Menetapkan Versi DWG Default Saat Save

saveas+option

Saya sering mendengar pertanyaan, bisa kah kita menset default versi DWG saat save? Biasanya kalau kita bekerja dengan engineer lain yang menggunakan release yang berbeda, kita harus menyimpan dengan ‘save as’ ke release tersebut. Sering kita lupa menurunkan versinya sebelum mengirimkan file.
Tentu saja bisa. Anda bisa memilih menu file>save as… Dari kotak dialog save as, pilihlah tools>option. Gantilah ‘save all drawings as’ ke release yang anda butuhkan.

Bag. 1 – Dasar Membuat Part Mekanikal

01+-+new
Pada bagian ini, kita akan mencoba mengenali proses dasar dalam membuat part di Inventor.

Buatlah sebuah project baru agar part ini tidak bercampur dengan part dari project lain. Lebih detail tentang project, bisa dilihat di sini.

  • Klik Projects… pada kotak dialog open. Lalu klik new pada kotak dialog project.
  • Pilihlah ‘new single user project’, lalu klik next.
  • Berikan nama project ‘training’, ubahlah lokasi foldernya jika perlu. Klik Finish.
  • Jika Inventor menanyakan konfirmasi untuk membuat folder baru, Klik Yes.
  • Klik ganda project training dari daftar yang ada. Saat project aktif, anda akan melihat tanda centang (check) di sebelah nama project. Klik done pada kotak dialog project.

Saat anda kembali ke kotak dialog open, klik new pada bagian quick launch.

Untuk memastikan anda membuat part dalam ukuran metric, klik TAB metric pada dialog new file. Pilih template ‘standard (mm).ipt’. Klik OK.

Template dengan extension ipt (Inventor Part) adalah template untuk membuat part. Jika anda ingin membuat assembly kelak, anda akan menggunakan template dengan extension iam (Inventor Assembly). Setiap desain yang akan anda buat memiliki template sendiri. Anda akan mengenal template lainnya kelak.

Secara default, Autodesk akan langsung membuat satu sketch pada drawing. Kita akan mencoba melakukan sketch dasar dengan menggunakan sistem koordinat di Inventor. Klik dari Inventor menu, View> Toolbar> Inventor Precise Input.

Aktifkan line dari panel bar.
Ketikkan 0 (nol) pada field X, 0 pada field Y, [enter]. Sebuah titik koordinat akan didefenisikan pada titik 0,0 koordinat global.

Klik precise delta untuk mengaktifkannya. Jika anda tidak menggunakan precise delta, berarti anda seperti menggunakan koordinat global di AutoCAD, sementara dengan precise delta, seperti anda menggunakan koordinat relatif dengan format @x,y.

Berikan koordinat X dan Y berturut-turut seperti pada list berikut, dan tekan [enter] setiap anda selesai mengisi nilai X dan Y.
X: 10 Y:0,
X:0 Y:10,
X:-4 Y:0,
X:0 Y:-6,
X:-6 Y:0,
X:0 Y:-4.

Seharusnya gambar anda telah membentuk sket tertutup. Tekan [esc] untuk mengakhiri
line. Klik kanan di bagian kosong area drawing, klik finish sketch.

Inventor akan kembali ke part modeling. Tekan [F6] untuk melihat isometrik dari gambar anda. Pilih extrude dari panel bar. Berikan tinggi extrusion 15 mm. Klik OK.

Anda baru saja menyelesaikan satu part feature. Sekarang kita akan coba menambahkan satu part feature lagi.
Tekan dan tahan [F4], klik putarlah gambar anda sampai kurang lebih anda dapat melihat seperti ini.
Kita akan mengubah sedikit option untuk langkah berikutnya. Akseslah menu tools>application option. Klik TAB sketch, dan pastikan ‘autoproject edges for sketch creation and edit’ aktif. Klik OK.

Klik sketch dari toolbar Inventor.
Klik face/muka dari objek seperti pada gambar berikut.

Tekan [page up] untuk mengaktifkan look at. Look at akan memutar orientasi gambar anda. Klik face yang sama dengan yang anda pilih sebelumnya.

Aktifkan line, kita akan mencoba menggambar dengan cara lain, tidak dengan precise input. Snap di garis paling atas, sedikit ke kanan dari sisi paling kiri. Sebagai gambaran, kita akan membuat gambar seperti ini.

Jangan khawatirkan ukuran persisnya. Tariklah garis ke bawah, pastikan anda melihat simbol constraint perpendicular sebelum mengklik titik koordinat berikutnya. Lanjutkan sampai selesai.

Aktifkan general dimension. Kita akan membuat dimension constraint untuk memperoleh ukuran yang akurat.
Pilihlah garis yang anda buat sebelumnya. Letakkan garis dimensi di sebelah garis tersebut. Klik garis dimensi untuk mengubah ukurannya. Berikan ukuran 4 x 10 mm. Gunakan image berikut sebagai petunjuk (Jika anda tidak melihat animasi, klik gambar berikut untuk melihatnya).


Aktifkan constraint vertical.

Pilihlah mid point dari garis horizontal yang anda buat, dan garis horizontal paling atas. (Jika anda tidak melihat animasi, klik gambar berikut untuk melihatnya).

Tekan [esc] untuk mengakhiri constraint vertical.
Klik kanan, pilih finish sketch.

Kembali lihat bentuk isometrik dari model anda.

Aktifkan extrude. Pilihlah profile seperti gambar berikut.
Ubahlah mode extrude dari join menjadi cut, dan distance menjadi 2.

Jika anda tidak melihat arah extrude memotong model anda, klik tombol direction untuk mengubah arah extrude. Klik OK.

Kalkulator Tinggi Text

text+height+calc

Menghitung tinggi text memang sering membingungkan. Bersyukurlah yang sudah menggunakan AutoCAD 2008 karena sudah ada annotation scaling. Jadi gak pusing lagi menghitung berapa sih tinggi text di model supaya dicetak dengan ukuran yang pas…Berhubung di AutoCAD kalau mencetak hanya ada pilihan inch atau mm, kalau kita menggambar dengan unit lain (m atau cm), harus berpikir lagi buat text height.

Kalkulator sederhana dalam file Excel ini mungkin bisa membantu, atau setidaknya membantu memahami konsep scaling untuk text height. Tentu saja, unit cetak hanya untuk mm.

Sesudah download dan membuka filenya, coba ganti tinggi cetak (B4) dan unit kerja(C4) yang digunakan. Kalau ada skala yang lain, juga bisa diganti pada kolom E. Ukuran yang dibutuhkan ada di kolom F.

Autodesk Inventor Project

open+dialog
Project di Inventor pada dasarnya digunakan untuk manajemen folder. Karena saat bicara soal assembly, anda akan memiliki beberapa parts yang disimpan dalam file-file terpisah. Untuk assembly yang kompleks, anda bisa memiliki ratusan parts dalam satu assembly. Jika anda tidak me-manage folder ini dengan project, bayangkan berapa file parts jika anda membuat beberapa assembly dalam satu folder saja!

Tentu mencari part yang cocok untuk masing-masing assembly akan sangat merepotkan. Belum lagi hal ini juga mengakibatkan lamanya membuka kotak dialog open.


Cobalah pilih project-project yang berbeda di kotak dialog open. Jika anda sedang membuka file, tutuplah file terlebih dahulu. Anda tidak dapat berpindah project saat membuka file dari project lain. Seharusnya anda miliki beberapa project sample dan tutorial. Perhatikan bahwa mengubah project akan membuka folder yang berbeda.

Selain folder desain, ada beberapa hal lain yang juga diatur oleh project. Klik tombol project pada kotak dialog open.


Jika anda menggunakan vault untuk manajemen project, anda dapat mengintegrasikan project dengan Autodesk Vault. Berarti anda dapat memberikan akses pada user tertentu dalam mengerjakan project (mudah-mudahan saya akan sempat membahas Vault kelak).
Anda juga dapat membuat setting folder yang berbeda untuk design data, template, dan content center. Sehingga anda dapat mendefenisikan template, style, dan library yang berbeda untuk setiap project. Jika anda sering menggunakan standard yang berbeda, tentu hal ini akan sangat membantu.

Anda juga dapat mendefenisikan file yang disertakan dari project lain, misalnya sub-assembly yang akan anda assembly dengan desain anda sekarang.

Antar Muka Inventor

antar+muka+inv
Inventor memiliki menu, standard toolbar, dan status bar yang merupakan standard dari aplikasi Windows compliant.


Ada dua bagian yang spesifik ada di antar muka Inventor, yaitu:
1. Panel Bar
2. Browser Bar

Panel bar merupakan tempat dimana anda dapat mengakses tools Inventor. Tools yang ditunjukkan spesifik untuk proses yang sedang dilakukan.


Jika anda sedang mengerjakan sketch, maka yang ditampilkan adalah tools sketch seperti line, circle, offset, dan lain-lain. Bagi anda yang telah familiar dengan AutoCAD, tentu telah familiar dengan tools sketch.
Jika anda sedang bekerja dengan part features, anda akan melihat tools untuk features seperti extrude, revolve, rib, dan sebagainya.

Browser bar menunjukkan hirarki dari part atau assembly yang anda buat. Setiap features dapat anda lihat posisinya pada browser bar, dan untuk editing, anda dapat memilih features yang ingin diedit dari browser bar.
Browser bar juga menunjukkan feature mana yang aktif. Perhatikan bahwa saat anda membuat/mengedit sketch, browser menunjukkan feature lain dalam warna abu-abu.

Saat pointer anda ada di atas feature di browser bar, anda juga dapat melihat bahwa feature tersebut dihighlight di drawing. Hal ini sangat berguna jika desain anda cukup kompleks.

Satu bagian lain yang tidak kalah penting adalah context menu (3). Context menu ada pada semua aplikasi Windows. Context menu juga hanya akan menampilkan menu yang sesuai dengan feature yang sedang anda kerjakan, atau anda pilih.
Anda dapat mengklik kanan pada bagian kosong drawing area, panel bar, atau browser bar. Untuk context menu yang lebih spesifik, anda dapat mengklik kanan saat pointer anda berada di atas feature di drawing area, atau pada browser bar.
Perhatikan pada gambar berikut, context menu digunakan untuk mengedit feature extrusion2.

AutoCAD Sheet Sets

sheet+set+manager

Sheet set mulai diperkenalkan sejak Acad2005. Tapi masih belum banyak yang memanfaatkannya. Memang menggunakan sesuatu yang baru sering tidak dilakukan orang.

Banyak yang berprinsip: kalau enggak rusak, kenapa harus diperbaiki?

Sheet set pada dasarnya mirip daftar isi dari proyek kita. Isinya sheets (lembar-lembar gambar) yang ingin kita cetak.

Apa sih keuntungan sheet sets?

1. Manajemen gambar

Sheet set manager mirip dengan folder pada explorer. Dengan sheet set manager ini kita bisa menampilkan drawing berdasarkan lembar mana yang ingin kita cetak. Misalkan dalam satu drawing ada lebih dari 1 layout, kita bisa tampilkan semua layout dalam satu sheet set. Berbeda dengan explorer yang hanya akan menampilkan satu file saja. Meskipun (misalnya) file itu punya 100 layout yang ingin kita cetak semua.
Kita juga dapat menyimpan sheet dari folder yang berbeda, dan bahkan komputer yang berbeda (dalam konteks network). Jadi meski file aslinya acak-acakan posisinya, di sheet set manager bisa tampil rapi.

2. Automated task
Sheet set memiliki text field tersendiri. Dengan demikian, kita bisa membuat fungsi otomatis dari Border. Misalnya nama proyek, nomer proyek, tentunya sama untuk seluruh drawing. Namun jika suatu saat harus diganti tentunya akan menghabiskan waktu jika diganti satu-persatu. Dengan Sheet set, kita cukup mengubah properti dari sheet set.

Selain field, kita juga dapat melakukan batch plot, membuat table of content (daftar isi) dan e-transmit untuk seluruh file drawing dalam proyek.Hal ini akan sangat terasa bermanfaat kalau kita bekerja dalam puluhan atau ratusan file. Kalau masih ingat dengan field, perubahan no halaman, keterangan border seperti digambar oleh, diperiksa, bla…bla…bla… akan diganti secara otomatis! Tanpa harus mengubah satu-persatu.

3. Company Standard
Standarisasi drawing telah menjadi isu penting dalam beberapa tahun terakhir. Dengan menggunakan sheet set, kita bisa menetapkan drawing template yang digunakan untuk masing-masing proyek dengan mudah. Setiap kali membuat file baru, standard telah otomatis ditetapkan. Baik dari template, atau dari text field. Kita juga bisa menetapkan target folder, untuk setiap file yang baru dibuat. Artinya, user tidak bisa semena-mena menaro filenya. Misalkan kita sudah targetkan file ME akan ada di D:\Proyek X\ME\
Saat user membuat file baru, akan disimpan pada folder tersebut.

Bagaimana menggunakan sheet set?
Mudah saja. Kita akan coba step-by-step…

1. Buat sheet set baru untuk proyek.

2. Sekarang kita akan mengeset sheet set.
Pada kotak dialog yang ada, lebih baik pilih existing drawing. Klik NEXT.
Berikan nama sheet set anda… misalnya ‘proyek rumah tinggalku’.
Pilih folder penyimpanannya jika perlu.
Klik Sheet set properties, dan pilihlah template yang ingin digunakan pada ‘sheet creation template’. Hal ini supaya AutoCAD tidak menanyakan terus template yg ingin dipakai setiap kali kita membuat file.
Klik NEXT.

3. Menambahkan drawing
Kalau kita sudah punya beberapa drawing, kita bisa import drawing tersebut di sini. Tapi asumsi sekarang adalah kita membuat proyek baru. Klik NEXT.
Terakhir, kotak dialog akan menampilkan summary dari sheet set kita. Klik FINISH.

4. Mendefenisikan subsets

Sheet set ini masih kosong. Kita akan tambahkan beberapa subset. Subset adalah kategori, mirip menambahkan folder pada explorer.

Misalnya pada proyek ini ada kategori seperti infrastruktur, arsitektur, struktural, plumbing, dll. Klik kanan persis di atas sheet set yang baru dibuat.

Pilih ‘new subset’. Disini kita diminta memberikan nama subset, dan menetapkan folder penyimpanannya.

5. Membuat drawing baru
Kali ini setiapkali ingin membuat drawing baru, klik kanan pada sheet set, atau pada subset, tergantung hirarki yang anda inginkan. Pilih new sheet. Isilah nomer drawing dan judul gambar. Klik OK.

Cukup mudah bukan?

Bisakah kita tambahkan drawing yang sudah ada ke sheet set?
Tentu saja. Namun kita harus membuat layout yang menunjukkan lembar yang akan dicetak. Klik kanan pada sheet set (atau sub set) anda akan melihat pilihan ‘import layout as sheet’.

  • Sesudah project anda jadi, anda tinggal buat satu lembar untuk daftar isi. Klik kanan pada subset, pilih ‘insert sheet list table…’ untuk membuat daftar isi.
  • Anda bisa klik kanan pada sheet set atau subset untuk melakukan batch plot (Mencetak sekaligus beberapa drawing). *Di sheet set, istilah batch plot diganti dengan publish*
  • Atau klik kanan pada sub set untuk membuat e-transmit.
Menurut saya, fitur ini cukup membantu kalau kita bicara dalam ‘lingkup project’ atau ‘design collaboration’. Kecuali kalau masih bicara lingkup drawing atau beberapa lembar gambar saja, mungkin lebih terasa repotnya ketimbang keuntungannya. Tapi bagaimanapun, sheet set is a good practice!

Multileader

qleader

Multileader baru ditambahkan pada AutoCAD 2008. Berbeda dengan quickleader yang ‘meminjam’ dimension style, multileader memiliki style sendiri, toolbar sendiri, dan tools untuk modifikasi sendiri.Berbeda dengan qleader yang antara teks dan leadernya terpisah, dengan multileader, keduanya menjadi satu kesatuan.Menggunakan QLeader (klik image untuk melihat animasi)

Menggunakan Multileader (klik image untuk melihat animasi)


Menggunakan multileader juga tidak hanya membatasi kita untuk membuat teks, tapi juga termasuk block untuk keperluan anotasi. Multileader juga cukup mudah diatur, misalnya dengan alignleader berikut, dibuat sejajar antara seluruh multileader yang ada. (klik image untuk melihat animasi)


Seringkali kita juga butuh untuk menggabungkan multileader, misalnya anotasi finish dinding, terdapat beberapa jenis finish. Ketimbang membuat beberapa multileader, kita dapat menggabungkannya dengan collect leader seperti berikut. (klik image untuk melihat animasi)

Layer States

layerstates
Layer states mulai dikenal di AutoCAD sejak versi 2000i. Dari namanya, mungkin beberapa dari anda sudah dapat menebak arti dari layer states: status layer. Memang kegunaan fitur ini adalah menyimpan dari status layer kita. Seringkali kita butuh untuk mengubah status layer, mem-freeze beberapa layer, mengubah warna layer, mengubah lineweight dari layer, dan sebagainya. Tujuannya adalah kita dapat merepresentasikan drawing kita dalam beberapa gambar, dengan objek yang dijadikan objek utama berbeda-beda.
Misalnya denah arsitektur, denah plafond, dan denah keyplan. Denah arsitektur menampilkan seluruh layer saya.
Sementara denah keyplan tidak menampilkan furniture dan objek-objek landscape. Dinding saya buat tipis lineweightnya, namun pintu dan jendela lebih tebal.
Di denah plafond, saya tidak menampilkan pintu dan jendela, juga tangga. Tapi saya ingin garis plafond lebih tebal.

Cara yang biasa dilakukan adalah membuat satu denah, lalu mengkopinya menjadi tiga denah yang berbeda. Lalu layer diatur ulang. Dengan layer states, saya bisa melakukannya dengan satu denah saja. Yang saya lakukan adalah menyimpan ‘status layer’ seperti yang dijabarkan di atas. Saya atur layer untuk menampilkan denah arsitektur, lalu menyimpannya sebagai satu ‘layer states’ dengan nama ‘denah arsitektur’.
Kemudian saya atur lagi layer-layer saya agar menampilkan denah keyplan. Saya simpan dalam layer states ‘keyplan’.
Demikian pula untuk denah plafond.
Perhatikan bagaimana saya dengan mudah bisa berpindah-pindah diantara ketiga denah, tanpa membuat duplikat denah, tanpa harus melakukan freeze atau mengubah warna/tebal garis layer! (Klik image untuk melihat animasi).


Bagaimana cara membuatnya? Pada AutoCAD 2007 ke atas dapat mengakses grup layer pada dashboard. Dengan memilih layer states dropdown list, lalu mengklik ‘new layer states’ (lihat animasi). Untuk versi sebelumnya dapat mengklik ‘Layer States Manager’ pada Layer Manager untuk mengontrol layer states.

Khusus bagi pengguna AutoCAD 2008, dapat menggunakan layer states dan menampilkannya sekaligus pada 3 viewport yang berbeda! Karena di AutoCAD 2008, kita dapat meng-override properti layer pada setiap viewport. Buat yang belum pakai AutoCAD 2008, mungkin ini bisa jadi salah satu motivasi untuk upgrade.

Untuk melihat animasinya, klik image di bawah.

Cara Cepat Mengatur Skala Viewport

viewport_scale

Buat yang sudah biasa menggunakan layout pada AutoCAD, tentu sudah terbiasa mengatur skala viewport pada layout. Tapi bagi yang jarang-jarang menggunakannya, sering membingungkan. Ada cara cepat untuk mengubahnya. Buat beberapa instruktur CAD, cara ini kadang dianggap ‘cheating’. Tapi kalau memang mempermudah, tidak ada salahnya kan?Sesudah membuat viewport pada layout, cobalah pilih polygon yang mendefenisikan viewport tersebut. Cobalah ganti skala pada toolbar viewport. Mudah bukan? (Klik Image untuk melihat animasi)

Kalau toolbar viewport belum terbuka, cobalah klik kanan pada salah satu toolbar AutoCAD, pilih ‘viewport’.

Bagaimana kalau skalanya tidak terdaftar? Kita bisa mendefenisikan skala sendiri melalui option. Bukalah melalui menu tools>options…
Pada TAB user preferences, klik Edit Scale List.

Tips:
Di AutoCAD 2008, anda bisa memilih juga dari status bar, klik VP Scale.
Kalau anda menggunakan Annotation Scaling, dapat mengklik tombol Annotation Scale di sebelah tombol VP Scale. Tombol ini selain mengubah skala viewport aktif juga mengubah skala annotation scale yang aktif.

Excel Data Link

tabeldialog

Anotasi merupakan bagian penting dari drawing. Tanpa anotasi, gambar kita sama sekali tidak komunikatif. AutoCAD 2008 banyak sekali mengembangkan fitur-fitur anotasi. Diantaranya tabel. Kita sudah melihat bagaimana tabel di AutoCAD semakin mirip dengan tabel di Microsoft Excel, dan multiline text semakin mirip dengan Microsoft Word.Di AutoCAD 2008, ada fasilitas baru yang namanya ‘datalink’. Dengan datalink ini, kita dapat meletakkan tabel data excel ke drawing. Dan karena namanya datalink, perubahan pada file Excel juga akan merubah nilai pada tabel ini. Dan berlaku sebaliknya: mengubah data pada tabel di AutoCAD akan mengubah data di file Excel!

Pada saat mengaktifkan perintah TABLE, di kotak dialog tabel, kita melihat salah satu pilihan pada grup insert options, adalah from a data link. Aktifkan pilihan tersebut.


Masih di grup insert options, klik launch the data link manager dialog.


Pada contoh ini, saya telah punya satu datalink. Kalau mau mendefenisikan data link baru, klik create a new excel data link. Berikan nama yang sesuai untuk data link ini. Misalnya data pintu-jendela. Klik OK. Pilihlah file Excel yang akan dibuat link. Kotak dialog kita kira-kira akan seperti ini. Perhatikan bahwa AutoCAD juga dapat membaca format multisheet pada Excel. Kalau memang sheet tersebut yang ingin ditampilkan, klik OK sampai semua kotak dialog tertutup. Letakkan tabel yang baru saja diimport.


Sekarang, bukalah Excel. Cobalah ubah salah satu data pada file Excel. Klik save. Ingat perubahan ini baru terbaca AutoCAD kalau sudah disave. Tutup Excel.

Cobalah kembali ke AutoCAD. AutoCAD akan memberikan peringatan bahwa data file Excel telah berubah. Klik link update tables yang diberikan. Perhatikan bahwa nilai pada tabel juga sudah berubah!

Sekarang kita akan coba mengubah data pada tabel AutoCAD. Pastikan file Excel dalam kondisi tertutup. AutoCAD tidak dapat melakukan write ke file tersebut dalam kondisi dibuka.

Tabel dari datalink merupakan objek yang di lock. Jadi kita tidak bisa langsung mengubahnya. Kita harus membuka locknya terlebih dahulu.Pilihlah salah satu cell pada tabel. Perhatikan bahwa pada pointer terdapat simbol data link dan simbol lock.
Klik kanan saat pointer di atas cell. Pilih dari context menu, locking, ubah menjadi unlocked.

Klik ganda pada cell untuk mengaktifkan editing. Ubah nilai yang ada.

Berbeda dengan mengubah file pada Excel, mengubah nilai pada AutoCAD tidak otomatis mengubah nilai pada file Excel. Klik kanan lagi pada cell tersebut, pilih data links>upload user changes to source file.

Bukalah kembali file Excel untuk memeriksa perubahan nilainya. Cukup membantu bukan?

Additional tips:
Tabel di AutoCAD dapat digunakan untuk perhitungan seperti di Excel, namun terbatas pada perhitungan sederhana seperti SUM, AVERAGE, dll. Kita juga dapat memasukkan gambar block pada cell. Ini biasa digunakan untuk membuat schedule.