Viz akan digantikan dengan 3ds Max Design

Bagi pengguna Autodesk Viz, siap-siap beralih ke 3ds Max 2009 atau 3ds Max Design 2009.
3ds Max Design sendiri sepertinya merupakan pengganti dari Viz. Lebih ditujukan ke arsitektur, dan bidang engineering lainnya.
3ds Max, seperti dulu, masih ditujukan untuk animator, pembuat game, dan bidang animasi lainnya.

Viz akan discontinue alias tidak dijual lagi.
Bagi pengguna eksisting Viz, segeralah upgrade ke 3ds Max paling lambat maret ini. Ada penawaran khusus untuk upgrade ke Max.

Lebih lengkapnya bisa baca di sini:
REVIT3D.COM Join the REVITlution*: Just to make it clear…Viz is being discontinued and replaced by 3ds Max Design

Apa bedanya 3ds Max dan 3ds Max Design, dapat dibaca di sini:
3ds Max 2009 & 3ds Max Design 2009 FAQ

Autodesk AEC 2009 Press Release

Sepertinya Autodesk betul-betul serius mengembangkan BIM sebagai andalannya. Beberapa waktu yang lalu, Autodesk mengakuisisi dua perusahaan software yang dapat berintegrasi dengan Revit. Yaitu Robobat (untuk analisis struktur dan working drawings) dan Green Building Studio (untuk analisis Green Building). Saya berandai-andai kalau kedua software ini diintegrasikan ke Revit Structure dan Revit MEP… ini akan menjadi pukulan besar bagi aplikasi BIM lain. Meskipun, katakanlah Autodesk mengeluarkan versi Series (tanpa tambahan software analisis) dan Pro (dengan analisis) dengan beda US$ 1000-2000… Saya tidak tahu ke mana arah akuisisi kedua perusahaan itu. Tapi akan sangat menyenangkan kalau yang saya impikan itu benar.

Baru-baru ini saya membaca Autodesk press release tentang produk-produk AEC – BIM 2009. Salah satu yang membuat saya senang, sekarang Revit Architecture akhirnya meninggalkan rendering AccuRender, beralih ke MentalRay! Saya memang pernah mendengar ‘bocoran’ kalau AccuRender emang rencananya akan diganti dengan MentalRay, namun terhambat masalah legal. Revit Inc. (sebelum diakuisisi Autodesk) sudah terlanjur membuat agreement dengan AccuRender. Sampai agreement itu habis, tidak ada yang dapat dilakukan dengan renderingnya. Dan sepertinya agreement ini sudah berakhir.

Bayangkan anda punya software BIM, dan dapat merendernya sekualitas 3ds Max! Ya, mentalray memang render engine yang digunakan juga di 3ds Max. Bagi saya pribadi, ini akan menutupi kelemahan terbesar Revit selama ini… yaitu rendering. Memang Autodesk menyediakan Revit link di 3ds Max, agar model Revit dapat di render di Max. Tapi kalau satu bisa semua, kenapa harus beli dua? Kenapa harus belajar dua software? Saya yakin ini akan menyaingi rendering ‘indirect ilumination’ di Bentley Architecture dan ArchiCAD. Kalau tidak bisa dibilang mengalahkannya.

Masih beberapa bulan lagi versi 2009 keluar. Jika ingin coba mengintip press release dari Autodesk, bisa coba baca di sini.

Tunggu terus updatenya di Semua tentang CAD!

CAD hanyalah tools…

Saya mendapat komentar tentang mahasiswa(i) sekarang yang karena adanya aplikasi CAD jadi kurang memahami konsep skala. Dan sebetulnya, masalahnya tidak hanya itu. Banyak hal-hal yang sekarang tidak lagi bisa dilakukan oleh mahasiswa dan lulusan baru karena sangat bergantung pada software.
Komentar saya begini: CAD dan software lain hanyalah tools. Hanya alat bantu. Sama halnya dengan pensil, meja gambar, dan alat bantu lain.Kalau seorang arsitek diberi selembar kertas dan pensil tidak lagi dapat mengutarakan idenya, itu berarti ada masalah. Saya gunakan bidang arsitektur karena komentar waktu itu tentang arsitektur ya… Kampus seharusnya menjadi tempat menggembleng mahasiswanya untuk dapat mendesain. CAD dapat membantu seorang arsitek untuk menuangkan idenya dengan lebih mudah. Itu saja. Tapi kalau tanpa CAD dia tidak bisa mendesain? Mungkin ia memang sebetulnya tidak bisa mendesain…! Mungkin hanya mengandalkan copy-paste?
Sama halnya dengan jurusan teknik sipil… sebelum ia diperkenalkan dengan software analisis seperti SAP2000, STAADPRO, ETABS, dll… ia diajarkan menghitung secara manual. Tidak seharusnya tanpa software ia tidak lagi bisa bekerja.
Sayangnya, ketergantungan sama aplikasi CAD seperti diamini oleh penyedia lowongan kerja di Indonesia. Cobalah buka info lowongan di harian, website, mailing list, dan sarana lainnya. Untuk arsitek minimal diminta bisa AutoCAD dan 3ds Max. Akhirnya semua mahasiswa dari awal sudah ‘diam-diam’ mempelajari software desain. Itu nilai tambah kan? Keenakan pakai software, akhirnya kebablasan.
Banyak orang yang menuding kerasnya razia terhadap penggunaan software bajakan akan membuat lemahnya kualitas SDM Indonesia. Orang kita bisa bersaing karena mudahnya mempelajari software yang harganya puluhan juta dengan membelinya seharga 15ribu perak saja. Tapi apa iya itu keuntungan? Think again!
Dalam kasus seperti ini justru membuat SDM kita melemah. Sekarang mahasiswa lebih sibuk belajar CAD daripada belajar mendesain. CAD yang harusnya cuma jadi alat bantu justru jadi andalan. Seandainya saja memang tidak ada software bajakan di Indonesia, kampus dapat mengontrol penggunaan software oleh mahasiswa. Mahasiswa bisa dipaksa untuk belajar mendesain secara manual sampai mereka siap. Kampus dapat berkonsentrasi untuk memberikan porsi yang seharusnya: belajar mendesain.
Bagaimanapun… tulisan di atas adalah pendapat saya pribadi. Mungkin ada yang berpendapat berbeda…

AutoCAD vs AutoCAD LT

AutoCAD LT akhir-akhir ini menjadi primadona karena harganya yang jauh lebih rendah dari AutoCAD. Terutama karena sepak terjang BSA yang rajin ‘mengunjungi’ perusahaan-perusahaan untuk legalisasi, harga sekian tentu sangat menarik. Apalagi AutoCAD LT disebut-sebut sebagai ‘AutoCAD tanpa fitur 3D’.

Hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena fungsi AutoCAD yang dipangkas tidak hanya 3D. Lalu apa bedanya AutoCAD dan AutoCAD LT?

Pada dasarnya anda dapat membaca perbandingannya pada release comparison matrix yang dikeluarkan Autodesk. Namun anda harus mencarinya untuk release yang sesuai. Silahkan coba cari di Google. Dulu, di AutoCAD LT 2006, anda tidak dapat membuat dynamic block. Namun di versi 2008, hal ini bisa dilakukan. Jadi matrix ini tidak dapat dijadikan patokan untuk semua versi.

Tidak semua fitur di comparison matrix itu disebutkan. Ada beberapa fitur yang tidak ada, namun tidak disebutkan. Namun secara garis besar, AutoCAD LT tidak memiliki fitur 3D dan automatisasi (VBA, AutoLISP). Hal ini bisa merembet ke express tools, yang dibuat dengan kumpulan command AutoLISP. Lalu tidak ada text field… Sheet set manager… dan berbagai tools automatisasi lain.

Lalu bagaimana anda bisa memutuskan apakah AutoCAD LT layak dipakai atau tidak? Jika anda bisa melupakan 3D modeling dan VBA/AutoLISP… anda masih bisa mempertimbangkannya dengan pertimbangan berikut…

Jika selama ini anda selalu menggunakan AutoCAD, ada baiknya anda meminta CD trial dan mencobanya terlebih dahulu. Seringkali objek yang dibuat dengan fitur automatisasi AutoCAD akan menyebabkan error di AutoCAD LT. Jika hal ini terjadi, pikirkan kemungkinan bahwa anda akan harus melakukan redraw semua library dan template anda untuk menghindari masalah. Objek-objek tersebut tidak hanya tidak dapat digunakan dan dilihat di AutoCAD LT, namun file DWG-nya dapat dianggap corrupt. Fatal error akan sangat mungkin sering terjadi.

Jika anda tidak pernah menggunakan fitur automatisasi AutoCAD, hanya garis, arc, pattern, dan objek geometri lain saja… kemungkinan besar anda tidak akan mengalami masalah. Namun tetap saja, pastikan semua berjalan lancar dengan menggunakan versi trialnya terlebih dulu.

Bagaimanapun, menggunakan AutoCAD LT jika anda sering menerima file dari perusahaan lain (outsource ataupun partner) mungkin bukan langkah bijaksana. Hal ini bisa menurunkan produktifitas karena AutoCAD dan AutoCAD LT tidak 100% kompatibel. Kecuali… anda dan partner anda dulu menggunakan AutoCAD seperti menggunakan AutoCAD LT.

Inventor Design Accelerator: Bearing

content+center
Salah satu keuntungan Inventor adalah jumlah library standard parts yang mencapai ratusan ribu parts. Tentu saja anda dapat langsung meletakkannya pada assembly dan mencarinya diantara ‘tumpukan jerami’ library.

Anda dapat melakukannya dengan mengakses tool place content center dari panel bar.

Tapi sekarang kita akan coba cara yang lebih mudah. Dengan menggunakan design accelerator. File yang saya gunakan untuk latihan ini adalah file bearing.iam dari project tutorial_files.

Design accelerator hanya tersedia pada assembly. Untuk mengakses design accelerator, klik assembly panel, dan pilihlah design accelerator.


Perhatikan bahwa sekarang panel assembly berubah menjadi panel design accelerator. Anda akan dapat melihat tools yang berbeda. Cobalah aktifkan tool bearing.

Anda akan melihat sebuah kotak dialog. Yang harus kita defenisikan pertama adalah cylindrical face, yaitu silinder tempat bearing akan diletakkan. Setelah itu start plane, yaitu posisi perletakkannya.

Perhatikan bahwa kedua panah masih berwarna merah. Klik tombol arrow, dan pilih masing-masing face. Ubah direction jika perlu.


Sekarang seharusnya anda sudah melihat outline dari posisi bearing.

Inventor memiliki beberapa jenis library bearing. Secara default yang digunakan adalah angular contact bearing. Klik untuk menggantinya dengan tipe lain.

Loading untuk content center mungkin akan memakan waktu cukup lama. Bersabarlah, dan tetap tersenyum :)
Anda akan melihat pilihan jenis bearing dan standard (ANSI, ISO, DIN, etc). Ubahlah jika perlu.


Sekarang klik update untuk memfilter library anda. Hanya part yang sesuai akan ditampilkan pada dialog ini. Inventor akan memilih bearing yang sesuai ukurannya. Pilihlah bearing tersebut, dan klik OK. Bearing anda sudah dipasang pada assembly.

IFC2SKP Beta version

Anda cinta dengan sketchup? Sekarang anda dapat mengimport data IFC dari aplikasi BIM populer ke format skp sketchup!

Format IFC didukung oleh aplikasi BIM seperti Revit Architecture, AutoCAD Architecture, Bentley Architecture, Nemetschek VectorWorks, Tekla Structures, dan sebagainya. Aplikasi-aplikasi ini dapat melakukan export-import ke format IFC.

Dengan menginstall plugins ifc2skp, anda dapat mengimport file-file IFC tersebut ke sketchup! Tidak hanya geometrinya, namun juga data BIM. Lihat lebih detailnya di sini.