Kenapa Menggunakan BIM?

Anda mungkin sudah pernah menggunakan ArchiCAD, atau mungkin Revit. Keduanya termasuk aplikasi Building Information Modelling alias BIM. Sebetulnya aplikasi BIM tidak hanya dua itu. Masih banyak aplikasi BIM yang ada. Namun rasanya yang paling populer di Indonesia adalah dua software itu. Masih ada Bentley Architecture, Nemetschek VectorWorks, dan juga software-software modeling struktur dan MEP.Kenapa menggunakan BIM? Mungkin anda pernah dengar bahwa di software BIM anda dapat membuat denah secara 2D, dan langsung memperoleh model 3D-nya. Untuk section juga tinggal mendefenisikan garis section, dan section akan diperoleh secara otomatis. Atau kalau di BIM, anda dapat memperoleh schedule secara otomatis. Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu. Namun BIM tidak berhenti di sana!

Saya sering mendengar keluhan pengguna AutoCAD yang sudah mapan. Mereka beranggapan sulit menggunakan Revit untuk memperoleh gambar yang sering mereka buat. Saya tidak bermaksud menyalahkan anggapan seperti itu. Meskipun aplikasi BIM sebetulnya bisa saja membuat gambar seperti yang mereka buat, tapi aplikasi BIM tidak melulu soal gambar. Tentu saja, sebagai aplikasi BIM, kalau dibandingkan dengan aplikasi khusus drafting seperti AutoCAD… tidak fair. Bukan apple-to-apple comparison, bahasa kerennya. Bagi perorangan, BIM mungkin bukan hal yang menarik. Terutama yang sudah masuk ke comfort zone dengan aplikasi CAD yang digunakan sekarang. Tapi bagi engineering company yang meng-handle desain multi-disiplin, BIM sangat penting.

BIM berarti membuat model digital dari suatu bangunan, sehingga dapat mempelajari bangunan tersebut, tanpa harus benar-benar membangunnya lebih dulu. Model yang dihasilkan oleh aplikasi BIM dapat dianalisis secara detail. Drawing hanya salah satu bagian dari BIM.

Yang umum mungkin menganalisis struktur bangunan tersebut. Di masa lalu, analisis struktur bangunan harus dimodelkan ulang di aplikasi analisis seperti SAP, STAAD, ETABS, atau lainnya. Saya pernah mencoba menggunakan Revit Structure yang dikoneksikan dengan Robot Millenium. Sangat impresif. Model tersebut, termasuk properti struktur seperti kolom, balok, dsb, langsung dianalisis oleh Robot Millenium. Jika ada properti yang harus diubah, seperti ukuran kolom yang kurang besar, Perubahan model struktur juga akan mengubah model di Revit. Revit punya beberapa partner yang dapat melakukan hal yang sama, lengkapnya dapat di lihat di sini.
Hal serupa pernah saya lihat dari Bentley structure ke STAADPRO. Bentley Building Solution termasuk komplit sebenarnya, namun sayangnya tidak terlalu berkembang di Indonesia. Jika ingin melihat solusi yang ditawarkan oleh Bentley, bisa lihat di sini.

Solar study juga salah satu studi yang bisa dilakukan. Kita dapat melihat bagaimana pengaruh cahaya matahari pada interior bangunan. Lebih jauh, anda dapat melakukan analisis green building dengan software khusus. Seperti dari Green Building Studio, Inc. dan IES Virtual Environment. Heat load calculation, kebutuhan pendingin dan pemanas ruangan, kebutuhan lighting, dan sebagainya dapat dianalisis. Desain green building mungkin belum terlalu mencuat di Indonesia, tapi sudah sangat populer di negara maju.

Lainnya? Facilities management, visual time schedule, membuat maket dengan printer, dan mungkin hal-hal lain yang belum pernah saya temukan. Saya bukan pengguna ArchiCAD, karena itu saya tidak mengulas sama sekali tentang ArchiCAD. Tapi kalau ada rekan yang ingin menambahkan BIM analysis di ArchiCAD, silahkan saja tambahkan.

Aplikasi BIM terus mengembangkan pertukaran data dengan format IFC (Industry Foundation Classes). Belum sempurna memang. Tapi format IFC semakin baik. Suatu saat anda akan bisa membuka model Revit di ArchiCAD atau sebaliknya. Dan akan semakin banyak software analisis untuk model building. Pengembangannya akan semakin agresif karena tidak harus ditujukan untuk software tertentu saja. Di Indonesia BIM memang belum terlalu populer, tapi tidak berarti tidak akan berkembang di Indonesia.

Masa depan sudah ada di sini, hanya saja belum diketahui semua orang!







  • Arief

    Selamat pagi,

    Maaf, saya mau tanya berapa harga software Staad Pro 2004 pak? Bisa minta brochurenya.
    Terima kasih atas perhatiannya.

    Best regards,
    Arief

  • Edo

    Wah, klo nyari software saya sarankan hubungi saja NSI yang juga reseller resmi Autodesk. Klik saja linknya di kanan atas itu Pak…
    Lagipula setau saya versinya sudah bukan 2004…

  • cecep wahyudi

    sayang anda tidak memperdalam archicad,padahal saya ingin belajar banyak,saya selama ini memakai autocad,tapi belakangan ada teman minta di gambarin rumah,dan saya coba2,hasilnya menurut saya cukup memuaskan,dan mudah untuk di pelajari…..thx atas infonya, hidup… indodrafter….!!peace..

  • Andri buana utama

    Saya mempelajari beberapa software yang berhubungan dengan arsitek seperti revit, archicad, artlantis, dsb. Saya memang masih pemula, namun dari pengamatan saya tampaknya revit kurang friendly use. Pemberian material tidak bisa sembarangan, membuat library juga agak rumit. Padahal jika menggunakan revit , kita bisa transfer ke autocad.

    • Edo

      Itu sebetulnya masalah data. Makin lengkap data yang ingin kita berikan, tentu makin keliatan ribet. Tp kelak kegunaannya makin besar pula.
      Kenapa sampai di transfer ke AutoCAD segala?

      • Andri buana utama

        Misalnya kita mau membuat library, terus kita buaka di project, librarynya tu ga bisa gw kasih material . terus kalo dindingnya mau dikasih material juga kaga bisa dilihat, mesti dirender dulu baru keliatan. Transfer ke autocad ? soalnya kalo mau ngeplot ukuran gede kan mesti ke tempat printer, nah biasanya tempat printaer tu kaga punya software yang aneh 2, kl archi cad masih ada yg punya, tp klo revit ga ada yang punya

        • Edo

          Soal material, memang itu keterbatasan Revit. Karena memang tujuan utamanya bukan buat rendering.
          Utk plot, bisa disave ke DWF untuk dibawa ke tempat printer. Selama mereka punya AutoCAD, pasti punya DWF viewer :)
          Malah kalau kita bicara license, AutoCAD itu harganya mahal, DWF viewer free ;) FYI, bahkan format DWFx bisa langsung dibuka di internet explorer di Windows Vista…

  • assalammualaikum . . . . nk twu spew twu crew wat virus