Menggunakan Surface Pattern

Masih berkaitan dengan 2D detail. Jika anda sering merender model, pasti sudah tahu bahwa anda dapat memperoleh efek pattern dengan menggunakan image. Misalnya lantai keramik, atap genteng, dsb. Namun untuk view 2D, seperti denah, tampak, section, anda harus menggunakan 2D pattern.

Revit memiliki dua jenis pattern, yaitu drafting pattern dan model pattern. Apa bedanya? Cuma satu… drafting pattern mengikuti orientasi view, sementara model pattern mengikuti orientasi modelnya. Drafting pattern tidak akan ikut berputar bersama objeknya saat anda memutar view. Silahkan coba sendiri agar tidak penasaran. Cobalah lihat dari view 3D.

Sekarang kita akan coba praktekkan untuk pattern atap. Saya akan menggunakan pattern dari AutoCAD. Sekali lagi, jika anda telah terbiasa dengan AutoCAD, jangan khawatir library anda jadi tak terpakai! Jika anda memiliki pattern atap genteng, anda dapat memakai milik anda. Jika tidak, dapat menggunakan free pattern di sini. Bukalah pattern tersebut dengan notepad. Tambahkan kode berikut segera setelah nama pattern:
;%TYPE=MODEL

Pada contoh saya:
*Atap Genteng
;%TYPE=MODEL
274.9697, 0.920,1.000, -12.041517,0.043315, 0.923472,-22.163321
180.0000, 1.000,0.080, 1.000,1.000, 0.080000,-0.920
0.0000, 0.000,0.000, 1.000,1.000, 0.280000,-0.720

Simpanlah file tersebut.

Buatlah sebuah roof. Gunakan file baru, karena kita akan menyimpannya sebagai template. Sebelum anda mengklik finish roof, aktifkan roof properties. Buatlah lapis-lapis struktur atap seperti halnya anda mendefenisikan compound wall.

Untuk finish paling luar, klik material. Pilihlah material default, buat duplikatnya. Beri nama atap genteng (atau nama lain yang mungkin menurut anda lebih bonafit ^_^). Gantilah warna shading menjadi putih, dan matikan pilihan update when AccuRender selection occurs.

Pada surface pattern, klik ‘…’ di sebelah pattern. Pastikan anda memilih tipe model pada pattern type. Kita akan mengimport pattern AutoCAD menjadi pattern Revit.
Klik edit pada dialog ini. Pada dialog yang terbuka, pilihlah custom. Klik import. Pilihlah pattern yang sudah kita tambahkan coding sebelumnya.

Ganti nama pattern menjadi atap genteng. Gantilah skala jika perlu. Biasanya nilai ini sama dengan saat anda menggunakan hatch ini di AutoCAD.

Klik OK sampai semua dialog tertutup.

Klik finish roof.

Perhatikan sekarang bagaimana atap anda telah diberi pattern. Periksalah pada setiap view. Jika anda tidak dapat melihatnya, zoom sampai anda dapat melihatnya. Jangan khawatir jika pada beberapa bagian anda mungkin hanya melihat warna abu-abu, bukan pattern. Saat dicetak, bagian tersebut akan tetap dicetak sebagai pattern.


Btw, gambar di atas saya tambahkan bubungan… Ya rada curang, karena saya memang belum membahasnya :D. Tapi cukup menarik bukan atapnya, dibanding pakai atap polos dari Revit?

Sekarang, jika anda ingin pengaturan ini muncul setiap anda membuat file baru, simpan sebagai template. Hapus semua objek, dan save as sebagai Revit template.







  • Poernama

    mas EDO salam kenal ya…
    langsung aja mas…. saya udah download hatch pattern dengan extention PAT,untuk nambah koleksi hatch saya mas… tapi saya bingung untuk menggunakannya mas….

    saya berharap mas EDo mau membantu saya untuk penggunaanya….
    kalau bisa via email aja mas…

    makasih banyak sebelumnya mas …

    dari poernama_s@yahoo.com

  • http://tentangcad.com Edo
    • http://arriz@yahoo.com arriz

      ada gak ya……hat pattern cad yang 3d,jadi kalo bikin 3d ga usah modeling genteng lagi…..

      • http://tentangcad.com Edo

        Ada juga bikin satu typical unit genteng, terus di array (atau pattern di Inventor). sama aja kan?