Detailing dengan Revit Architecture

Banyak orang yang terkesan saat melihat bagaimana Revit mampu membuat model bangunan dengan cepat. Bagaimana kita dapat dengan cepat memperoleh gambar denah, section, perspektif, dan tentunya rendering. Namun banyak yang meragukan akurasi dan kemampuan Revit untuk membuat gambar detail. Banyak yang menganggap Revit lebih cocok untuk conceptual desain, dan untuk selanjutnya tetap membutuhkan AutoCAD.

Saya pikir Revit tidak akan masuk kategori aplikasi CAD jika tidak mampu menggambar dengan akurat. Memang pada awalnya ada sedikit kesulitan menggunakan ‘listening dimension’, namun setelah beberapa saat menggunakannya, rasanya tidak akan ada masalah berarti. Ada beberapa trik menggunakan listening dimension, dan anda hanya akan dapat menguasainya setelah beberapa kali mencobanya.

Bagaimana dengan detailing? Tentu, Revit juga dapat melakukannya. Ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk mendapatkan gambar detail dengan cepat.

Defenisikan properti objek.

Bicara objek arsitektur di Revit, berarti kita bicara properties. Semakin baik anda mendefenisikan properti objek, makin banyak pula informasi yang akan ditampilkan oleh Revit. Perhatikan bagaimana saat membuat callout, Revit akan langsung menampilkan ‘cut pattern’ yang mendefenisikan lapis masing-masing objek. Dinding dan lantai. Defenisikan pula ‘surface pattern’ jika memang anda perlukan.

callout detail

Gunakan detail components

Revit pada dasarnya akan menampilkan semua objek yang anda buat di model. Makin lengkap objek anda buat, makin banyak informasi secara otomatis anda dapatkan. Baik di section, elevation view, callout, dan sebagainya. Namun ada kalanya ngotot menggambar semua objek justru akan lebih merepotkan ketimbang menambahkannya pada view.

Bagi yang belum terlalu familiar dengan konsep view, view sebetulnya mirip dengan layout di AutoCAD. View dapat menampilkan desain dari mana saja, di bagian mana saja. Dan seperti layout, anda dapat menggambar di view. Namun karena gambar ini hanya ada di view, gambar hanya dapat dilihat di view itu saja. Tidak dari 3D, tidak dari view lain. Namun perlu diingat, biasanya anda masuk ke detailing hanya setelah project tidak lagi banyak mengalami perubahan. Dan mungkin bahkan tidak ada lagi perubahan.

Anda dapat menambahkan detail components pada view. Detail components serupa dengan block di AutoCAD. Anda cukup mengklik dan menempatkan pada posisi yang diinginkan. Salah satu sampel yang dapat saya tunjukkan adalah project sederhana ini. Saya meletakkan pondasi setempat dan kuda-kuda dengan detail component. Detail component sangat berguna jika anda memiliki banyak detail yang tipikal.

Gunakan drafting tools

Drafting tools adalah senjata terakhir yang dapat digunakan. Semua drafting tools ada di TAB Drafting di Design Bar. Anda dapat menggambar lines, arc, dimension, filled region (hatch) dan sebagainya. Anda dapat menambahkan gambar detail secara manual pada view anda.

Tentu akan banyak yang mengeluhkan sulitnya menggambar detail di Revit pada tahap ini. Maksud saya, yang sudah biasa menggunakan AutoCAD. Ya, memang drafting tools di sini tidak sekuat di AutoCAD. Namun tujuannya juga beda. Anda menggunakan drafting tools untuk melengkapi detail yang tidak anda buat di model. Bukan membuat gambar keseluruhan seperti di AutoCAD. Saya masih merasa alur kerja ini masih jauh lebih cepat daripada menggunakan AutoCAD seluruhnya.

Tapi bagi yang sudah cinta mati dengan AutoCAD, atau drafter yang deg-degan pas Arsiteknya sudah makai Revit tidak perlu khawatir. Ada workflow agar Revit dan AutoCAD dapat bekerja sama. View dari Revit dapat di export ke DWG. Lalu drafter menggunakannya sebagai reference untuk melengkapi detailnya. Saya sangat menyarankan menggunakan reference, bukan langsung menggambar di file tersebut. Kemudian hasil kerja drafter kembali diimport ke view Revit tersebut. Dan anda dapat memiliki gambar sedetail yang biasa anda dapatkan di AutoCAD!

Ada pertanyaan seperti ini… kenapa gak conceptual di Revit, lalu working drawing di AutoCAD saja? Tentu, bisa saja. Tapi saya rasa dengan workflow seperti ini, anda akan kehilangan banyak keuntungan Revit. Misalnya saja, yang paling sederhana, no reference gambar dan no halaman.

Saya akan bahas mengenai properti objek, detail component, dan -mungkin- drafting view kelak. Sekarang, setidaknya anda punya gambaran bahwa detailing di Revit sangat bisa untuk dilakukan.

  • Rikhard Tanlain

    Saya pengguna revit architecture sejak versi 8 hingga versi 2009. revit engine memang hebat dibanding archicad. revit juga lebih intuitif, apalagi dalam pembentukan objectnya lebih mudah dibandingkan archicad. Hebatnya revit, hampir semua komponen bisa diedit, tidak seperti archicad. Memang untuk rendering, archicad cukup bagus, tetapi saya lebih memilih rendernya revit, terutama untuk planting, rendernya prosedural lewat accurendernya. Mental ray cukup bagus hanya ada hal yang hilang, yaitu prosedural render untuk planting, lagian custom back ground belum bisa ditambahkan. tetapi secara umum masih lebih handal Revit dibanding ArchiCad. Oh ya.. pada drafting tool, saya sudah coba dari versi satu ke versi berikut, khususnya untuk spline, kita tidak bisa membentuk satu loop tertutup dari satu spline tunggal. Harapan saya pada versi versi berikut, kita sudah bisa membentuk satu loop tertutup dari hanya satu spline. Saya tidak tahu apa alasan autodesk membiarkan ini terjadi..