Bag. 3 – Menggunakan Constraint

Di Inventor, dapat membuat sketch merupakan hal yang vital. Seluruh part diawali dengan sketch. Dari sketch awal, anda akan membuat part feature seperti extrude, revolve, loft, dan sebagainya. Kemudian anda menambahkan lagi sketch untuk menambahkan part feature dengan dasar part feature sebelumnya.

Meskipun part dapat dilengkapi dengan feature yang tidak membutuhkan sketch (dikenal sebagai placed feature), sketch hampir selalu mendominasi part. Yang termasuk dengan placed feature adalah chamfer, fillet, shell, dan beberapa feature lain.

Dalam membuat sketch, hal terpenting yang harus anda kuasai adalah geometric constraint dan dimension constraint.

Sekarang kita akan mencoba membuat part baru, dan mengaplikasikan constraint. Buatlah part baru dengan mengakses menu file>new. Dari TAB Metric, pilihlah template standard (mm).ipt. Klik OK. Anda akan langsung otomatis masuk ke mode sketch.

Langkah pertama, buatlah point pada titik 0,0. Gerakkan pointer kira-kira ditengah-tengah layar. Seharusnya di titik 0,0 pointer akan snap (lengket) di titik itu. Jika anda tidak yakin, gunakan precise input, dan ketik 0 pada masing-masing field X dan Y.
Agar posisi point tidak berubah saat memberikan constraint, berikan constraint fix.

Buatlah sketch seperti ini. Jangan pedulikan dulu ukuran dan posisinya. Usahakan saat anda membuat garis yang saling tegak lurus dan saling sejajar, automatic constraint muncul sebelum anda mengklik di gambar. Sehingga anda tidak perlu lagi memberikan constraint ini kemudian.


Klik parameters dari panel bar. Anda akan melihat tabel parameter. Klik Add pada bagian bawah dialog parameters. Berikan nama thickness. Pada kolom equation, berikan ukuran 12. Klik Done.


Sekarang berikan dimensi pada sisi paling pendek. Pilihlah sisi tersebut. Untuk memperoleh dimensi yang paralel dengan sisi tersebut, klik kanan dan pilih aligned.Letakkan dimensi tersebut. Klik sekali lagi untuk mengganti nilai dimensi tersebut. Pada field edit dimension, ketikkan thickness. Pastikan anda mengetikkan persis sama dengan pada parameters dialog. Karena sifatnya case sensitive, huruf besar-kecilnya harus sama persis. Klik tanda check untuk menerima perubahan ini.


Lakukan hal yang sama pada ketiga bagian ini.


Sekarang buatlah dimensi pada sisi-sisi lainnya berikut, dan berikan ukurannya.


Terakhir, tambahkan dimensi sudut antara sisi yang miring berikut. Di Inventor, anda tetap menggunakan general dimension untuk membuat angular dimension. Berikan sudut 135. Sebelum Anda menerima hasilnya, perhatikan pada judul edit dimension. Anda akan melihat nama dimensi itu, pada contoh ini d12. Ingatlah nama dimensi itu.


Berikan dimensi lagi pada sisi miring lainnya. Edit dimensinya, ketikkan d12 (sesuai nama dimensi anda). Klik tanda check. Sekarang ukuran sketch anda telah lengkap.

Terakhir, kita akan menguncinya pada titik 0,0. Aktifkan constraint coincident. Klik midpoint sisi horizontal bagian atas, lalu point yang telah anda buat sebelumnya.

Memposisikan bagian tengah dari part anda di titik 0,0 akan menyederhanakan proses desain selanjutnya. Kita akan lihat kenapa.

Klik return untuk mengakhiri sketch. Tekan [F6] untuk melihat isometricnya.

Dari panel bar, aktifkan extrude. Karena hanya ada satu sketch tertutup, Inventor akan langsung memilihnya. Berikan ketebalan extrusion 90 mm. Dan arah extent ke dua sisi. Klik OK.

Simpanlah file ini. Anda akan menggunakannya di latihan selanjutnya.