana ada puluhan orang terlibat dalam satu project, hal seperti ini akan anda lihat sering digunakan. Apalagi jika perusahaannya memiliki standard drawing yang sangat ketat. Tidak ada salahnya anda mempersiapkan diri dengan konsep seperti ini, jadi tidak kaget kalau dapat kerjaan di perusahaan yang menggunakan konsep seperti ini.

  • http://www.igun.web.id @kang i-GUN

    Maksih mas edo,

    betul mas, kalo gak teliti sering kejadian file kececer, lupa di copy sekalian

  • http://tentangcad.com Edo

    Ya, karena itulah saya sebutkan juga mengenai e-transmit ;)

  • http://arsitekk.blogspot.com Kamal Komaludin

    thanks, mas edo!
    menurut saya dengan system xref manajemen file dan produksinya bisa dikontrol dg mudah, termasuk jika ada perubahan.

  • http://cadesu.multiply.com/ Adesu

    Xref adalah kesukaan saya, dengan metoda ini memori akan kecil, meng edit lebih praktis dan mudah apalagi di gabung dengan program Autolisp.

  • http://tentangcad.com Edo

    Kalau soal Autolisp saya gak tau deh… nyerah… :D

  • tenix

    Mau Nanya nih..

    cara untuk memperkecil ukuran file dwg acad gmn ya,..

    untuk purge sudah aku terapin tapi masih ngak terlalu berpengaruh pada file..

    ada opsi dari temen:,

    katanya mesti di xref lalu attach, dan bind setelah itu diexplode.. (utk perubahan file memang sudah mendingan berkurang tapi aku attach lagi pada file baru kok masih terlalu berat alias luama buangett.. (atau mungkin ada comand yang kurang??)

    sebelumnya thanks atas sarannya..

  • bothgund

    hidup x-ref

    cobalah! anda tak akan menyesal

    karena ia telah menyelamatkan hidupku!

    dan mas edo dengan e-transmitnya ‘solve it all’

    bsru nemu nih! ok punya! top!

  • http://tentangcad.com Edo

    To: Tenix,
    File DWG memang berkembang semakin besar, mengikuti jumlah geometri dan kompleksitas desain. Rasanya trik itu tidak akan banyak membantu. Hal yang sering dilakukan orang adalah:
    1. Melakukan purge
    2. Melakukan WBLOCK
    3. Menghapus scalelist yang tidak diperlukan, terutama untuk XREF…

  • Dadan

    Jika kita menerima file-file dari client yang memiliki Xreff yang banyak dan Xreff diletakkan di folder tersendiri, kadang-kadang kita kesulitan karena kita harus mencari path atau dan reload xreff untuk tiap-tiap filenya. Tapi ini memakan banyak sekali waktu dan terlebih jika file-file Xreff disimpan di banyak folder.
    Untuk memudahkan bisa digunakan cara sederhana untuk membuat setting “Support File Search Path” sebagai berikut:
    1. Klik Tools > Options
    2. Klif Tab “File”
    3. Klik tanda “+” atau expand pada baris “Support File Search Path” (berada di paling atas)
    4. Klik button “add” (di sebelah kanan)
    kemudian akan muncul tanda panah di bagian bawah dan kursor yang berkedip-kedip
    5. Tekan button “Browse” (disebelah kanan, diatas button “add”), kemudian browsing ke folder yang mengandung file-file XReff
    6. Tekan button “apply” (di bagian bawah)
    7. jika folder yang mengandung Xreff lebih dari satu folder, ulangi langkah 3 s/d 6
    8. Jika semua folder sudah selesai di browse, kemudian tekan OK

    Restart AutoCAD, dan jika kita membuka file-file yang mempunyai Xreff, AutoCAD secara otomatis akan loading file Xreff dari folde-folder tadi.
    Selamat mencoba, mudah-mudahan berguna.

  • iman

    kalo saya… supaya gak tercecer… file xref nya saya bind dulu…
    tapi sejauh ini fungsi bind sendiri kelebihan dan kekurangannya, saya gak terlalu mengerti… mas Edo bisa menjelaskan?

  • http://tentangcad.com Edo

    Klo di bind, berarti bukan jadi xref lagi. File Xref itu dijadiin satu sama master filenya. Ya jadi kaya block lah…

  • Irfan

    bisa ga mengXref objekfile,misalnya dalam denah hanya mengXref area toiletnya saja tidak denahnya secara keseluruhan? thank’mas edo

    • http://tentangcad.com Edo

      Bisa saja. Ini biasa dilakukan untuk highrise, toilet dari lt bawah sampai ke atasnya tipikal… Pada dasarnya sih Xref bisa untuk apa aja kok. Tergantung alur kerja kita aja.

      • Irfan

        Nah gimana caranya meng Xref area toilet tersebut, mohon dipandu mas edo. trims..

        • aditya

          nah saya juga mengalami ini . mohon panduanya mas edo . terimakasih

  • andi

    gemana sih saat qt melakukan xref denah yang akan di xref itu tepat ukurany ??saya selalu gagal dalam proses skalanya saja ??masih sdikit bngung nih??dan knp dsaat saya ng-plot file saya berceceran knp yah????pa xrefny salah??mohon bantuanya yah??

  • windy

    mau tanya tentang xref,
    misalnya…. file x (cuma dapur) ambil xref dari file y(file rumah)
    bisa ga kalau di file x, bagian lainnya ga keliatan, cm dapur aja?(dari file y yang di xref)
    gimana ya caranya?

    thanx

    windy

  • http://jowomedok.blogspot.com/ firman

    saya mau tanya

    pertama-tama saya sudah membuat gambar dwg dengan skala yang udah benar dan fix
    tetapi kenapa ketika saya menjadikan gambar tersebut untuk reference “attach dwg” setelah jadi kenapa skalanya jadi mengecil??

    dari ukuran 8000mm menjadi 314mm

    terima kasih sebelumnya